Kamis, 01 Desember 2022

PEMERINTAHAN ORDE BARU

 Latar Belakang Lahirnya Orde Baru

Mata kuliah - Sejarah Indonesia 



     Setelah Gerakan 30 September dapat ditumpas, berdasarkan berbagai bukti yang berhasil dikumpulkan di belakang gerakan 30 September dituding berdin PK sebagai dalangnya. Hal ini menimbulkan kemarahan rakyat. Bentrokan fisik antara masyarakat yang setia dengan Pancasila dan UUD 1945 dan massa PKI terjadi di Jakarta dan di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
     Sementara itu untuk mengisi kekosongan kekuasaan Angkatan Darat pada tanggal 14 Oktober 1965 Panglima Kostrad/Pangkabkamtib Mayjen Soeharto diangkat sebagai Menter Panglima Angkatan Darat. Bersamaan dengan itu diadakan tindakan tindakan pembersihan terhadap unsur-unsur PKI dan ormasnya.
     Masyarakat luas yang terdiri dari berbagal partai politik organisasi massa, perorangan, pemuda, mahasiswa, pelajar, kaum wanita, secara serentak membentuk satu kesatuan aksi dalam bentuk Front Pancasila untuk menghancurkan pendukung G 30 S/PKI dan meminta penyelesaian politis terhadap mereka yang terlibat dalam G 30 SPRI Kesatuan aksi yang muncul saat itu antara an adalah KAMI Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia) KASI (Kesatuan Aks: Sarjana Indonesia dan lain-lain Kesatuan-kesatuan aks! yang tergabung dalam Front Pancasila kemudian terkenal dengan sebutan Angkatan 66.
     Sementara itu, keadaan perekonomian semakin bertambah buruk. Barang-barang untuk keperluan sehari-han makin susah untuk didapat dan harganya pun makin tinggi sehingga inflasi tidak dapat dielakan lagi. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mengambil suatu keputusan pemotongan nilai mata uang rupiah (sanering) dari Rp 1.000,- menjadi Rp 1. Akan tetapi, kenyataannya, harga bukan makin menuruni melainkan tetap tinggi.
     Para pemuda, mahasiswa, dan pelajaryang tergabung dalam Front Pancasila mengadakan demonstransi di jalan-jalan raya. Pada tanggal 8 Januari 1966, mereka menuju ke gedung Sekretariat Negara dengan mengajukan pemyataan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah tidak dapat dibenarkan.
     Pada tanggal 12 Januar 1966 berbagai kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila ber kumpul di halaman gedung DPR GR untuk meng ajukan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang isinya sebagai berikut:
1) Pembubaran PKI dengan organisasi masanya.
2) Pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI. 3) Penurunan harga-harga barang.

     Pada tanggal 15 Januari 1966, diadakan sidang paripurna Kabinet Dwikora di Istana Bogor. Dalam sidang itu, hadir pula para wakil mahasi Presiden Soekarno menuduh aksi-aksi mahasis didalangi oleh CIA (Central Intelligence Agency) Amerika Serikat.
     Pada tanggal 21 Februari 1966, Presiden Soekam mengumumkan perubahan kabinet. Ternyata perubahan itu tidak memuaskan hati raky karena banyak tokoh yang diduga terlibat dalam Gerakan 30 September/PK) masih bercokol dalam kabinet baru yang terkenal sebagai Kabine Seratus Menteri.
     Pada saat pelantikan anggota kabinet tangg 24 Februari 1966, para mahasiswa, pelajar dan pemuda memenuhi jalan-jalan menuju Istana Merdeka, Aksi itu dihadang oleh Pasukan Cakrabirawa Terjadi bentrokan fisik antara Pasukan Cakrabirawa dan para demonstran Dalam bentrokan fisik itu, seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang bernama Arief Rachman Hakim gugur. Gugurnya Arief Rachman Hakim memberikan semangat juang kepada para demonstran untuk menuntut perubahan dan perbaikan taraf hidup bagi sebagian besar rakyat Indonesia.

B. Masa Orde Baru

     Dengan SUPERSEMAR (Surat Perintah 11 Maret Soeharto mengatasi keadaan yang serba tidak menentu dan sulit terkendali, sehingga dimulai sejarah orde baru, Dimulai dengan memenuhi TRITURA.
     Tuntutan pembubaran PKI tidak hanya dan segi yuridis formal saja tetapi hingga melarang penyebaran paham, falsafah, mentalitas, cara dan metoda politik PKI beserta ormas-ormasnya yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.
Jawaban dari tuntutan ini:

Orde Baru merupakan tatanan seluruh kehidupan: rakyat, bangsa, dan negara yang diletakan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 atau koreksi terhadap penyelewengan di masa lampau dan menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa.

C. Pembangunan Nasional

     Pembangunan nasional dilakukan untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan nasional yang termaktub dalam Pembukaan. UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan abadi dan keadilan sosial.

Pertentangan Sara antara lain.
1) Konflik antar agama,
2) Pertentangan antarsuku bangsa,
3) Diskriminasi ras,
4) Pembedaan golongan dalam masyarakat

D. Krisis Politik, Sosial, Ekonomi, dan Reformasi
     Pada pertengahan tahun 1997, pasca Pemilu VI Orde Baru badal krisis moneter yang cukup hebat melanda bangsa Indonesia Krisis yang bermula dari kemerosotan nilai tukar ruplah terhadap mata uang asing secara tajam tidak hanya menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi yang ditandai oleh melesunya perekonomian, namun juga menyebabkan kerusakan institusi-institusi ekonomi penting. Hal ini disusul oleh utang sebagian pengusaha yang jatuh tempo pada tahun 1998. Perkiraan pertumbuhan ekonomi nol hingga di bawah nol persen, laju inflasi di atas dua digit, perubahan status swasembada menjadi pengimpor beras, kelangkaan sembilan bahan pokok, dan pembengkakan jumlah pengangguran adalah pertanda ekonomi mengalami kebangkrutan. Badai krisis moneter yang berlarut-larut memancing kelompok kritis masyarakat. Kelompok kritis melihat bahwa krisis bertumpu pada kesalahan urus pemerintah Orde Baru. Ketidakmampuan rezim Orde Baru dalam mengatasi krisis moneter secara simultan berkembang menjadi krisis ekonomi dan krisis kepercayaan.
     Masyarakat kampus mulai menyuarakan nuraninya dengan mengadakan diskusi, seminar, maupun mimbar bebas di kampus-kampus. Suara-suara mahasiswa yang menunjukan praksis-praksis kolusi, korupsi, dan nepotisme sebagai akar krisis perlahan-lahan memasuki ruang-ruang kekuasaan. Keberanian ini sesungguhnya.
dianggap tabu oleh rezim Orde Baru. Konsekuensi keberanian tokoh krisis maupun mahasiswa vokal ada kalanya berakhir dengan adanya pemenjaraan atau tidak diketahul nasibnya.
     Tatkala HM. Soeharto dicalonkan kembali sebagai Presiden RI untuk yang ketujuh kalinya, mahasiswa makin marah. Mereka membentangkan gelombang demonstrasi sebelum, selama, dan setelah digelar SU MPR 1998 sampai terpilihnya presiden dan wakil presiden, serta pembentukan Kabinet Pembangunan VIL Bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan terjadi. Kerusuhan merebak di mana-mana.
     Di tengah stabilitas kehidupan bangsa dan negara yang mulai goyah, gelombang demonstrasi mahasiswa akhirnya mengakumulasi setelah empat mahasiswa Universitas Trisakti (Elang Mulya Lesmana, Heri Hartanto, Hendriawan Lesmana, dan Hafidhin Royan) gugur. Kehidupan bangsa makin kelam dengan adanya kerusuhan pertengahan Mei yang bukan hanya sekedar penjarahan dan pembakaran, tetapi juga pelecehan terhadap wanita. Hal ini jelas menikam nurani bangsa.
     Merasa aspirasi menuntut reformasi kurang ditanggapi. pada tanggal 18 Mei mahasiswa mulai merangsek ke gedung MPR/DPR Dua hari berikutnya, jumlah mahasiswa diperkirakan mencapai lebih dari 30 ribu orang. Melihat tuntutan reformasi yang sedemikian besar, Presiden Soeharto mencoba menanggapinya dengan membentuk komite Reformasi dan Kabinet Reformasi. Namun, tindakan ini tidak mendapat respon yang positif. Selain itu, menteri-menteri bidang ekuin (ekonomi, keuangan, dan industri) pada saat itu tidak mau lagi membantunya.

PEMERINTAHAN ORDE LAMA PRESIDEN SOEKARNO

Pemerintahan Orde Lama Presiden Soekarno

Mata kuliah- Sejarah Indonesia 

Soekarno dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 M dan bertepatan pada tanggal 18 Safar 1831 H., beliau dilahirkan pada hari Kamis Pon dalam penanggalan Jawa. Ia dilahirkan di desa Lawang Sekaten Surabaya.1 Soekarno dilahirkan saat fajar mulai menyingsing sehingga

ayahnya menganggap bahwa anaknya sebagai “sang fajar” yang dilahirkan dalam abad Revolusi Kemanusiaan. Soekarno meninggal dunia pada hari Minggu tanggal 21 Juni 1970 di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta. Beliau dishalatkan di Wisma Yaso Jakarta dan

dimakamkan di daerah kelahirannya, Blitar Jawa Timur di dekat makam ibundanya, Ida Ayu

Nyoman Rai. Pemerintah RI menganugerahkan Soekarno sebagai Pahlawan Proklamasi.


B. Sistem Pemerintahan Orde Lama

Pembahasan selanjutnya adalah mengenai system pemerintahan yang pernah di terapkan di Indonesia

pada waktu awal kemerdekaan atau selama era orde lama. Pertama adalah system pemerintah parlemen :

1. Sistem Pemerintah Parlementer

Sistem demokrasi parlementer telah dipilih oleh para pendiri republik ini sebagai sistem politik

pemerintahan. setelah sebelumnya sempat menggunakan sistem presidensil yang berumur kurang lebih satu bulan lamanya, peralihan kekuasaan dari tangan presiden ke tangan partai politik ini tidak bisa dilepaskan dari peran Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir.


2. Sistem Pemerintah Presidensil

Sementara sistem pemerintahan Presidensil Presiden selain sebagai Kepala Negara, juga

sebagai Kepala Pemerintahan,konsekuensinya kabinet bertanggung jawab langsung kepada presiden.Pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia, sistem pemerintahan yang diterapkan pertama kali adalah presidensil (2 September 1945-14 November 1945). Akan tetapi, setelah dikeluarkannya Maklumat Wakil Presiden 14 November 1945, penerapan sistem pemerintahan berganti dari presidensil menjadi parlementer di mana presiden bertanggung jawab kepada (parlemen) yakni Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi sebagai badan legislatif. Sistem pemerintahan presidensial memisahkan kekuasaan yang tegas antara lembaga Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, sehingga antara yang satu dengan yang lain seharusnya tidak dapat saling mempengaruhi.



C. Kebijakan Luar Negeri dan Dalam Negeri Masa Orde Lama

1. Kebijakan Luar Negeri Indonesia Masa Orde Lama

Pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno ini Indonesia terkenal mendapat sorotan

tajam oleh dunia internasional. Bukan hanya keaktifannya dan juga peranannya di kancah

internasional tetapi ide-ide serta kebijakan luar negerinya yang menjadi panutan beberapa

negara pada saat itu. Masa orde lama merupakan titik awal bagi Indonesia dalam menyusun strategi dan kebijakan luar negerinya. Dasar politik luar negeri Indonesia digagas oleh Hatta dan beliau juga yang mengemukakan tentang gagasan pokok non-Blok. Gerakan non-Blok

merupakan ide untuk tidak memihak antara blok Barat yang diwakili oleh Amerika Serikat dan blok Timur yang diwakili oleh USSR. Perang ideologi anatara kedua negara tersebut merebah

ke negara-negara lain termasuk ke negara di kawasan Asia Tenggara. Indonesia merupakan

negara pencetus non-Blok dan menjadi negara yang paling aktif dalam menyuarakan anti

memihak antara kedua blok tersebut.


