Minggu, 10 April 2022

Hubungan Sejarah Dengan Ilmu Sosial

Hubungan Sejarah Dengan Ilmu Sosial 
Mata Kuliah-Ilmu Sejarah

A. Pengertian hubungan sejarah dengan ilmu sosial
Sejarah merupakan sebagian dari ilmu sosial yang memiliki hubungan yang erat dengan ilmuilmu sosial lainnya. Ilmu sosial harus terwujud pada perubahan metodologi. Pembaruan metodologi tahap pertama terjadi karena adanya pengaruh dari ilmu diplomatik sejak Mabillon, sedangkan pembaruan tahap kedua terjadi karena adanya pengaruh dari ilmu sosial. 
Pendekatan interdisiplin atau multi dimensional maksudnya yakni menganalisis berbagai peristiwa juga fenomena sejarah pada masa lalu, sejarah juga menggunakan konsep dari berbagai ilmu sosial tertentu yang relevan pada pokok kajiannya. Penggunaan berbagai konsep disiplin ilmu sosial ini akan memungkinkan masalah yang dapat dilihat dari berbagai dimensi sehingga pemahaman tentang masalah itu, baik keluasannya maupun kedalamannya, akan semakin jelas. Sejarah membutuhkan konsep dan teori dari ilmu-ilmu sosial lain dalam pendekatan multidisipliner, untuk memahami fakta sejarah secara komprehensif. 
B. Hubungan Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial
Sejarah dan ilmu-ilmu sosial memiliki hubungan timbal balik. Sejarahmembutuhkan ilmu-ilmu sosial dalam hal deskripsi dan analisis, Ilmu-ilmu sosial punmembutuhkan sejarah untuk melakukan pendekatan atau metode untuk mendapatkan
kecenderungan-kecenderungan serta pola-pola umum sebelum dapat meramalkan atau memprediksi masa yang akan datang. 
Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Hubungan Sejarah dengan Ilmu Sosiologi
Sosiologi sangat membantusejarah, terutama dalam memahami interaksi atau hubungan antar manusia serta membantu
menjelaskan aktivitas bersama manusia dan masa lampau.
2. Hubungan Sejarah dengan Ilmu Geografi
Dimensi ruang ini membantu menjelaskan kejadian sejarah terutama yang berhubungan dengan lokasi, kondisi, struktur, dan bentuk tanah.
3. Hubungan Sejarah dengan Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi merupakan ilmu bantu yang menunjang penelitian sejarah. Ilmu ekonomi dan sejarah itu sama-sama termasuk kedalam ilmu sosial, yaitu ilmu yang membahas interaksi manusia dan lingkungannya.
4. Hubungan Sejarah dan Antropologi
Antroplogi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dan kebudayaan. Sejarah menggambarkan manusia dan masyarakat masa lampau dan penggambaran tersebut juga mencangkup kebudayaan yang antara lain : kepercayaan, mata pencaharian, dan teknologi. Hal ini menyebabkan sejarah tidak dapat menghindar dari keharusan untuk mengapresiasi antropologi sebagai salah satu perangkat kajian dan analisisnya.
5. Hubungan Sejarah dengan Ilmu Politik
Politik merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat mempengaruhi terjadinya perubahan. Hal ini menjadikan penyelidikan sejarah tidak mungkin menghindarkan dari pemanfaatan ilmu politik sebagai perangkat analisis.
6. Hubungan Sejarah dengan Ilmu Psikologi
Ilmu Psikologi berkaitan dengan mental dan kejiwaan manusia. Hal ini berkaitan dengan kondisi kejiwaan yang bersangkutan. Penggunaan psikologi dalam sejarah, melahirkan fokus kajian sejarah mentalitas.
7. Hubungan sejarah dengan Arkeologi
