Mata Kuliah-Ilmu Sejarah
A. Pengertian hubungan sejarah dengan ilmu sosial
Sejarah merupakan sebagian dari ilmu sosial yang memiliki hubungan yang erat dengan ilmuilmu sosial lainnya. Ilmu sosial harus terwujud pada perubahan metodologi. Pembaruan metodologi tahap pertama terjadi karena adanya pengaruh dari ilmu diplomatik sejak Mabillon, sedangkan pembaruan tahap kedua terjadi karena adanya pengaruh dari ilmu sosial.
Pendekatan interdisiplin atau multi dimensional maksudnya yakni menganalisis berbagai peristiwa juga fenomena sejarah pada masa lalu, sejarah juga menggunakan konsep dari berbagai ilmu sosial tertentu yang relevan pada pokok kajiannya. Penggunaan berbagai konsep disiplin ilmu sosial ini akan memungkinkan masalah yang dapat dilihat dari berbagai dimensi sehingga pemahaman tentang masalah itu, baik keluasannya maupun kedalamannya, akan semakin jelas. Sejarah membutuhkan konsep dan teori dari ilmu-ilmu sosial lain dalam pendekatan multidisipliner, untuk memahami fakta sejarah secara komprehensif.
B. Hubungan Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial
Sejarah dan ilmu-ilmu sosial memiliki hubungan timbal balik. Sejarahmembutuhkan ilmu-ilmu sosial dalam hal deskripsi dan analisis, Ilmu-ilmu sosial punmembutuhkan sejarah untuk melakukan pendekatan atau metode untuk mendapatkan
kecenderungan-kecenderungan serta pola-pola umum sebelum dapat meramalkan atau memprediksi masa yang akan datang.
Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Hubungan Sejarah dengan Ilmu Sosiologi
Sosiologi sangat membantusejarah, terutama dalam memahami interaksi atau hubungan antar manusia serta membantu
menjelaskan aktivitas bersama manusia dan masa lampau.
2. Hubungan Sejarah dengan Ilmu Geografi
Dimensi ruang ini membantu menjelaskan kejadian sejarah terutama yang berhubungan dengan lokasi, kondisi, struktur, dan bentuk tanah.
3. Hubungan Sejarah dengan Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi merupakan ilmu bantu yang menunjang penelitian sejarah. Ilmu ekonomi dan sejarah itu sama-sama termasuk kedalam ilmu sosial, yaitu ilmu yang membahas interaksi manusia dan lingkungannya.
4. Hubungan Sejarah dan Antropologi
Antroplogi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dan kebudayaan. Sejarah menggambarkan manusia dan masyarakat masa lampau dan penggambaran tersebut juga mencangkup kebudayaan yang antara lain : kepercayaan, mata pencaharian, dan teknologi. Hal ini menyebabkan sejarah tidak dapat menghindar dari keharusan untuk mengapresiasi antropologi sebagai salah satu perangkat kajian dan analisisnya.
5. Hubungan Sejarah dengan Ilmu Politik
Politik merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat mempengaruhi terjadinya perubahan. Hal ini menjadikan penyelidikan sejarah tidak mungkin menghindarkan dari pemanfaatan ilmu politik sebagai perangkat analisis.
6. Hubungan Sejarah dengan Ilmu Psikologi
Ilmu Psikologi berkaitan dengan mental dan kejiwaan manusia. Hal ini berkaitan dengan kondisi kejiwaan yang bersangkutan. Penggunaan psikologi dalam sejarah, melahirkan fokus kajian sejarah mentalitas.
7. Hubungan sejarah dengan Arkeologi
Seorang arkeolog memiliki peran penting terhadap ilmu sejarah, karena kemampuannya mengidentifikasi sumber-sumber sejarah, terutama sumber benda berupa artefak dan bangunan bersejarah. Proses identifikasi yang dilakukan arkeolog biasanya terkait dengan lokasi penemuan, jenis dan fungsi artefak, usia dan perkiraan zaman penggunaan benda tersebut.
C. Perbedaan Sejarah Dan Ilmu Sosial
ilmu sejarah dengan
ilmu-ilmu sosial lainnya memiliki perbedaan seperti berikut ini:
1. Berdasarkan tujuan
Tujuan sejarah dalam mempelajari hal-hal yang unik, tunggal, idiografis dan sekali. Sedangkan ilmu sosial lebih tertarik pada hal-hal yang umum.
2. Berdasarkan pendekatannya
Sejarah mempunyai pendekatan yang diakronis, yaitu memanjang dalam waktu namun menyempit dalam ruang.
3. Berdasarkan konteks waktu
Sejarah menitik beratkan pada masa lampau. Sedangkan ilmu sosial menitik beratkan pada masa kini dan masa yang akan datang.
4. Berdasarkan objek kajian
Sejarah lebih menitik beratkan pada apa, siapa, kapan dan bagaimana peristiwa terjadi. Sedangkan ilmu sosial lebih pada masalah sosial kaitannya dengan nilai-nilai moral serta pranata-pranata sosial.
5. Berdasarkan subjek penelitian
Sejarawan akan merekonstruksi peristiwa-peritiwa sejarah secara objektif untuk diambil hikmahnya sebagai guru yang baik “historia megistravitae”. Sedangkan ilmuwan sosial lebih menekankan pada ramalan dan pengendalian.
D. Kegunaan Sejarah untuk Ilmu-ilmu Sosial
Kegunaan Sejarah Salah satu fungsi utama pendidikan adalah pengembangan kesadaran nasional sebagai sumber daya mental dalam proses pembangunan kepribadian nasional tersusun dari karakteristik perwatakan yang tumbuh serta melembaga dalam proses pengalaman sepanjang kehidupan bangsa, Dengan demikian kepribadian nasional serta identitas tertumpu pada pengalaman kolektif bangsa, yang bersifat historis.
Menurut Nugroho Notosusanto ,
setidak-tidaknya ada empat kegunaan yang masingmasing dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Kegunaan rekreatif
Dengan belajar sejarah akan dapat mengantarkan pada perlawatan untuk mengamati kehidupan masa lampau di berbagai pelosok negeri.
2) Kegunaan inspiratif
Fungsi ini terkait dengan suatu proses untuk memperkuat identitas dan mempertinggi dedikasi sebagai suatu bangsa.
3) Fungsi instruktif
Yaitu sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.
4) Fungsi edukatif
Maksudnya adalah bahwa sejarah dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan keseharian bagi setiap manusia.
Sejarah mempunyai mempunyai kegunaan untuk ilmu sosial dalam tiga hal:
1. Sejarah sebagai kritik terhadap generalisasi ilmu-ilmu sosial.
2. Permasalahan sejarah dapat menjadi permasalahan ilmu sosial.
3. Pendekatan sejarah yang bersifat diakronis menambah dimensi baru pada ilmuilmu sosial yang sinkronis.
E. Kegunaan Ilmu-Ilmu Sosial untuk Sejarah
Sejarah baru yang memang lahir dari adanya perkembangan ilmu-ilmu sosial menjadi bukti bagaimana pengaruh ilmu-ilmu sosial pada sejarah. penggunaan ilmu sosial dalam sejarah itu bervariasi. Variasi itu ialah:
(1) yang menolak sama sekali,
(2) yang menggunakan secara implicit,
(3) yang menggunakan secara eksplisit,
(4) yang campuran dan kekaburan batas.