2. Kebijakan dalam negeri Indonesia masa orde lama

Periodisasi sejarah Indonesia yang didasarkan pada sistem pemerintahan dan ketatanegaraan, pernah memasuki periode Orde Lama. Orde Lama merujuk pada sejarah politik

Indonesia di bawah pemerintahan Sukarno yang berlangsung sejak dikeluarkannya Dekrit

Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan tahun 1965, pasca Peristiwa Gerakan 30 September.



D. Kondisi Masyarakat pada Masa Orde Lama


1. Ekonomi

Sejak akhir tahun 1959, keadaan ekonomi Indonesia semakin merosot. Dengan kegagalan kebijakan pemerintah di bidang keuangan dan perekonomian,kemerosotan melanda

semua sektor ekonomi yang vital. Sebagai dampaknya, harga barang-barng konsumsi naik dan

biaya hidup meningkat. Masalah operasi pemulihan keamanan dengan adanya berbagai pemebrontakan di Indonesia seperti PRRI/Permesta dan DI/TII serta perjuangan dalam rangka pembebasan Irian Barat menjadi salah satu sebab utama kemerosotan ekonomi.


2. Sosial

Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia, banyak terjadi perubahan sosial budaya yang

ada di dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada khususnya. Dikarenakan sebelum kemerdekaan di proklamirkan, di dalam kehidupan bangsa Indonesia ini telah terjadi diskriminasi rasial dengan membagi kelas-kelas masyarakat. Yang mana masyarakat di

Indonesia sebelum kemerdekaan di dominasi oleh warga Eropa dan Jepang, sehingga warga

pribumi Kehidupan etnis Tionghoa di bidang sosial dan budaya sebelum kemerdekaan sudah

terdiskriminasi, terlebih dengan sterotip negative masyarakat pribumi terhadap etnis Tionghoa

yang telah diciptakan oleh Belanda. Pada masa pemerintahan Orde Lama menerapkan

kebijakan integrasi dimana etnis Tionghoa dianggap sebagai salah satu suku di Indonesia, hak

etnis Tionghoa sebagai warga negara mendapat perlindungan resmi dari pemerintah. Etnis

Tionghoa diberi kebebasan untuk terjun dalam bidang politik, pendidikan maupun sosial budaya. Pada orde baru soeharto mengeluarkan kebijakan asimilasi yang bertujuan untuk

menyelesaikan permasalahan etnis Tionghoa yang sejak lama terjadi di Indonesia yang

difokuskan terhadap bidang sosial-budaya, namun dalam pengimplementasiannya kebijakan asimilasi ini juga diterapkan di seluruh bidang kehidupan etnis Tionghoa di Indonesia hanyalah masyarakat rendahan yang kebanyakan hanya menjadi budak dari bangsawan atau penguasa.


3. Politik

Pada masa orde lama adalah sebutan pemerintahan pada era pemerintahan presiden

soekarno di indonesia, masa periode lama yaitu masa pemerintahan yang di mulai dari proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 sampai masa terjadinya G30 S PKI. Dalam masa pemerintah orde lama awal sistem politik di bangun dalam rangka mengisi kekosongan kekuasaaan dalam kehidupan politik negara, proses pembangunan politik pada masa ordelama memiliki 2 kali perubahan tatanan sistem politik dengan istilah sebutan sistem politik

demokrasi liberal parlemen dan sisrtem politik demokrasi terpimpin, namun dalam

kecenderungan persamaan dalam kedua sistem politik ini yaitu dalam menunjukkan kekuasaan

dominan pada presiden selaku kepala negara dan penguasa lembaga eksekutif.


4. Hukum

Dalam perjalanannya, dinamika politik di Indonesia terus mengalami pergejolakan. Pada

awal pembentukan negara Indonesia, PPKI yang saat itu diketuai oleh Soekarno menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945). Badan ini juga yang memilih presiden dan wakil presiden pertama Indonesia pada saat itu karena lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

belum terbentuk.2 Pada awal kemerdekaan, kekuasaan negara sepenuhnya berada ditangan presiden dan dibantu oleh Komite Nasional.3 Soekarno dalam pidatonya sebagai ketua PPKI

menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat sementara dan memiliki harapan ketika suasana negara sudah lebih tentram, MPR dapat membuat UUD yang lebih lengkap dan sempurna.



5. Budaya

Pada 17 Agustus 1963, sekelompok cendekiawan anti-PKI membentuk Manifesto Kebudayaan (Manikebu). Manikebu mendukung Pancasila, namun tidak mau mendukung

Manipol-USDEK atau Nasakom. Manikebu tidak ingin kebudayaan nasional didominasi ideologi tertentu (misalnya komunis). Kelompok kebudayaan Manifesto Kebudayaan

(Manikebu) di masa Orde Lama bertujuan mengimbangi kegiatan organisasi massa yang

disebut Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra).


6. Pendidikan

Orde lama berusaha membangun masyarakat sipil yang kuat, yang berdiri di atas demokrasi, kesamaan hak dan kewajiban antara sesama warga negara, termasuk dalam bidang pendidikan. Sesungguhnya, inilah amanat UUD 1945 yang menyebutkan salah satu cita-cita pembangunan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Banyak pemikir-pemikir yang

lahir pada masa itu, sebab ruang kebebasan betul-betul dibuka dan tidak ada yang mendikte

peserta didik. Tidak ada nuansa kepentingan politik sektoral tertentu untuk menjadikan

pendidikan sebagai alat negara maupun kaum dominan pemerintah.

Di bawah menteri pendidikan Ki Hadjar Dewantara dikembangkan pendidikan dengan

sistem “among” berdasarkan asas-asas kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan,kebangsaan,

dan kemanuasiaan yang dikenal sebagai “Panca Dharma Taman Siswa” dan semboyan “ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani” pada 1950 diundangkan pertama kali peraturan pendidikan nasional yaitu UU No. 4/1950 yang kemudian disempurnakan menjadi UU No. 12/1954 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. Pada 1961 diundangkan UU No. 22/1961 tentang Pendidikan Tinggi, dilanjutkan

dengan UU No.14/1965 tentang Majelis Pendidikan Nasional, dan UU No.19/1965 tentang

Pokok-Pokok Sitem Pendidikan Nasional Pancasila. Pada masa akhir pendidikan Presiden

Soekarno, 90 % bangsa Indonesia berpendidikan SD.

PERGERAKAN NASIONAL

PERGERAKAN NASIONAL

MATA KULIAH-SEJARAH INDONESIA

Pengertian Pergerakan Nasional

Pengerakan Nasional merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut satu fase dalam sejarah Indonesia yakni masa perjuangan mencapai kemerdekaan yakni pada kurun 1908-1945. Mengapa 1908 dijadikan sebagai tahun awal?alasannya karena pada masa inilah perjuangan yang dilakukan rakyat termasuk dalam kategori bervisi nasional.

Artinya pergerakan yang dilakukan untuk menentang kaum penjajah sebelum tahun ini, masih bersifat kedaerahan atau sebatas masing-masing memperjuangkan kelompoknya masing-masing.

Istilah pergerakan identik dengan istilah movement dalam bahasa Inggris. Alasan mengapa disebut pergerakan nasional, karena orientasi perjuangan yang dilakukan melalui wadah organisasi modern menyangkut arah perbaikan hajat hidup bangsa Indonesia. Artinya, pergerakan tersebut merupakan refleksi rasa ketidakpuasan dan ketidaksetujuan terhadap keadaan masyarakat yang sangat memperihatinkan ketika itu. Mencapai kemerdekaan bersama sebagai bangsa, merupakan cita-cita nasional dan usaha terorganisir ini adalah sebuah pergerakan nasional.

B. Tokoh Tokoh Masa Pergerakan Nasional

1) Raden Ajeng Kartini

2) Ki Hajar Dewantara

3) Dr. Sutomo

4) Dewi Sartika

5) Ahmad Dahlan

6) Wahid Hasyim

7) Saman Hudi

C. Organisasi Pergerakan Nasional

1.Boedi Oetomo

Boedi Oetomo adalah organisasi modern pertama yang berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Demi mencapai tujuannya, Boedi Oetomo bergerak pada bidang pendidikan. Kemudian Boedi Oetomo membuat program penggalangan dana pendidikan, juga bidang kebudayaan melalui pengembangan kebudayaan Jawa. Akan tetapi, perkembangan Boedi Oetomo tidak terlalu pesat karena ruang lingkup mereka terlalu sempit, hanya berfokus pada Jawa dan Madura. Sehingga mereka kalah pamor dengan organisasi Sarekat Islam yang secara keanggotaan terbuka bagi berbagai kalangan masyarakat, tanpa ada batasan wilayah. 

Pada akhirnya, Boedi Oetomo menggabungkan diri ke dalam Partai Indonesia Raya (Parindra) pada tahun 1935, sekaligus berakhirnya kiprah Boedi Oetomo.

2.Sarekat Islam

Sebelum namanya berubah menjadi Sarekat Islam, sebelumnya organisasi pergerakan nasional ini bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Pendiri dari SDI adalah H. Samanhudi dan didirikan di Solo pada tahun 1911. Sejak SDI berpindah ke Surabaya, dan kepemimpinan saat itu berpindah ke HOS Cokroaminoto, SDI berubah nama menjadi Sarekat Islam. Alasannya yaitu untuk memperluas bidang kegiatan organisasi yang awalnya hanya bergerak pada bidang perdagangan. Sarekat Islam jelas memiliki tujuan. Beberapa bidang kegiatan yang dijalankan oleh SI antara lain: 

Sosial-ekonomi, memberikan bantuan modal usaha bagi anggotanya dan memajukan perdagangan masyarakat pribumi. Agama, memajukan kehidupan dan mengembangkan ajaran agama Islam Organisasi SI berkembang begitu pesat.

3.Indische Partij

Indische Partij adalah partai politik pertama yang berdiri di Hindia Belanda. Demi mencapai tujuannya, Indische Partij banyak berkecimpung dalam ranah politik, seperti mengkritik kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Hindia Belanda. Indische Partij banyak mengeluarkan tulisan kritikannya terhadap pemerintah Hindia Belanda melalui surat kabar yang sering dipublikasikan.

4.Perhimpunan Indonesia

Organisasi yang didirikan Belanda pada 1908 yang awalnya diberi nama Indische Vereeniging oleh Soetan Kasajangan Soripada dan RM Noto Suroto. Kemudian 1925 diubah namanya menjadi Perhimpunan Indonesia. Istilah Indonesia digunakan untuk menunjukkan identitas diri bangsa dan negara serta menggantikan kata Hindia Belanda. Tokoh yang tergabung adalah Mohammad Hatta, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat. Perhimpunan.

Indonesia berjuang dengan kekuatan sendiri dan tidak meminta kepada pemerintah kolonial Belanda. Organisasi ini memiliki majalah dengan nama Hindia Poetra dan menjadi Indonesia Merdeka.

5. Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV)

Didirikan pada 9 Mei 1914 oleh Henk Sneevliet, anggota Partai Buruh Sosial Demokrat Belanda dan rekannya di Surabaya. Tujuan ISDV, yaitu: Membawa sosialisme di masyarakat Bumi putera dan tidak hanya kepada anggota yang berasal dari Eropa. Menjadi pelopor di dalam menghadapi ideologi kapitalisme dan liberalisme yang sudah ada sejak revolusi industri berlangsung di Hindia Belanda. 

Menyebarkan paham sosial-demokrat ke masyarakat Hindia, Organisasi ini menganut paham Marxisme dan berganti nama menjadi Partai Komunis Hindia pada 23 Mei 1920. 