Seorang arkeolog memiliki peran penting terhadap ilmu sejarah, karena kemampuannya mengidentifikasi sumber-sumber sejarah, terutama sumber benda berupa artefak dan bangunan bersejarah. Proses identifikasi yang dilakukan arkeolog biasanya terkait dengan lokasi penemuan, jenis dan fungsi artefak, usia dan perkiraan zaman penggunaan benda tersebut.
C. Perbedaan Sejarah Dan Ilmu Sosial 
ilmu sejarah dengan 
ilmu-ilmu sosial lainnya memiliki perbedaan seperti berikut ini:
1. Berdasarkan tujuan
Tujuan sejarah dalam mempelajari hal-hal yang unik, tunggal, idiografis dan sekali. Sedangkan ilmu sosial lebih tertarik pada hal-hal yang umum.
2. Berdasarkan pendekatannya
Sejarah mempunyai pendekatan yang diakronis, yaitu memanjang dalam waktu namun menyempit dalam ruang. 
3. Berdasarkan konteks waktu
Sejarah menitik beratkan pada masa lampau. Sedangkan ilmu sosial menitik beratkan pada masa kini dan masa yang akan datang.
4. Berdasarkan objek kajian 
Sejarah lebih menitik beratkan pada apa, siapa, kapan dan bagaimana peristiwa terjadi. Sedangkan ilmu sosial lebih pada masalah sosial kaitannya dengan nilai-nilai moral serta pranata-pranata sosial.
5. Berdasarkan subjek penelitian
Sejarawan akan merekonstruksi peristiwa-peritiwa sejarah secara objektif untuk diambil hikmahnya sebagai guru yang baik “historia megistravitae”. Sedangkan ilmuwan sosial lebih menekankan pada ramalan dan pengendalian.
D. Kegunaan Sejarah untuk Ilmu-ilmu Sosial
Kegunaan Sejarah Salah satu fungsi utama pendidikan adalah pengembangan kesadaran nasional sebagai sumber daya mental dalam proses pembangunan kepribadian nasional tersusun dari karakteristik perwatakan yang tumbuh serta melembaga dalam proses pengalaman sepanjang kehidupan bangsa, Dengan demikian kepribadian nasional serta identitas tertumpu pada pengalaman kolektif bangsa, yang bersifat historis.
Menurut Nugroho Notosusanto ,
setidak-tidaknya ada empat kegunaan yang masingmasing dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Kegunaan rekreatif
Dengan belajar sejarah akan dapat mengantarkan pada perlawatan untuk mengamati kehidupan masa lampau di berbagai pelosok negeri. 
2) Kegunaan inspiratif
Fungsi ini terkait dengan suatu proses untuk memperkuat identitas dan mempertinggi dedikasi sebagai suatu bangsa.
3) Fungsi instruktif
Yaitu sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. 
4) Fungsi edukatif
Maksudnya adalah bahwa sejarah dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan keseharian bagi setiap manusia. 
Sejarah mempunyai mempunyai kegunaan untuk ilmu sosial dalam tiga hal: 
1. Sejarah sebagai kritik terhadap generalisasi ilmu-ilmu sosial.
2. Permasalahan sejarah dapat menjadi permasalahan ilmu sosial. 
3. Pendekatan sejarah yang bersifat diakronis menambah dimensi baru pada ilmuilmu sosial yang sinkronis. 
E. Kegunaan Ilmu-Ilmu Sosial untuk Sejarah
Sejarah baru yang memang lahir dari adanya perkembangan ilmu-ilmu sosial menjadi bukti bagaimana pengaruh ilmu-ilmu sosial pada sejarah. penggunaan ilmu sosial dalam sejarah itu bervariasi. Variasi itu ialah:
 (1) yang menolak sama sekali, 
 (2) yang menggunakan secara implicit, 
 (3) yang menggunakan secara eksplisit, 
 (4) yang campuran dan kekaburan batas. 