6.Partai Komunis Indonesia

Partai Komunis Indonesia adalah organisasi yang muncul akibat pecahnya organisasi Sarekat Islam. Hadirnya golongan revolusioner ini membentuk SI merah menjadi berpengaruh terhadap perkembangan pemikiran sosialis di Indonesia. Organisasi ini diketuai oleh Semaun pada Desember 1920. Hingga kemudian pada 13 November 1926 partai ini melakukan pemberontakan di Jawa dan Sumatera, namun tetap bisa dikalahkan oleh Kolonial Belanda.

7.Organisasi Kepanduan

Lahir pula organisasi perkumpulan kepanduan, selain organisasi pemuda yang berupa lanjutan dari induk organisasi-organisasi asalnya. Organisasi ini awalnya hanya menghimpun kelompok pemuda yang gemar olahraga saja. Organisasi yang pertama kali lahir adalah Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) pada tahun 1916 di Solo. 

Setelah itu lahir pula organisasi bernama Neda Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) pada tahun 1917 di kalangan anak-anak keturunan Eropa dengan. Selanjutnya, setelah tahun 1920, organisasi kepanduan ini semakin berkembang yang mengikuti perkembangan paham nasionalisme.

D. Jenis-Jenis Pergerakan Nasional.

1. Perlawanan Secara Fisik

Kehadiran pasukan Sekutu yang membawa orang-orang NICA pada tanggal 29 September1945 sangat mencemaskan rakyat dan pemerintah RI. Keadaan ini semakin memanas ketikaNICA mempersenjatai kembali bekas KNIL yang baru dilepaskan dari tahanan Jepang.

1) Pertempuran Surabaya

Pada tanggal 25 Oktober 1945 Brigade 49 di bawah pimpinan Brigadir Jenderal AW.S. Mallaby mendarat di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Brigade ini merupakan bagian dari Divisi India ke-23, dibawah pimpinan Jenderal D.C. Hawthorn. Mereka mendapat tugas melucuti tentara Jepang dan menyelamatkan tawanan Sekutu. Pasukan ini berkekuatan 6000 personil di mana perwira-perwiranya kebanyakan orang-orang Inggris dan prajuritnya orang-orang Gurkha dari Nepal yang telah berpengalaman perang.

2) Pertempuran Ambarawa

Kedatangan Sekutu di Semarang tanggal 20 Oktober 1945 dibawah pimpinan Brigadir jenderal Bethel semula diterima dengan baik oleh rakyat karena akan mengurus tawanan perang. Akan tetapi, secara diam-diam mereka diboncengi NICA dan mempersenjatai parabekas tawanan perang di Ambarawa dan Magelang. Setelah terjadi insiden di Magelang antaraTKR dengan tentara Sekutu maka pada tanggal 2 November 1945 Presiden Soekarno dan Brig.Jend. Bethel mengadakan perundingan gencatan senjata.

Pada tanggal 21 November1945 pasukan Sekutu mundur dari Magelang ke Ambarawa. Gerakan ini segera dikejar resimen Kedu Tengah di bawah pimpinan Letnan Kolonel M. Sarbini dan meletuslah pertempuran Ambarawa.

3) Pertempuran Medan Area dan Sekitarnya

Berita Proklamasi Kemerdekaan baru sampai di Medan pada tanggal 27 Agustus 1945.Hal ini disebabkan sulitnya komunikasi dan adanya sensor dari tentara Jepang. Berita tersebut dibawa oleh Mr. Teuku M. Hassan yang diangkat menjadi Gubernur Sumatra. Ia ditugaskanoleh pemerintah untuk menegakkan kedaulatan Republik Indonesia di Sumatera denganmembentuk Komite Nasional Indonesia di wilayah itu. Pada tanggal 9 Oktober 1945 pasukanSekutu mendarat di Sumatera Utara di bawah pimpinan Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly. SerdaduBelanda dan NICA ikut membonceng pasukan ini yang dipersiapkan mengambil alihpemerintahan. Pasukan Sekutu membebaskan para tawanan atas persetujuan Gubernur TeukuM. 

2. Usaha Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Secara Diplomasi

Sebagai negara yang baru merdeka Indonesia banyak menghadapi masalah diberbagai sektor diantaranya ekonomi, politik, pendidikan, sosial dan militer. Kedatangan kembali Belanda banyak mewarnai perjalanan Indonesia di awal proklamasi. Kontakfisik yang banyak menimbulkan korban di kedua belah pihak membuat PerserikatanBangsa-Bangsa (PBB) ikut campur tangan terhadap masalah Indonesia-Belanda.Perjuangan diplomasi dilakukan (meskipun hasilnya selalu merugikan pihak Indonesia)dengan harapan segera tercapai kesepakatan antara dua pihak.Perjuangan bangsaIndonesia untuk mempertahankan kemerdekaan juga dilakukan di meja perundinganatau perjuangan diplomasi. Perjuangan diplomasi dilakukan, misalnya dengan mencaridukungan dunia internasional dan berunding langsung dengan Belanda

1. Perjanjian linggar jati ( 10 November – 15 november 1946)

Peristiwa Perundingan Linggarjati adalah sebuah peristiwa yang menjadi awal dimulainya dekolonisasi Belanda. Karena seperti diketahui, setelah diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Belanda


belum mau mengakui kemerdekaan Indonesia dan bersikukuh ingin memulai kembali politik kolonialnya.




2. Agresi Militer Belanda I ( 21 Juli 1947 )


Republik Indonesia menolak usul itu karena berarti menghancurkan


dirinyasendiri. Penolakan itu menyebabakan Belanda melakukan agresi militer


terhadap wilayah Republik Indonesia. Serangan belanda dimulai tanggal 21 Juli 1947 dengan sasaran kota-kota besar di Pulau Jawa dan sumatera. Menghadapi militer Belandayang bersenjata lengkap dan modern menyebabakan satuan-satuan tentara


Indonesiaterdesak ke luar kota. Selanjutnya, TNI dan laskar rakyat melakukan


serangan balasandan taktik perang gerilya.Hasilnya, dapat membatasi kekuasaan dan


gerakan-gerakan. Belanda sebatas di kota-kota besar dan jalan raya sedangkan di luar itu, kekuasaanberada di tangan TNI.




3. Komisi Tiga Negara


Pada tanggal 18 September 1947, Dewan Keamanan PBB membentuk


sebuahKomisi Jasa Baik. Komisi ini kemudian terkenal dengan sebutan Komisi Tiga


Negara. Anggota KTN terdiri dari Richard Kirby(wakil Australia),Paul Van Zeeland(wakilBelgia), dan Dr. Frank Graham (wakil Amerika Serikat). Dalam pertemuannya padatanggal 20 Oktober 1947, KTN memutuskan bahwa tugas KTN di Indonesia adalah untuk membantu menyelesaikan sengketa antara RI dan Belanda dengan cara damai.Pada tanggal 27 Oktober 1947.




4.Perundingan Roem-Royen (17 April- 7 Mei 1949 )


Reaksi keras terhadap tindakan agresi militer Belanda II atas Indonesia mulai bermunculan baik reaksi yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.


Atasprakarsa Burma ( Myanmar) dan India maka terselenggaralah Konferensi Asia di


NewDelhi, India pada tanggal 20-23 Januari 1949. konferensi dihadiri oleh beberapa negara


Asia, Afrika dan Ausralia menghasilkan resulusi mengenai masalah Indonesia yang kemudian disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB.

Rabu, 12 Oktober 2022

PORTUGIS DAN KOLONIALISASI

PORTUGIS DAN KOLONIALISASI

MATA KULIAH-SEJARAH INDONESIA

A. Awal Kedatangan 

    Sebelum merasakan kemerdekaan seperti saat ini, nenek moyang rakyat Indonesia zaman dahulu hidup di bawah pemerintahan bangsa Eropa. Dahulu, pada awalnya Bangsa Eropa datang ke Tanah Air dengan tujuan untuk berdagang dan menjadikan negara Indonesia sebagai koloni atau negara jajahan. Meskipun paling lama berada di wilayah Nusantara, Belanda bukanlah bangsa pertama yang datang ke Indonesia. Bangsa Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang mencapai daerah Kepulauan Nusantara. Tujuan mereka saat itu datang ialah untuk mendominasi ataupun ingin menguasai sumber perdagangan rempah-rempah yang pada saat itu hasilnya bisa menguntungkan pada awal abad ke-16 . a. Kedatangan Portugis ke Nusantara Portugis merupakan sebuah negara yang berada di benua biru atau Eropa. Bangsa yang cukup memiliki pengaruh di Asia Tenggara. Seperti yang diketahui secara umum bahwasannya Portugis adalah bangsa barat pertama yang datang ke Indonesia. Dalam pelayaran yang dilakukan oleh Portugis adalah dengan menyewa jasa pelaut asing dan peta navigasi didapat dari Lisbon. Kedatangan awal Portugis ke Indonesia pada mulanya bertujuan untuk mendapatkan rempah-rempah dan membawanya kembali ke Eropa. Seiring dengan berjalannya waktu tujuan Portugis berubah yang awalnya hanya mencari rempah-rempah menjadi memonopoli perdagangan di Indonesia. Portugis sendiri datang ke Indonesia pada abad XVI.

    Pada abad ke-XVI, Portugis datang pada awal abad ini yaitu pada tahun 1511. Kedatangannya ke Indonesia didengar oleh negara-negara lain di Eropa, seperti Belanda, Spanyol dan Inggris. Negara-negara di Eropa sangat kagum dengan Portugis yang berhasil datang ke Indonesia dan mendapatkan banyak rempah-rempah. Dalam petualangannya di Indonesia Portugis mengalami beberapa hambatan yang terjadi. Hal ini dikarenakan perlakuan Portugis disetiap kunjungannya di beberapa wilayah di Indonesia. Perlakuan Portugis yang semena-mena dan tidak memiliki strategi khusus dalam menghadapi masyarakat setempat yang membuat seringnya kegagalan yang dialami oleh Portugis. Perjalanan Portugis di pulau Jawa juga mendapatkan hambatan. Portugis yang menganggap bahwasannya perang internal yang ada di Jawa adalah perang antar agama. Padahal didalam kenyataannya sebagian besar masyarakat Jawa menganggap bahwa agama yang dianut hanyalah tujuan untuk mencapai tujuan, dan untuk waktu yang lama. Sebagian dari mereka bahkan enggan memahami Islam seperti yang seharusnya, yakni menganggap bahwa agama yang berbeda dari semua agama lainnya. Inilah yang menjadi kesalahan Portugis yang kurang memahami situasi yang ada di Indonesia. Mereka sangat berbeda dengan Belanda yang lebih sangat kompleks sebelum melakukan pendekatan dengan masyarakat di Indonesia. Dalam hal pengenalan dan pendekatan sangat buruk bahkan sering mendapatkan penolakan dari beberapa kerajaan di Indonesia karna sikapnya yang sangat keras dan sangat berambisi tanpa berfikir cara-cara yang harus ditempuh dengan matang-matang. Adapun wilayah yang melawan Portugis karena tindakan mereka yaitu : 

1) Kepulauan Banda 

Ketika portugis masuk ke wilayah ini mereka menemukan hambatan yang besar. Penolakan oleh masyarakat Banda terhadap masuknya Portugis sangatlah mengganggu Portugis didalam pemonopolian perdagangan yang direncanakannya. Kepulauan Banda dikenal sebagai pusat perdagangan Pala. Hal ini memunculkan nafsu serakah Portugis didalam menguasai daerah tersebut. Masyarakat daerah ini dikenal memiliki harga diri dan perkerja keras. Masyarakat disini juga memiliki andil besar dalam perdagangan laut yang ada diantara Maluku dan Jawa. 

2) Malaka 

Nafsu yang besar Portugis untuk mendapat keuntungan sebanyakbanyaknya di Indonesia mengalami perlawanan dari Malaka. Walau sempat menjalin hubungan dengan Malaka, namun dalam menjalin hubungannya hampir sama dengan kepulauan Banda.