Jumat, 08 April 2022

Periodesasi Sejarah Mata Kuliah-Ilmu Sejarah

Periodesasi Sejarah
Mata Kuliah-Ilmu Sejarah

A. Pengertian Periodesasi Sejarah
Pengertian periodisasi diartikan sebagai pembabakan waktu yang dipergunakan untuk berbagai peristiwa. Kompleksnya peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia pada setiap masa memerlukan suatu pengklasifikasian berdasarkan bentuk serta jenis peristiwa tersebut.
Periodisasi atau pembabakan waktu adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak, zaman atau periode.Periodisasi digunakan untuk mempermudah pemahaman dan pembahasan sejarah kehidupan manusia. 
B. Tujuan Adanya Periodesasi Sejarah
Cerita sejarah yang ditulis para sejarawan dengan menempatkan skenario peristiwa sejarah dalam setting babakan waktu, akan sangat memudahkan serta menarik para pembaca atau siswa untuk mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis.
1. Memudahkan untuk mendapatkan suatu gambaran tentang kejadian atau suatu peristiwa.
Periodisasi membantu seseorang atau sebuah generasi untuk bisa melihat seperti apa jiwa zaman pada periode sejarah tertentu. Adanya periodisasi sejarah akan membantu seseorang untuk mengelompokkan peristiwa sejarah yang ingin diamati dan dijadikan fokus pengamatan. 
2. Menyederhanakan kisah sejarah yang panjang dan rumit. Dalam menghapadi kerumitan, fikiran mengurai-uraikan, melakukan pembagian-pembagian dan penggolongan-penggolongan, maka harus disusun atau disederhanakan dan diikhtisarkan menjadi suatu tatanan (orde) yang bagus dan rapi sehingga memudahkan 
dalam pengertian.
3. Memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan
Salah satu syarat ilmu pengetahuan adalah memiliki sifat yang sistematis. Semua peristiwa masa lampau dikelompokkan, dihubungkan, kemudian dikaitkan dan disusun secara sistematis. Inilah yang membuat peristiwa-peristiwa sejarah dikelompokkan berdasar periode waktu namun tetap terkait hubungan sebab-akibat.
4. Sebagai dasar penyusunan cerita sejarah
Louis gotsschalk menyimpulkan penyusunan data sejarah yang paling masuk akal adalah penyusunan secara kronologis, yakni dalam periode-periode waktu. Sebabnya ialah kronologi kiranya merupakan satu-satuya norma obyektif dan konstan yang harus diperhitungkan oleh sejarawan. Kronologi adalah sebuah norma atau aturan yang objektif dan diperlukan dalam mengembangkan sebuah ilmu pengetahuan. Sejarah dan waktu adalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. hal ini juga yang membedakan sejarah dengan studi lainnya, yaitu harus mengacu pada waktu atau periode.
5. Mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis
Penyusunan cerita sejarah secara kronologis memudahkan kita dalam memgetahui urutan-urutan terjadinya suatu peristiwa. Periodesasi yang kronologis dapat mengungkapkan dan menjelaskan sebab- akibat suatu peristiwa.
Konsep periodisasi Menurut Prof. Dr. Soekanto periodisasi hendaknya berdsarkan ketatanegaraan yang artinya bersifat politik. Pembgian diatas yaitu berdasarkan masa(periodisasi) yang berdasarkan dengan kenyataan yang diambil atau disusun secara praktis. Kronologis periodisasi Indonesia adalah sebagai berikut ini:
a) Masa pangkal sejarah (- 0)
b) Masa Kutai-Tarumanegara (0-600)
c) Masa Sriwijaya-Medang-Singosari (600-1300)
d) Masa Majapahit (1300-1500)
e) Masa Kerajaan Islam (1500-1600)
f) Masa Aceh, Mataram, Makassar (1600-1700)
g) Masa pemerintah asing (1700-1945)
h) Zaman Kompeni (1800-1808)
i) Zaman Daendels (1808-1811)
j) Zaman British Government (1811-1816)