3) Jepara 

Perjalanan Portugis di pulau Indonesia yang menjadi salahsatu lawan terkuat mereka adalah Jepara. Mengapa dikatakan demikian hal ini seiring dengan berhasilnya Jepara dalam mengambil kekuasaan Demak yang telah dikalahkan Hindu dari Jawa Timur 6 tahun setelah mencapai puncaknya yaitu pada tahun 1540. Jepara menjadi lawan berbahaya bagi Portugis selama tigaperempat abad ke-16. Jepara dua kali melakukan penyerangan terhadap Portugis. Yang pertama pada tahun 1550M mengepung Malaka dengan bantuan sekutu yaitu Johor. Penyerangan kedua yaitu dengan bersekutu dengan Aceh walau pada dasarnya Aceh tidak sepenuh hati bersekutu dengan Jepara. Penyerangan kedua ini dilakukan pada tahun 1574. Walau usaha yang dilakukannya gagal dalam menggusur Portugis dari benteng utama yaitu di Malaka, namun kemanapun berlayar, Islam mendapatkan keunggulan 

B. Hubungan Portugis dan Spanyol 

Pada abad ke 15 dan 16 perdagangan di Eropa didominasi oleh bangsa Portugis dan spanyol. Keduanya bersaing dalam memupuk kekayaan dan menaklukkan bangsa lain. Mereka adalah bangsa pertama yang menaklukkan dunia dengan menjelajah samudra. Portugis dan Spanyol bahkan pernah membagi dunia menjadi dua bagian untuk masing-masing. Pembagian itu dikenal sebagai Perjanjian Tordesillas. Pada akhir abad 15, Portugis dan Spanyol mengirim para pelautnya untuk berlayar menemukan tanah baru.Spanyol mengirim penjelajah terbaiknya, Christopher Columbus. Columbus berhasil menemukan benua Amerika. Pada 1493, setelah kabar keberhasilan Columbus tersebar, pemimpin Kerajaan Spanyol, Ferdinand dan Isabella, meminta Paus untuk mengakui kekuasaan Spanyol atas 'Dunia Baru' yang mereka temukan. Spanyol juga meminta agar Portugis dan saingan mereka yang lain dilarang ikut ambil bagian dari benua yang baru ditemukan ini.3 a) Isi Perjanjian Tordesillas Untuk mengakomodasi permintaan ini, Paus Alexander VI yang merupakan keturunan Spanyol, membagi dunia lewat garis demarkasi.Garis lurus ditarik dari Kutub Utara ke Kutub Selatan sekitar 100 league (setara 320 mil) dari barat Kepulauan Tanjung Verde. Spanyol diberi hak eksklusif menguasai tanah di sisi barat garis. Sementara Portugis di sisi timur. Keduanya tidak boleh menjajah wilayah yang dipimpin penganut kristen.Raja Portugal John II tidak puas dengan perjanjian ini. Sebab wilayah Portugis menjadi terbatas.Portugis bahkan hanya mendapat sedikit wilayah Afrika. Ruang gerak Portugis di laut juga sangat terbatas.Peta dunia yang diketahui saat itu baru terdiri dari benua Eropa, Amerika, dan Afrika. Bangsa Eropa belum menemukan posisi benua Asia dari laut.Maka pada 7 Juni 1494, kedua perwakilan kerajaan bertemu di Tordesillas, wilayah di barat laut Spanyol.Garis demarkasi yang digambar Paus, digeser sekitar 370 league (1.185 mil) ke kiri, ke barat Kepulauan Tanjung Verde.Perubahan kesepakatan ini baru disetujui Paus Julius II pada 1506.Kerajaan dan kekuasaan lain tak mengakui Perjanjian Tordesillas. Hanya Portugis dan Spanyol yang mengikuti perjanjian ini. b) Dampak Perjanjian Tordesillas Lewat Perjanjian Tordesillas dan perubahannya, Portugis menguasai sisi timur benua Amerika Selatan.Selama hampir 300 tahun berikutnya, Portugis berkuasa atas Brazil.Selain itu, Perjanjian Tordesillas juga membuat pelaut Portugis berlayar ke timur, mengitari pantai barat Afrika.Pada 1487, pelayar Bartolomeus Dias mengitari Tanjung Harapan di Afrika dan memasuki Samudra Hindia.Kemudian pada 1497, pelayar Vasco de Gama sampai di India.Pendaratan di India akhirnya mengantarkan Portugis ke Nusantara.

C. Penjajahan Portugis 

Bangsa Eropa dikenal dengan bangsa yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih. Bangsa Eropa juga mengalami masa yang sulit sebelum menjadi bangsa yang maju seperti saat ini. Karena menginginkan perubahan, maka bangsa ini harus mendapatkan pencapaian yang besar agar dapat setara dengan bangsa lain. Hal ini lah yang membuat bangsa Eropa masuk ke Indonesia. Bangsa Portugis yang datang ke Indonesia dipimpin oleh Alfonso d’ Albuquerque. Ia pada tahun 1511 berhasil menguasai Kerajaan Malaka. Kekuasaan Portugis mengalami perkembangan yang pesat setelah menguasai Malaka. Mereka selanjutnya memperluas kekuasaan ke daerah-daerah lainnya di Indonesia. Selain itu orang Portugis biasanya mampu berbaur dengan masyarakat setempat seperti menikahi perempuan pribumi. Potugis pada waktu terjadi perselisihan di Maluku antara Hitu dan Seram, yang dilakukannya adalah memihak Hitu sehingga Portugis diterima di sana. Cara yang dilakukan Portugis di Hitu juga diterapkan ketika datang ke Ternate, mereka diterima baik oleh kerajaan Ternate untuk menghadapi Tidore. Ketika berhasil mengalahkan Tidore yang dibantu pihak Spanyol, Portugis meminta imbalan untuk memonopoli perdagangan cengkeh Keadaan itu menyebabkan rakyat Ternate tidak menyukai orang orang Portugis. Mereka berusaha untuk membebaskan diri dari kekuasaan Portugis. 

D. Keadaan Masyarakat Pada Masa Portugis 

Setelah berhasil menguasai Malaka pada 1511, Bangsa Portugis melanjutkan perjalanan ke Maluku. Tujuan utamanya menguasai rempah-rempah di Ternate atau Maluku. Awalnya kedatangan Bangsa Portugis disambut hangat oleh raja serta rakyat Ternate. Bahkan Portugis diberi kesempatan mendirikan benteng dan hak monopoli perdagangan cengkeh. Keserakahan Portugis dan ketentuan harga cengkeh yang terlalu rendah, membuat rakyat Ternate atau Maluku sengsara. Permusuhan antar keduanya pun tidak dapat dihindarkan. Akibatnya Portugis harus memindahkan kegiatan dagang mereka ke Nusa Tenggara. Perlawanan terhadap Bangsa Portugis didasari oleh keserakahan bangsa Portugis, dan tindakan monopoli perdagangan yang terjadi di beberapa daerah, seperti Aceh dan Maluku. Perlawanan ini juga disebabkan oleh beberapa hal lainnya, yaitu: 1. Portugis berusaha memperluas daerah kekuasaannya. Caranya dengan menaklukkan banyak kerajaan di Indonesia, seperti Kerajaan Demak, Kerajaan Ternate dan Tidore serta Kerajaan Aceh. 2. Portugis melarang Bangsa Indonesia untuk berlayar ke laut merah dan berdagang rempah-rempah. Hal ini merupakan salah satu contoh monopoli perdagangan Portugis. 3. Portugis menangkap kapal dagang milik masyarakat Indonesia, tujuannya untuk memonopoli perdagangan.

E. Kejayaan dan Kemunduran Portugis 

Bangsa Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang mencapai daerah Kepulauan di Nusantara. Tujuan mereka pada saat itu yaitu untuk mendominasi berbagai sumber perdagangan rempah-rempah di Indonesia yang tentunya akan sangat menguntungkan. Pada awal abad ke-16 Portugis mengendalikan berbagai perdagangan di Asia Tenggara di yang di pimpinan Alfonso de Albuquerque. Portugis kembali bergerak untuk menuju negara yang kaya akan hasil laut serta rempah-rempah. Pada tahun 1511, bangsa Portugis pertama kali datang di Indonesia, yang bertepatan di daerah Malaka. Pada saat itu tidak ada pusat perdagangan yang besarnya melebihi dari Malaka. Kerajaan Malaka diperintahkan oleh Sultan Ahmad Syah (1488-1511). Dengan dikuasainya Malaka, Portugis memperoleh dua keuntungan yaitu: 1) Portugis akan menguasai jalur perdagangan penting yang ada di Asia, termasuk juga perdagangan rempah-rempah. 2) Malaka dapat dijadikan batu loncatan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku. Oleh karena itu, kemudian Portugis mambangun basis militer yang kuat di Malaka. Pada tahun 1512 terjadi perlawanan yang dilancarkan oleh seorang pemuka masyarakat yang bernama Pare Kadir (karir), namun karna senjata Portugis lebih lengkap, Pare Kader dapat dipukul mundur dan kemudian meloloskan diri sampai Jepara dan Demak. Tindakan Portugis memonopoli perdagangan juga mendapatkan perlawanan dari penguasa Demak. Malaka juga menjadi tempat komoditas utama dari seluruh dunia timur dan barat. Tome Pires mengatakan bahwa tidak ada tempat lain yang memperdagangkan komoditas dengan halus dan mahal. Pada tahun 1512, Alfonso de Albuquerque mengirimkan armadanya ke Maluku.

KEDATANGAN BANGSA SPANYOL DAN KOLONIALISASI DI INDONESIA

KEDATANGAN BANGSA SPANYOL DAN KOLONIALISASI DI INDONESIA 

MATA KULIAH-SEJARAH INDONESIA


A. kedatangan Spanyol dan kolonialisasi

    Ferdinand Magelhaens tokoh inilah, yang memimpin armada yang pertama kali mengelilingi dunia dan membuktikan bahwa bumi bulat, saat itu itu dikenal oleh orang Eropa bumi datar. Dimulainya Kolonisasi berabad-abad oleh Spanyol bersama bangsa Eropa lain, terutama Portugis,Inggris dan Belanda. Dari Spanyol ke Samudra Pasifik itulah armada Portugis mengarungi Samudra Pasifik, melewati Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka. Dari sini penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah, komoditas yang setara emas kala itu. ”Pada abad 16 saat petualangan itu dimulai biasanya para pelaut negeri Katolik itu diberkati oleh pastor dan raja sebelum berlayar melalui samudera.

    Peperangan di Filipina Selatan turut memengaruhi perekonomian Spanyol. Penyebab utama kekalahan Spanyol juga akibat aksi pemberontakan pendayung yang melayani kapalkapal Spanyol. Sistem perkapalan Spanyol bertumpu pada pendayung yang umumnya terdiri dari budak-budak Spanyol. Biasanya kapal Spanyol dilayani sekitar 500 - 600 pendayung yang umumnya diambil dari penduduk wilayah yang dikuasai Spanyol. Umumnya pemberontakan para pendayung terjadi bila ransum makanan menipis dan terlalu dibatasi dalam pelayaran panjang, untuk mengatasinya Spanyol menyebarkan penanaman palawija termasuk aneka ragam cabai (rica), jahe (goraka), kunyit dll. Kesemuanya di tanam pada setiap wilayah yang dikuasai untuk persediaan logistik makanan awak kapal dan ratusan pendayung. Pergerakan Mengusir Penjajahan lawan Spanyol Minahasa juga pernah berperang dengan Spanyol yang dimulai tahun 1617 dan berakhir tahun 1645. Perang ini dipicu oleh ketidakadilan Spanyol terhadap orang-orang Minahasa, terutama dalam hal perdagangan beras, sebagai komoditi utama waktu itu. Perang terbuka terjadi nanti pada tahun 1644-1646. Akhir dari perang itu adalah kekalahan total Spanyol, sehingga berhasil diusir oleh para waranei (ksatria-ksatria Minahasa).