k) Zaman Nederlands – India (1816-1942)
l) Zaman Nippon (1942-1945)
m) Masa Republik Indonesia (1945-sekarang)
Menurut Prof. Sartono Kartodirdjo, Menurut beliau sebagai dasar bagi babakan masa (periodisasi) merupakan derajat integrasi yang tercapai di Indonesia dimasa lampau. Dibawah ini periodisasi yang diusulkan oleh Prof. Dr. Sartono 
diantaranya :
a) Prasejarah
b) Zaman Kuno
c) Masa kerajaan-kerajaan tertua
d) Masa Sriwijaya (dari abad VII-XIII atau XIV).
e) Masa Majapahit (dari abad XIV-XV).
f) Zaman Baru
g) Masa Aceh, Mataram, Makassar/Ternate/Tidore (sejak abad XVI).
h) Masa perlawanan terhadap Imperialisme Barat (abad XIX).
i) Masa pergerakan nasional (abad XX).
j) Masa Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
C. Jenis-Jenis Periodisasi
Periodisai memberikan bentuk dan corak tersendiri pada bahan sejarah yang tidak ada batas-batasnya. Ada beberapa factor yang dijadikan kriteria dalam menyusun konsep periodisasi sejarah, antara lain:
1. Berdasarkan satuan waktu kronologis
Periodisasi ini biasanya dibulatkan berdasarkan tahun maupun abad kejadian, contohnya:
a) Peperangan antara tentara Portugis dengan tentara Spanyol di Indonesia.
b) Sejarah Perancis dalam abad ke-9 SM
2. Berdasarkan ciri-ciri yang dikandung oleh kejadian-kejadian
Periodisasi ini tidak menjadikan waktu sebagai pembatas utama dalam mengelompokkan sejarah melainkan mengambil ciri-ciri utama dari suatu kejadian-kejadian untuk menjadi pembatas sejarah itu sendiri. Oleh karena itu, meskipun waktu bukanlah 
pembatas utamanya, namun periodisasi ini tetap diikat atau dihubungkan pada waktu. periodisasi sejarah Indonesia dibagi menjadi enam bagian:
a) Zaman prasejarah sampai permulaan Tarikh Masehi
b) Zaman Protohistoris atau dimulainya sejarah Indonesia (permulaan Tarikh Masehi-abad ke-7)
c) Zaman Sriwijaya Syailendra (abad 7-12)
d) Zaman Singosari Majapahit (abad 13-16)
e) Zaman Penyusunan Kemerdekaan Indonesia (abad 16-19)
f) Abad Proklamasi Kemerdekaan (awalabad 20-pertengahan abad 20)
3. Berdasarkan ranting
Ilmu pengetahuan yang semakin berkembang luas dan kaya isinya memerlukan diferensiasi. Begitu pula sejarah sebagai ilmu juga melakukan diferensiasi dalam “ranting”. Adapun ranting-ranting ilmu sejarah adalah sebagai berikut:
a) Sejarah ekonomi
b) Sejarah politik
c) Sejarah perang
d) Sejarah konstitusi
e) Sejarah social
Semua ranting tersebut akan berhimpun dalam sejarah sebagai ilmu. Pada kedudukan tertinggi semua ranting akan bersatu dalam sejarah manusia. 
D. Faktor yang mempengaruhi terjadinya Periodesasi Sejarah
Periodisasi sejarah adalah sebuah pendapat dari para sejarawan. Pendapat tersebut didasarkan oleh pengamatan dan tafsirannya sendiri. Seringkali periodisasi ini akan menimbulkan sebuah perbedaan pandangan atau pendapat antar sejarawan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh berbagai hal. Seperti karena 
subjek permasalahannya, adanya perbedaan dalam cara penilaian, serta perbedaan cara berpikir dari masing-masing sastrawan itu sendiri. oleh karena itu, periodisasi adalah hal yang erat kaitannya dengan filsafat, agama, keyakinan, kepercayaan atau, pandangan 
hidup. 
E. Periodesasi Sejarah Indonesia
Sejarah memang tentang peristiwa yang telah terjadi. Supaya sesuatu bisa terjadi, dia membutuhkan dua hal, yaitu waktu dan ruang. Itulah kedua dimensi sejarah. Waktu dimensi temporal, dan ruang dimensi spasial. Periodisasi Sejarah Indonesia berawal dari zaman Praaksara hingga pasca reformasi. Berikut periodisasi Sejarah Indonesia:
 1. Indonesia masa Praakasara
Zaman sebelum manusia mengenal tulisan. Sejarah dapat dipelajari berdasarkan peninggalan benda-benda purbakala berupa artefak, fitur, ekofak, dan situs. Artefak adalah semua benda yang jelas memperlihatkan hasil garapan sebagian atau seluruhnya sebagai pengubahan sumber alam oleh tangan manusia.
2. Zaman sejarah
zaman di mana manusia sudah mengenal tulisan. Zaman sejarah dibagi tiga sebagai berikut :
a. Zaman Kuno, yang membicarakan sejak kerajaan tertua sampai abad ke-14.
b. Zaman Indonesia Baru, mulai abad ke-15 yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai abad ke-18. 
c. Zaman Indonesia Modern, sejak masa pemerintahan Hindia Belanda (1800), pergerakan kemerdekaan Indonesia merdeka sampai sekarang atau masa kontemporer. 
3. Kerajaan Hindu-Buddha
Periode kerajaan Hindu-Buddha berlangsung dari abad ke-5 Masehi ketika 
muncul kerajaan Kutai Kertanegara di lembah sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Periode ini berlangsung kurang lebih selama 10 abad. Periode sejarah kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia berakhir ketika kerajaan Majapahit runtuh pada tahun 1478 
Masehi.
4. Kerajaan Islam
Periode sejarah kerajaan Islam di Indonesia berlangsung dari abad ke-13 Masehi ketika muncul Kesultanan Samudra Pasai di pesisir utara Sumatera. Periode ini berlangsung kurang lebih selama 5 abad. Periode sejarah kerajaan Islam di Indonesia berkhir ketika bangsa Barat berhasil menaklukan kerajaan Islam di Indonesia.
5. Kolonialisme dan Imperialisme
Periode kolonialisme dan imperialisme di Indonesia berlangsung dari abad ke-18 Masehi ketika bangsa Barat berhasil menguasai kerajaan-kerajaan Islam Indonesia. Periode ini berlangsung sekitar 3,5 abad. Periode kolonialisme dan imperialisme di Indonesia berakhir ketika Indonesia merdeka pada tahun 1945.
6. Pergerakan Nasional
Dalam buku Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia (2012) karya S.J Rutgers, periode pergerakan nasional Indonesia berlangsung dari tahun 1900-an hingga proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.
7. Revolusi Indonesia
Periode revolusi Indonesia berlangsung dari tahun 1945 hingga 1950. Peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia menjadi titik awal periode revolusi Indonesia.Periode Revolusi Indonesia berakhir ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk.
8. Demokrasil Liberal
Periode demokrasi liberal berlangsung dari tahun 1950 hingga 1959. Periode ini berfokus pada kajian pelaksanaan demokrasi liberal dalam bidang sosial, politik dan ekonomi.
9. Demokrasi Terpimpin (Orde Lama)
Periode demokrasi terpimpin berlangsung dari tahun 1959 hingga 1965. Periode ini berfokus pada kajian pelaksanaan demokrasi terpimpin dalam bidang sosial, politik dan ekonomi. Periode demokrasi terpimpin berakhir setelah Indonesia mengalami krisis 
sosial, ekonomi dan politik pada tahun 1965.
10. Orde Baru (1965-1998)
Periode Orde Baru berlangsung dari tahun 1967 hingga 1998. Periode ini berawal dari pengangkatan Soeharto menjadi presiden dan berakhir ketika Soeharto mengundurkan diri pada tahun 1998.
11. Reformasi
Periode reformasi berlangsung dari tahun 1998 hingga sekarang. Pada periode ini, pembahasan sejarah berfokus pada kebijakan pemerintah Indonesia di bidang sosial, ekonomi dan politik pasca reformasi.



PEMERINTAHAN ORDE BARU

  Latar Belakang Lahirnya Orde Baru Mata kuliah - Sejarah Indonesia       Setelah Gerakan 30 September dapat ditumpas, berdasarkan berbagai ...