B. Tujuan Kedatangan Bangsa Spanyol ke Indonesia. 

1. Mencari Kekayaan Rempah-Rempah (GOLD) 

    Motivasi awal keberangkatan para pelaut Spanyol adalah mencari kekayaan rempahrempah langsung dari sumbernya. Sejak awal, kawasan Asia Tenggara dikenal sebagai sumber rempah-rempah yang mengisi pasar Eropa. Bangsa-bangsa yang mendiami Asia Tenggara diketahui sebagai penghasil rempah-rempah terbaik dunia. Setelah mendengar keberhasilan Portugis menemukan jalur pelayaran rempah-rempah, Spanyol tertarik untuk ikut mencoba. Mereka menugaskan para pelaut terbaiknya mengarungi Samudra untuk mencari jalur pelayaran baru, seperti yang dilakukan oleh Portugis. Rombongan ekspedisi tersebut dipimpin oleh Magellan's. Pada tahun 1521, sisa-sisa armada Magellan yang dipimpin oleh Sebastian del Cano tiba di Tidore. Mereka diterima dengan baik oleh masyarakat dan pihak kerajaan. Spanyol dianggap bisa dijadikan sebagai sekutu untuk menghadapi Kerajaan Ternate yang bersekutu dengan Portugis. Sebagai balasannya, Spanyol diberikan hak untuk melakukan aktivitas perdagangan rempah-rempah di Tidore.. 

2.Menyebaran Agama Katolik (GOSPEL) 

    Menurut catatan sejarawan, masuk dan berkembangnya agama katolik bersamaan dengan masuk dan berkembangnya penjelajahan dan pelayaran dunia yang dilakukan oleh bangsa Portugis, Spanyol dan Belanda di Indonesia. Sembari melaksanakan aktivitas perdagangan rempah-rempahnya, bangsa Spanyol juga melakukan kegiatan penyebaran agama katolik. Memang, sejak awal di dalam rombongan bangsa Spanyol, ikut pula para pastor serta misionaris lainnya untuk menyebarkan agama Katolik pada penduduk yang disinggahi para pelayar. 

3.Mencari Kebangaan dan Kejayaan (GLORY). 

    Dalam kurun waktu Abad ke-16, bangsa-bangsa Eropa saling bersaing untuk menjadi bangsa paling unggul. Keunggulan tersebut diukur dari seberapa banyak wilayah yang berhasil ditaklukkan. Mereka berlomba untuk mencari daerah-daerah baru untuk menancapkan kekuasaan. Keberhasilan mendapatkan wilayah baru dianggap sebagai sebuah kebanggaan dan kejayaan (glory). Ini pula yang dilakukan oleh bangsa Spanyol di Indonesia. Mereka melihat peluang untuk menjalin hubungan dengan Kerajaan Tidore setelah mengetahui bahwa kerajaan tersebut sedang terlibat perang dengan Kerajaan Ternate. Mereka menjadikan hubungan ini sebagai pembuka jalan untuk menguasai seluruh Kerajaan Tidore. 

4. Menyebarkan Kebudayaan. 

    Meskipun, keberadaan bangsa Spanyol di Indonesia dianggap relatif singkat (1521-1529), namun mereka berhasil menyebarkan beberapa kebudayaannya yang peninggalannya masih bisa kita saksikan sekarang ini. Peninggalan-peninggalan budaya Spanyol di Indonesia antara lain sebagai berikut: Malaga, suatu merk minuman campuran beralkohol, konon nama Malaga tersebut mengambil nama suatu tempat di kota Spanyol, yaitu kota di pesisir pantai selatan Spanyol. Nama marga di Minahasa, yaitu apabila seorang perempuan menikah, nama keluarga suami disisipkan. Misalnya, pria bermarga Assa, menikah dengan marga Damongilala, keluarga itu disebut keluarga Assa-Damongilala. Kuliner Panda, makanan ringan khas Manado. Konon kue pastel berisi ikan cakalang ini merupakan modifikasi makanan khas Amerika Selatan "empanada" yang dipopulerkan orang Spanyol di tanah Minahasa. Vihuela (semacam gitar klasik) yang digunakan hingga saat ini. Orang Spanyol suka menanam cabai, jahe, dan kunyit di wilayah logistik mereka, seperti di Minahasa. Kosakata dalam bahasa Spanyol masih kita jumpai saat ini, misalnya tornado, bonanza, matador, patio, grand supreme, dan lainnya.

C. Keadaan Masyarakat Pada Saat Itu 

    Perjalanannya melewati daerah Cagayan dan Mindanao yang akhirnya sampai di daerah Maluku tepat pada tahun 1521. Kedatangan bangsa Spanyol diterima dengan ramah oleh Sultan Tidore yang sedang bersekutu dengan Portugis. Namun perspektif dari bangsa Portugis tentang Spanyol tiba di Maluku merupakan pelanggaran hak monopoli. Penyebab dari peristiwa tersebut maka menimbulkan persaingan antara Portugis dengan Spanyol. Untuk mengantisipasi terjadinya keberlanjutan perang, maka diadakannya Perjanjian Saragosa yang dibuat pada tanggal 22 April 1529 yang berisi; (1) Spanyol harus memusatkan kegiatannya di Filipina kemudian meninggalkan Maluku; (2) Perdagangan di Maluku tetap dilakukan oleh Portugis. Kemudian muncul perjanjian saragosa pada tahun 1529. Perjanjian tersebut membagi wilayah dengan melakukan batas garis tujuh belas derajat lintang timur di perairan Maluku Utara. Namun dalam perjanjian tersebut, Spanyol merasa dirugikan karena tidak meraih lintasniaga dengan gugusan kepulauan penghasil rempah-rempah. Untuk itu mengirimkan ekspedisi menuju Pasifik Barat pada 1542. Pada bulan Februari tahun itu lima kapal Spanyol dengan 370 awak kapal pimpinan Ruy Lopez deVillalobos menuju gugusan Pasifik Barat dari Mexico . Tujuannya untuk melakukan perluasan wilayah dansekaligus memperoleh konsesi perdagangan rempah-rempah di Maluku Utara.Dari pelayaran ini Villalobos mendarat digugusan kepulauan Utara disebut Filipina, di ambil dari nama putera Raja Carlos V, yakni Pangeran Philip, ahli waris kerajaan Spanyol. Sekalipun Filipina tidak menghasilkanrempah-rempah, tetapi kedatangan Spanyol digugusan kepulauan tersebut menimbulkan protes keras dari Portugis.Alasannya karena gugusan kepulauan itu berada di bagian Barat, di lingkungan wilayahnya. Walau mengkonsentrasikan perhatiannya di Amerika-Tengah, Spanyol tetap menghendaki konsesi niaga rempah-rempahMaluku-Utara yang juga ingin didominasi Portugis. Tetapi Spanyol terdesak oleh Portugis hingga harus mundur ke Filipina. Akibatnya Spanyol kehilangan pengaruh di Sulawesi Utara yang sebelumnya menjadi kantong ekonomidan menjalin hubungan dengan masyarakat Minahasa. Peperangan di Filipina Selatan turut memengaruhi perekonomian Spanyol. Penyebab utama kekalahan Spanyol juga akibat aksi pemberontakan pendayung yang melayani kapal-kapal Spanyol. Sistem perkapalan Spanyol bertumpu pada pendayung yang umumnya terdiri dari budak-budak Spanyol. Biasanya kapal Spanyol dilayanisekitar 500 - 600 pendayung yang umumnya diambil dari penduduk wilayah yang dikuasai Spanyol. Umumnya pemberontakan para pendayung terjadi bila ransum makanan menipis dan terlalu dibatasi dalam pelayaran panjang,untuk mengatasinya Spanyol menyebarkan penanaman palawija termasuk aneka ragam cabai (rica), jahe (goraka),kunyit dll. Kesemuanya di tanam pada setiap wilayah yang dikuasai untuk persediaan logistik makanan awak kapal dan ratusan pendayung. Pergerakan Mengusir Penjajahan lawan Spanyol Minahasa dimulai tahun 1617 dan berakhir tahun 1645. Perang ini dipicu oleh ketidakadilan Spanyol terhadap orang-orang Minahasa, terutama dalam hal perdagangan beras, sebagai komoditi utama waktu itu. Perang terbuka terjadi nanti pada tahun 1644-1646. Akhir dari perang itu adalah kekalahan total Spanyol, sehingga berhasil diusiroleh para waranei (ksatria-ksatria Minahasa).

D. Kejayaan Dan Kemunduran Bangsa Spanyol 

    Bangsa spanyol datang ke Indonesia untuk menguasai perdagangan rempah-rempah, menyebarkan kotholik, mendapatkan kekuasaaan dan mengharumkan nama hal ini merupakan kejayaan Spanyol. Selain itu kuliner budaya Panada menjadi kegemaraan masyarakat Minahasa. Kuliner tersebut ialah kue yang berisi daging domba atau pun ikan. Pada tahun 1535, Bangsa Spanyol tersisihkan dari persaingan antara portugis yang merebut dominasi perdagangan rempah-rempah di Indonesia. penyebab utama pengunduran diri Bangsa Spanyol dari Indonesia adalah Perjanjian Saragosa tahun 1535.

    Pada awalnya Bangsa Spanyol di Maluku ditentang oleh Bangsa Portugis yang telah datang terlebih dahulu di kepulauan. Portugis menuding Spanyol melanggar Perjanjian Tordesillas. Untuk memenangkan persaingan dalam perdagangan rempah, orang-orang Spanyol mendekati Kesultanan Tidore, Kesultanan Ternate sebelumnya menjalin kerja sama dengan Portugis. Sehingga adanya permusuhan anatara Ternate dan Tidore, karena telah dihasyut oleh kepentingan Spanyol dan Portugis di belakangnya. akhirnya terjadilah peperangan antara mereka yang mana pertempuran itu, Ternate yang dibantu Bangsa Portugis keluar sebagai pemenang. Akibatnya munculah perjanjian saragosa yang berisi  kesepakatan antara Kerajaan Portugis dan Kerajaan Spanyol dalam pembagian wilayah operasi perdagangan di timur jauh. Berdasar perjanjian Saragosa, Bangsa Spanyol berhak beroperasi kembali di Filipina, sementara Bangsa Portugis di Kepulauan Maluku. Perjanjian Saragosa sekaligus menandai berakhirnya masa pendudukan Bangsa Spanyol di Indonesia yang terbilang singkat.

Rabu, 21 September 2022

KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

 KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

MATA KULIAH-SEJARAH INDONESIA

A. SISTEM KEPERCAYAAN HINDU BUDHA 

    Latar belakang sejarah sebagai bukti adanya akulturasi Islam dan budaya lokal. Sebelum Islam datang ke Indonesia, di Nusantara (Indonesia) telah berdiri kerajaan-kerjaan yang bercorak Hinduisme dan Budhisme. Seperti kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Akan tetapi setelah proses islamisasi dimulai sejak abad ke XIII, unsur agama Islam sangat memegang peranan penting dalam membangun jaringan komunikasi antara kerajaan-kerajaan pesisir dengan kerajaan-kerajaan pedalaman yang masih bercorak Hindu-Budha.

    Setelah kerajaan Majapahit runtuh, maka muncul penggantinya di daerah pedalaman, muncullah kerajaan Mataram Islam tahun 1575 M. Karena masa peralihan yang lama antara kerajaan Islam pedalaman dan Islam pesisir, menyebabkan mereka saling berebut pengaruh yang menyebabkan terjadinya peperangan. Sultan Agung (1613 – 1645 M) dari kerajaan Mataram berusaha merebut kekuasaan kerajaan pesisir, sehingga unsur agama memegang peranan kembali, yakni di mata kerajaan-kerajaan pesisir kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam yang sinkritisme. Di keraton kesultanan berkumpul segolongan pujangga yang mencampuradukkan antara Islam dengan Hindu, seperti terbukti pada Babad Tanah Jawa yang mengandung pencampuran Islam dengan Hinduisme.

    Dari kisah Babad Tahan Jawa itu, maka kita dapat melihat bahwa telah menyebabkan terjadinya pertentangan antara kerajaan Islam di pesisir dengan sikap ortodoksnya , dengan kerajaan Islam pedalaman yang sinkritisme. Disinilah awal munculnya pertentangan antara Islam Sinkritisme dan ortodoks dalam arti telah terjadi pergumulan antara mempertahankan kemurnian akidah dengan pencampuran akidah yang dilakukan oleh kerajaan Islam di pedalaman(Hindu Budha kedalam Islam) demi mempertahankan pemburuan hegemoni kekuasaannya.

    Oleh karena itu, dalam menyikapi akulturasi budaya analisis dari perspektif sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia. Karena dalam proses Islamisasi di Indonesia tidak berjalan satu arah, tetapi banyak arah atau melalui berbagai macam pintu. Pintu-pintu itu, misalnya melalui kesenian, pewayangan, perkawinan, pendidikan, perdagangan, aliran kebatinan, mistisisme dan tasawuf.

B. HUBUNGAN AJARAN AGAMA YANG UNIVERSAL DENGAN SETTING BUDAYA LOKAL YANG MELINGKUPINYA. 

    Universalisme Islam adalah salah satu karakteristik Islam yang agung. Islam sebagai agama yang besar berkarakteristikkan: 

(1) Rabbaniyyah, 

(2) Insaniyyah (humanistik), 

(3) Syumul (totalitas) yang mencakup unsur keabadian, universalisme dan menyentuh semua aspek manusia (ruh, akal, hati dan badan), 

(4) Wasathiyah (moderat dan seimbang), 

(5)Waqi‟iyah (realitas), 

(6) Jelas dan gamblang, 

(7) Integrasi antara al-Tsabat wa al-Murunah (permanen dan elastis)

    Pada masa awal Islam, Rasulullah Saw berkhutbah hanya sebuah pelepah kurma. Kemudian, tatkala kuantitas kaum muslimin mulai bertambah banyak, dipanggillah seorang tukang kayu Romawi. Ia membuatkan untuk Nabi sebuah mimbar dengan tiga tingkatan yang dipakai untuk khutbah Jumat dan munasabah-munasabah lainnya. Kemudian dalam perang Ahzab, Rasul menerima saran Salman al-Farisy untuk membuat parit (khandaq) di sekitar Madinah. Metode ini adalah salah satu metode pertahanan ala Persi. Rasul mengagumi dan melaksanakan saran itu. Beliau tidak mengatakan: “Ini metode Majusi, kita tidak memakainya!”. Para sahabat juga meniru manajemen administrasi dan keuangan dari Persi, Romawi dan lainnya. Mereka tidak ! keberatan dengan hal itu selama menciptakan kemashlahatan dan tidak bertentangan dengan nas. Sistem pajak jaman itu diadopsi dari Persi sedang sistem perkantoran (diwan) berasal dari Romawi.

    Islam, Bias Arabisme dan Akulturasi Timbal Balik dengan Budaya Lokal. Walaupun Islam sebagai agama bersifat universal yang menembus batasbatas bangsa, ras, klan dan peradaban, tak bisa dinapikan bahwa unsur Arab mempunyai beberapa keistimewaan dalam Islam. Ada hubungan kuat yang mengisyaratkan ketiadaan kontradiksi antara Islam sebagai agama dengan unsur Arab.

Menurut Dr.Imarah, hal ini bisa dilihat dari beberapa hal : 

    Pertama, Islam diturunkan kepada Muhammad bin Abdullah, seorang Arab. Juga, mukjizat terbesar agama ini, al-Quran, didatangkan dengan bahasa Arab yang jelas (al-Mubin), yang dengan ketinggian sastranya dapat mengungguli para sastrawan terkemuka Arab sepanjang sejarah. Sebagaimana memahami dan menguasai al-Quran sangat sulit dengan bahasa apapun selain Arab. Implikasinya, Islam menuntut pemeluknya jika ingin menyelami dan mendalami makna kandungan al-Quran, maka hendaknya mengarabkan diri. 

    Kedua, dalam menyiarkan dakwah Islam yang universal, bangsa Arab berada di garda depan, dengan pimpinan kearaban Nabi dan al-Quran, kebangkitan realita Arab dari segi “sebab turunnya wahyu” dengan peran sebagai buku catatan interpretatif terhadap al-Qur‟an dan lokasi dimulainya dakwah di jazirah Arab sebagai “peleton pertama terdepan” di barisan tentara dakwahnya.

    Ketiga, jika agama-agama terdahulu mempunyai karakteristik yang sesuai dengan konsep Islam lokal, kondisional dan temporal, pada saat Islam berkarakteristikkan universal dan mondial, maka posisi mereka sebagai “garda terdepan” agama Islam adalah menembus batas wilayah mereka.

    Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa bersamaan dengan meluasnya daerah Islam, muncullah banyak masalah dan bid‟ah, bahasa Arab sudah mulai terpolusikan, maka dibutuhkan kaidah-kaidah Nahwu. Ilmu-ilmu syari‟at menjadi keterampilan atau keahlian istinbath, deduktif, teoritisasi dan analogi. Ia membutuhkan ilmu-ilmu pendukung yang menjadi cara-cara dan metode-metode berupa pengetahuan undang-undang bahasa Arab dan aturan-aturan istinbath, qiyas yang diserap dari aqidah-aqidah keimanan berikut dalil-dalilnya, karena saat itu muncul bid‟ah-bid‟ah dan ilhad (atheisme). Maka jadilah ilmu-ilmu ini semua ilmu-ilmu keterampilan yang membutuhkan pengajaran. Hal ini masuk dalam golongan komoditi industri, dan sebagaimana telah dijelaskan, bahwa komoditi industri adalah peradaban orang kota sedangkan orang Arab adalah sangat jauh dari hal ini.

    Gus Dur melihat Islam dan pluralisme itu dalam konteks manifestasi universalisme dan kosmopolitanisme dalam Islam. Menurutnya, ajaran yang dengan sempurna menampilkan universalisme adalah 5 (lima) jaminan dasar yang diberikan Islam kepada warga masyarakat, baik secara personal (individu) maupun sebagai kelompok (impersonal). Kelima jaminan dasar tersebut tersebar dalam literatur hukum agama (al-kutub al-fiqhiyah) lama, yang terdiri dari: 

1) Keselamatan fisik warga masyarakat dari 10 tindakan badani di luar ketentuan hukum;

2) Keselamatan keyakinan agama masing-masing tanpa ada paksaan untuk berpindah agama;

3) Keselamatan keluarga dan keterunan;

4) keselamatan harta benda dan milik pribadi di luar prosedur hukum; dan

5) keselamatan profesi.

    Secara keseluruhan, kelima jaminan dasar tersebut menampilkan universalitas pandangan hidup yang utuh dan bulat. Tetapi, kelima dasar itu hanya akan menyajikan kerangka teoritik atau mungkin hanya berdimensi moralistik belaka yang tidak berfungsi, jika tidak di dukung oleh kosmopolitanisme peradaban Islam, dimana ia muncul dalam sejumlah unsur dominan seperti hilangnya batasan etnis, kuatnya pluralitas budaya dan heterogenitas politik.

C. MASUKNYA AGAMA ISLAM 

    Indonesia wilayah Barat dan sekitar Malaka sejak dulu merupakan wilayah yang cukup strategis dalam hasil bumi yang melimpah dan menjadi daya tarik para pedagang. Wilayah itu menjadi daerah perlintasan yang cukup penting antara China dan India. Akibatnya di wilayah Sumatera dan Jawa antara abad ke 1 dan ke 7 M seringkali menjadi persinggahan para pedagang asing serta menjadi titik awal penyebaran Agama Islam.

    Islam masuk ke Indonesia, tidak dilakukan dengan cara peperangan maupun penjajahan. Sebaliknya penyebaran Islam di Indonesia justru dengan cara damai. Berbagai cara perkembangan Islam di Indonesia diantaranya melalui jalur perdagangan, perkawinan, pendidikan, politik, kesenian, tasawuf, yang kesemua cara tersebut banyak membantu dan mendukung meluasnya ajaran agama Islam. Menurut Uka Tjandrasasmita, saluran-saluran persebaran Islam ke Indonesia salah satunya ialah pendidikan. Proses penyebaran Islam di Indonesia salah satunya melalui pendidikan, seperti pendidikan Pondok Pesantren yaitu tempat pembelajaran Agama bagi para santri, yang dilaksanakan oleh para guru agama, para kyai, dan para ulama.

    Perkembangan Islam di Nusantara dalam berbagai bidang. Pertama, bidang politik. Perkembangan Islam dalam bidang politik dapat dibedakan dalam 5 masa, yakni masa penjajahan, masa kemerdekaan, masa pemerintahan di orde baru dan masa pemerintahan di orde lama dan masa reformasi. Kedua, Bidang Seni dan Budaya. Di Indonesia memiliki kesenian Islam. Namun dibandingkan dengan Negara lain, Indonesia cukup tertinggal dalam hal bidang kesenian Islam. Misalnya di kerajaan Mughal ada Taj Mahal yang merupakan salah satu seni arsitektur. Masyarakat Islam di Indonesia, memang menjadi pengikut bukan pemimpin. Namun demikian, Islam di Indonesia membawa perubahan yang berkemajuan.

    Di Indonesia agama Islam yang datang adalah dari Islam tasawuf. Penduduk Indonesia lebih mengutamakan perdagangan daripada kesenian, karena Indonesia merupakan jalur perdagangan internasioanal.Masuknya Islam ke Indonesia dilakukan secara damai, sehingga Islam bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Berbagai macam kesenianIslam di Indonesia diantaranya:Batu Nisan. Di Indonesia salah satu bentuk keseniannya islah batu nisan. Seperti ditemukannya di Aceh tahun 1292 yaitu makam Sultan malik Al Saleh. Pada batu tersebut tertulis hari dan tahun wafatnya serta ada tulisan Arab yang berisi tentang Al-Qur‟an.

    Lalu, arsitektur (Seni Bangun). Terdapat dua model atau corak seni bangunan Islam di Indonesia yaitu Corak asli dan baru. Sebagai contoh bentuk dan model masjid di Indonesia berbeda dengan model masjid di negara-negara Islam lainnya. Karena model masjid di Indonesia banyak dipengaruhi seni bangunan Hindu dan Budha. Adapun ciri khasnya;Atapnya ber tumpang, yaitu atapnya dibuat secara bersusun; Tidak ada menara masjid-masjid tua. Selain itu, ada pula seni sastra. Seni sastra Indonesia dipengaruhi dari Persia. Diantaranya adalah buku Kalilah wa Dimmah, Abu Nawas dan lain-lain yang sudah diterjemakan ke dalam bahasa Indonesia. Sedangkan di bidang seni kaligrafi Indonesia tidak begitu menonjol. Juga Seni Mengukir. Di Indonesia seni ukir tidak banyak berkembang karena hal itu dilarang oleh Islam sebagaimana dalam hadis yang melarang melukis mahluk hidup.

D. PENDIDIKAN PADA MASA KERAJAAN ISLAM DI NUSANTARA 

    Proses Pendidikan Islam di Nusantara telah diselenggarakan pada masa kerajaan Islam pertama di Nusantara yaitu di Perlak pada tahun (840–1292 M), dan kerajaan samudra pasai pada tahun (1267-1521 M). Hal ini diungkapkan oleh seorang ilmuwan dari maroko yang berkelana ke berbagai negeri termasuk ke Indonesia yaitu Ibnu Batutah. Proses Pendidikan pada masa kerajaan Islam di nusantara selain dilaksanakan di Pulau Sumatra juga diselenggaara di pulau Jawa. Pendidikan Islam di Jawa dilaksanakan 14 oleh para wali songo, seperti Syeh Maulana Malik Ibrahim yang menyampaikan dakwah Islam melalui perdagangan dan pengobatan gratis dan memberikan pendidikan tentang bertani. Selain itu ada juga Sunan Ampel di Surabaya pada tahun 1443 M dengan dakwahnya soal aqidah dan ibadah. Beliau berdakwah dengan metode pendekatan ke masyarakat. Dalam pengembangan proses pendidikan Islam Sunan Ampel mendirikan pondok pesantren. Dan masih ada lagi para tokoh atau ulama wali songo lainya seperti sunan Kudus, sunan Bonang, sunan Kalijaga dan lainlain yang menyebarkan Islam di pulau Jawa

E. TEORI MASUKNYA ISLAM

    Pertama, teori Arab. Teori ini menyatakan bahwa Islam dibawa dan disebarkan ke Nusantara langsung dari Arab pada abad ke-7/8 M, saat Kerajaan Sriwijaya mengembangkan kekuasaannya. Tokoh-tokoh teori ini adalah Crawfurd, Keijzer, Niemann, de Hollander, Hasymi, Hamka, Al-Attas, Djajadiningrat, dan Mukti Ali. Buktibukti sejarah teori ini sangat kuat. Pada abad ke-7/8 M, selat Malaka sudah ramai dilintasi para pedagang muslim dalam pelayaran dagang mereka ke negeri-negeri Asia Tenggara dan Asia Timur.

    Kedua, teori Cina. Dalam teori ini menjelaskan bahwa etnis Cina Muslim sangat berperan dalam proses penyebaran agama Islam di Nusantara. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada teori Arab, hubungan Arab Muslim dan Cina sudah terjadi pada Abad pertama Hijriah. Dengan demikian, Islam datang dari arah barat ke Nusantara dan ke Cina berbarengan dalam satu jalur perdagangan. Islam datang ke Cina di Canton (Guangzhou) pada masa pemerintahan Tai Tsung (627-650) dari Dinasti Tang, dan datang ke Nusantara di Sumatera pada masa kekuasaan Sriwijaya, dan datang ke pulau Jawa tahun 674 M berdasarkan kedatangan utusan raja Arab bernama Ta cheh/Ta shi ke kerajaan Kalingga yang di perintah oleh Ratu Sima.

    Ketiga, teori Persia. Berbeda dengan teori sebelumnya teori Persia lebih merujuk kepada aspek bahasa yang menunjukan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara dan bahasanya telah diserap. Seperti kata “Abdas‟ yang dipakai oleh masyarakat Sunda merupakan serapan dari Persia yang artinya wudhu. Bukti lain pengaruh bahasa Persia adalah bahasa Arab yang digunakan masyarakat Nusantara, seperti kata-kata yang 18 berakhiran ta‟ marbūthah apabila dalam keadaan wakaf dibaca “h” seperti shalātun dibaca shalah. Namun dalam bahasa Nusantara dibaca salat, zakat, tobat, dan lain-lain.

    Keempat, teori India. Teori ini menyatakan Islam datang ke Nusantara bukan langsung dari Arab melainkan melalui India pada abad ke-13. Dalam teori ini disebut lima tempat asal Islam di India yaitu Gujarat, Cambay, Malabar, Coromandel, dan Bengal. Teori India yang menjelaskan Islam berasal dari Gujarat terbukti mempunyai kelemahan-kelemahan. Hal ini dibuktikan oleh G.E. Marrison dengan argumennya “Meskipun batu-batu nisan yang ditemukan di tempat-tempat tertentu di Nusantara boleh jadi berasal dari Gujarat atau Bengal, seperti yang dikatakan Fatimi. Itu tidak lantas berarti Islam juga didatangkan dari sana”. Marrison mematahkan teori ini dengan menuujuk pada kenyataan bahwa ketika masa Islamisasi Samudera Pasai, yang raja pertamanya wafat pada 698 H/1297 M, Gujarat masih merupakan Kerajaan Hindu. Barulah setahun kemudian Gujarat ditaklukan oleh kekuasaan muslim. Jika Gujarat adalah pusat Islam, pastilah telah mapan dan berkembang di Gujarat sebelum kematian Malikush Shaleh. Dari teori yang dikemukakan oleh G.E. Marrison bahwa Islam Nusantara bukan berasal dari Gujarat melainkan dibawa para penyebar muslim dari pantai Koromandel pada akhir abad XIII.

    Teori yang dikemukakan Marrison kelihatan mendukung pendapat yang dipegang T.W. Arnold. Menulis jauh sebelum Marrison, Arnold berpendapat bahwa Islam dibawa ke Nusantara, antara lain dari Koromandel dan Malabar. Ia menyokong teori ini dengan menunjuk pada persamaan mazhab fiqh di antara kedua wilayah tersebut. Mayoritas muslim di Nusantara adalah pengikut Mazhab Syafi‟i, yang juga cukup dominan di wilayah Koromandel dan Malabar, seperti disaksikan oleh Ibnu Batutah (1304-1377), pengembara dari Maroko, ketika ia mengunjungi kawasan ini. Menurut Arnold, para pedagang dari Koromandel dan Malabar mempunyai peranan penting dalam perdagangan antara India dan Nusantara. Sejumlah besar pedagang ini mendatangi pelabuhan-pelabuhan dagang dunia Nusantara-Melayu, mereka ternyata tidak hanya terlibat dalam perdagangan, tetapi juga dalam penyebaran Islam. 

    Kelima, teori Turki. Teori ini diajukan oleh Martin Van Bruinessen yang dikutip dalam Moeflich Hasbullah. Ia menjelaskan bahwa selain orang Arab dan Cina, Indonesia juga diislamkan oleh orangorang Kurdi dari Turki. Ia mencatat sejumlah data. Pertama, banyaknya ulama Kurdi yang berperan mengajarkan Islam di Indonesia dan kitabkitab karangan ulama Kurdi menjadi sumber-sumber yang berpengaruh luas. Misalkan, Kitab Tanwīr al-Qulūb karangan Muhammad Amin alKurdi populer di kalangan tarekat 19 Naqsyabandi di Indonesia. Kedua, di antara ulama di Madinah yang mengajari ulama-ulama Indonesia terekat Syattariyah yang kemudian dibawa ke Nusantara adalah Ibrahim al-Kurani. Ibrahim al-Kurani yang kebanyakan muridnya orang Indonesia adalah ulama Kurdi. Ketiga, tradisi barzanji populer di Indonesia dibacakan setiap Maulid Nabi pada 12 Rabi‟ul Awal, saat akikah, syukuran, dan tradisi-tradisi lainnya. Menurut Bruinessen, barzanji merupakan nama keluarga berpengaruh dan syeikh tarekat di Kurdistan. Keempat, Kurdi merupakan istilah nama yang populer di Indonesia seperti Haji Kurdi, jalan Kurdi, gang Kurdi, dan seterusnya. Dari fakta-fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa orang-orang Kurdi berperan dalam penyebaran Islam di Indonesia.

F. KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM

1. Kerajaan Samudra Pasai 

    Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan pertama yang ada di Indonesia yang menganut agama Islam. Secara geografis Kerajaan Samudra Pasai terletak di pesisir utara Sumatera, tepatnya ada di Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara. Kerajaan Samudra Pasai diperkiakan berdiri sekitar abad ke-13 M yang merupakan hasil dari proses islamisasi di sekitar pantai Sumatera oleh pedagang Arab, Persia, dan India mulai abad 7M.

2. Kerajaan Aceh Darussalam 

    Kerajaan Aceh Darussalam merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar yang ada di Nusantara. Kerajaan Aceh terletak di ujung barat Pulau Sumatera yang menjadi tempat strategis bagi arus perdagangan laut internasional (lintas Samudera Hindia). Kerajaan ini berdiri sekitar tahun 1514 M oleh Sultan Ali Mughayat Syah.

3. Kerajaan Demak 

    Demak sebelumnya merupakan daerah yang dikenal dengan nama Bintaro yang merupakan daerah vasal atau bawahan Kerajaan Majapahit. Kekuasaan pemerintahannya diberikan kepada Raden Patah yang merupakan seorang keturunan Raja Brawijaya V yang ibunya menganut agama Islam dan berasal dari daerah Jeumpa, daerah Pasai.

4. Kerajaan Banten

    Kerajaan Banten berlokasi di ujung Pulau Jawa yaitu daerah Banten dan berlangsung sejak tahun 1526 M hingga 1813 M. Sultan Maulana Hasanuddin sebagai raja pertama Kerajaan Banten, walupun begitu pendiri dari Kerajaan Banten adalah Syarif Hidaytullah atau yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati.

5. Kerajaan Kutai Kertanegara 

    Kerajaan Kutai Kertanegara adalah kerajaan Melayu yang bermula dari kerajaan Hindu pada tahun 1300 di Kutai Lama dan berubah menjadi kerajaan Islam pada 1575 serta berakhir pada 1960. Ibu kota kerajaan ini pada awalnya berada di Jaitan Layar sebelum berpindah ke Tepian Batu, kemudian ke Pemarangan-Jembayan hingga Tepian Pandan. Kerajaan Kutai Kertanegara berdiri pada awal abad ke-13 di daerah yang bernama Jaitan Layar atau Kutai dengan rajanya yang pertama yakni Aji Batara Agung Dewa Sakti yang berkuasa antara 1300-1325 M.

6. Kerajaan Banjar 

    Kesultanan Banjar atau Kesultanan Banjarmasin atau Kerajaan Banjar adalah sebuah kesultanan yang wilayahnya saat ini termasuk ke dalam provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Wilayah Banjar yang lebih luas terbentang dari Tanjung Sambar sampai Tanjung Aru. Kesultanan Banjar merupakan kerajaan bercorak Islam yang berdiri antara 1526 hingga 1905 Masehi di Banjarmasin.

7. Kerajaan Ternate 

    Kerajaan Ternate telah berdiri sekitar abad ke 13 Masehi. Kerajaan ini berada di Maluku Utara dan beribukotakan di Simpalu. Penyebaran Islam di kerajaan Ternate dipengaruhi oleh ulama-ulama dari Jawa, Arab dan Melayu. Kemudian, kerajaan ini pun resmi memeluk Islam setelah raja Zainal Abidin belajar tentang Islam dari Sunan Giri pada tahun 1486 Masehi.

8. Kerajaan Tidore

    Kerajaan Tidore adalah kerajaan Islam yang berpusat di wilayah Kota Tidore, Maluku Utara. Ketika didirikan pada abad ke-11 Kerajaan Tidore belum memeluk agama Islam. Kerajaan Tidore memeluk Islam sekitar abad ke 15 Masehi. Pada 1495, diketahui bahwa kerajaan ini berpusat di Gam Tina dengan Sultan Ciriliati atau Sultan Djamaluddin sebagai rajanya.

9. Kerajaan Gowa Tallo 

    Kerajaan Gowa Tallo merupakan kerajaan kembar yang menjalin persekutuan, kerajaan ini juga disebut dengan Kerajaan Makasar. Kerajaan Gowa Tallo adalah sebuah kerajaan dan kesultanan yang berpusat di daerah Sulawesi Selatan, tepatnya di jazirah selatan dan pesisir barat semenanjung yang mayoritas didiami oleh suku Makassar. Kerajaan Gowa Tallo menerima ajaran agama Islam dari Gresik atau Giri yang tersebar dalam proses Islamisasi diseluruh Nusantara. Raja Gowa Tallo yang pertama memeluk agama Islam bernama Raja Alauddin.

10. Kerajaan Buton 

    Kerajaan Kesultanan Buton merupakan kerajaan Islam yang terletak di Sulawesi Tenggara. Kerajaan ini telah lama berdiri bahkan sebelum agama Islam masuk ke wilayah Sulawesi. Kerajaan Buton atau Kesultanan Buton berdiri sejak tahun 1332 hingga 1960 Masehi.

G. KEHIDUPAN MASYARAKAT MASA ISLAM 

1. Kehidupan Masyarakat Islam 

    Pada abad ke-7 Masehi para pedagang dari Arab, Persia dan Gujarat mulai singgah di beberapa daerah pesisir Sumatra. Sehingga terjadilah hubungan dagang antara para pedagang dengan masyarakat setempat. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh para pedagang memperkenalkan ajaran dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat di Indonesia. Cara penyebaran agama islam yaitu: perdagangan, perkawinan, politik, pendidikan, kesenian, dan Tasawuf. 

2. Perkembangan di Indonesia 

    Pengaruh Islam diperkirakan telah masuk ke Indonesia sejak abad ke-7. Islam dibawa langsung oleh para pedagang Arab, Persia, dan India (Gujarat). Masuk dan berkembangnya Islam di berbagai wilayah Indonesia tidak pada waktu yang bersamaan. Hal ini dikarenakan:

1) Indonesia terdiri dari banyak pulau. Di berbagai wilayah Indonesia terdapat kerajaan- kerajaan Hindu dan Budha pada saat kedatangan Islam. Di Sumatera, misalnya ada kerajaan Sriwijaya dan Melayu, di Jawa ada kerajaan Mataram, Majapahit, Sunda, dan di Kalimantan ada kerajaan Nagara, Daha, dan Kutai. 

2) Masyarakat daerah pantai mengembangkan ekonomi maritim, berdagang dan berlayar, sehingga dimungkinkan lebih banyak berhubungan dengan suku atau bangsa lain dibandingkan.

H. PENINGGALAN ISLAM 

1. Kerajaan Samudera Pasai 

a. Kehidupan Politik 

    Kerajaan Samudra Pasai dibangun oleh Marah Silu. Dia berhasil mempersatukan Samudra dan Pasai. Marah silu memeluk agama Islam berkat pertemuannya dengan Syekh Ismail, seorang utusan Syarif Makkah. Pada tahun 1285, Marah silu kemudian dinobatkan menjadi sultan dengan gelar Sultan Malik As Saleh. Setelah Sultan Malik As Saleh wafat pada tahun 1297, jabatan sultan kemudian diteruskan oleh putranya yaitu Sultan Malik At Thahir. Sultan Malik At Thahir memiliki dua orang putra, yaitu Mahmud dan Malik Al Mansyur. Kedua orang putranya itulah yang kemudian mewarisi tahta kerajaan, kemudian ibu kota kerajaan dipindahkan ke Lhokseumawe. Pemegang kekuasaan selanjutnya adalah Sultan Ahmad Perumadat Perumal. 

    Pada masa pemerintahannya, Samudra Pasai telah menjalin hubungan dagang dengan Kesultanan Delhi (India). Hal tersebut dibuktikan ketika Muhammad Tughlug dari India pada tahun 1345 mengirimkan utusannya, Ibnu Batutah ke Cina. Ia singgah terlebih dahulu di Samudra Pasai. Sekembalinya dari Cina pada tahun 1346, Ibnu Batutah singgah lagi di Samudra Pasai dan diterima dengan baik oleh Sultan Ahmad. 

b. Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya 

    Karena letaknya yang sangat setrategis, Samudra Pasai berkembang dengan cepat menjadi pusat perdagangan dengan pusat studi Islam yang ramai. Banyak pedagang dari berbagai daerah seperti di Benggala, Gujarat, Arab, dan Cina yang berdatangan di Samudra Pasai. Kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran setelah mendapat serangan dari Majapahit yang ingin menyatukan Nusantara. Setelah majapahit meyakini adanya hubungan antara Samudra Pasai dengan Kesultanan Delhi di India, pada tahun 1349 Samudra Pasai diserang dan mengalami kehancuran. Sejak itu, samudra Pasai makin mundur dan diperparah dengan berpindahnya pusat perdagangan ke Pulau Bintan dan Aceh Utara. Pada akhirnya Samudra Pasai dapat ditaklukkan oleh Kesultanan Aceh. 

2. Kerajaan Aceh 

a. Kehidupan Politik 

    Sultan pertama yang memerintah sekaligus pendiri Kerajaan Aceh adalah Sultan Ali Mughayat Syah. Kerajaan Aceh mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Bandar Aceh dibuka menjadi bandar internasional dengan jaminan pengamanan gangguan laut dari kapal perang Portugis. Wilayah Aceh terbentang dari daerah Deli sampai ke Semenanjung Malaka. Namun belum dapat menguasai Malaka karena diduduki oleh Portugis. Pengganti Sultan Iskandar Muda adalah Sultan Iskandar Thani. Masa pemerintahaanya tidak lama karena ia tidak memiliki kepribadian dan kecakapan yang kuat seperti Sultan Iskandar Muda. Kerajaan Aceh terus mengalami kemunduran karena beberapa faktor sebagai berikut : 

1) Kerajaan Aceh mengalami kekalahan dengan perang melawan Portugis di Malaka. Dalam perang tersebut jatuh banyak korban jiwa dan harta benda. 

2) Tidak adanya tokoh yang cakap yang memerintah Aceh sepeninggal Sultan Iskandar Muda. 

3) Daerah-daerah taklukan yang jauh dari pemerintahan pusat mulai melepaskan diri dari pengaruh Aceh seperti Johor, Perlak, Pahang, Minangkabau, dan Siak. 

b. Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan Budaya 

    Dilihat dari segi kehidupan sosial, kemakmuran rakyat semakin meningkat sehingga menyebabkan berkembangnya sistem feodalisme. Kaum bangsawan yang memegang kekuasaanya dalam pemerintahan sipil disebut golongan teungku. Persaingan kedua golongan itu mengakibatkan lemahnya kedudukan Aceh. Di samping itu, kehidupan sosial dalam masyarakat Aceh lebih banyak didasarkan pada ajaran agama Islam. Pada masa kejayaan Aceh, perekonomian Aceh mengalami perkembangan yang sangat pesat, Daerah Aceh yang subur banyak menghasilkan lada. Pada masa itu, aktivitas perekonomian Kerajaan Aceh telah berkembang sampai jauh keluar wilayah kerajaan. Bahkan negara-negara Barat telah melakukan perdagangan di wilayah Aceh. Kapal-kapal dagang Aceh 36 juga aktif dalam pelayaran dan perdagangan sampai ke wilayah Laut Merah. 

     Aceh juga mengalami kemajuan dalam bidang sosial-budaya. hal ini terlihat dengan disusunnya suatu undang-undang tentang tata pemerintahan yang disebut dengan "Adat Makuta Alam". Sastra dan filsafat di Aceh juga mengalami kemajuan. Pada masa itu muncul nama Hamzah Fansuri, seorang ulama besar yang mengajarkan ilmu tasawuf dan mengarang buku tentang filsafat agama Islam dan syiar keagamaan. Ajaranya diteruskan dan disebarkan oleh muridnya yaitu Syamsuddin Pasai. Di sisi lain ada seorang ulama besar yang bernama Nuruddin Ar Raniri. pengarang buku sejarah Aceh yang sangta menentang ajaran Hamzah Fansuri. Dalam buku sejarah Aceh yang diberi nama Bustanussalatin (Taman Segala Raja) menguraikan tentang adat istiadat masyarakat Aceh dan ajaran agama Islam.

3. Kerajaan Gowadan Tallo 

a. Kehidupan Politik 

    Perkembangan pesat kerajaan Makasar tidak terlepas dari raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Makasar. Berikut ini adalah raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Makasar, di antaranya sebagai beikut: 

1) Sultan Alaudin 

2) Sultan Hasanuddin 

3) Raja Mapasomba 

b. Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan Budaya 

    Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Makasar diwarnai dengan ajaran agama islam. Mayoritas masyarakat Makasar beragama Islam sampai sekarang. Pada masa pemerintahan Sultan Alaudin, ia sangat giat mengislamkan rakyatnya. Ia memperluas daerah kekuasaan bukan hanya pada daerah dan pulau di 40 sekitarnya, melainkan juga sampai di bagian timur Pulau Sumbawa dan Lombok. Mereka juga berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan berpegang teguh pada keyakinan, bahwa Tuhan menciptakan lautan untuk semua hamba-Nya. Kehidupan ekonomi masyarakat Makasar bertumpu pada sistem kelautan yang dimilikinya. 

    Makasar yang berkembang sebagai pelabuhan internasional banyak dikunjungi oleh pedagang asing seperti Portugis, Inggris, dan Denmark. Mereka datang ke Makasar melaksanakan kegiatan dalam bidang perdagangan. Pedagang-pedagang Makasar memegang peranan penting dalam perdagangan di Indonesia dan mereka menggunakan perahu seperti penisi dan lambo. Hal itu menyebabkan mereka berhadapan dengan belanda dan menimbulkan perlawanan di mana-mana. Belanda yang merasa berkuasa atas daerah maluku sebagai sumber rempah-rempah menganggap Makasar sebagai pelabuhan gelap. Di pelabuhan Makasar diperjualbelikan rempahrempah yang berasal dari Maluku. Untuk mengatur pelayaran dan perniagaan dalam wilayahnya, disusunlah hukum perniagaan yang disebut "Ade Allopiloping Bicaranna Pabbalu'e" pada sebuah naskah lontar tentang hukum laut karya Amanna Gappa. 

    Kehidupan budaya masyarakat Makasar sangat dipengaruhi oleh keadaan Kerajaan Makasar yang bersifat 38 maritim. Hasil budayanya seperti alat penangkap ikan dan kapal pinisi. Sampai sekarang kapal penisi dari Sulawesi Selatan menjadi salah satu kebanggan bangsa Indonesia. Di samping itu, masyarakat Kerajaan Makasar juga mengembangkan seni sastra yaitu Kitab Lontar. 

Macam-macam Peninggalan Sejarah Bercorak Islam Islam terkenal dengan kebudayaannya yang benilai tinggi. Hal ini dibuktikan peninggalan-peninggalannya diberbagai daerah. 

a. Masjid 

    Masjid merupakan tempat ibadah pemeluk agama Islam. Beberapa masjid peninggalan kerajaan Islam pada antara lain masjid Aceh dan Indrapura (Nanggroe Aceh Darussalam), Masjid Banten (Banten), Masjid Demak dan Kudus (Jawa Tengah), serta Masjid Sendangduwur (Jawa Timur). 

b. Makam 

    Makam merupakan tempat untuk menguburkan orang yang sudah meninggal. Makam raja atau tokoh penyebar Islam menjadi peninggalan sejarah yang bernilai tinggi. Beberapa makam tersebut antara lain makam Sultan Malik as-Saleh dan Sultan Iskandar Muda (Pasai, Nanggroe Aceh Darussalam), makam Maulana Malik Ibrahim (Gresik, Jawa Timur), makam raja-raja Gawa Tallo (Makassar, Sulawesi Selatan), serta makam wali sanga. 

c. Keraton 

    Keraton adalah bangunan yang luas untuk kediaman raja. Beberapa contoh keratin antara lain Keraton Kasunanan Surakarta (Jawa Tengah), Keraton Yogyakarta (DI Yogyakarta), Kasepuhan dan Kanoman Cirebon (Jawa Barat), Kasultanan Ternate (Maluku Utara), serta Kasultanan Deli (Sumatra Utara). 

d. Karya Sastra 

    Beberapa bentuk karya sastra peninggalan Islam sebagai berikut: 

1) Hikayat, yaitu karya sastra yang berisi cerita yang dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat, atau hanya untuk meramaikan pesta. Contohnya, hikayat raja-raja Pasai dan hikayat Hang Tuah. 

2) Suluk, yaitu kitab yang berisi ajaran tasawuf. Contohnya, Suluk Sukarasa, Suluk Wujil, dan Suluk Malang Sumirang.

3) Babad, yaitu cerita yang mengandung kisah sejarah. Contohnya, Babad Tanah Jawi dan Babad Giyanti (karya Yasadipura). Penyebar agama Islam di Pulau Jawa dilakukan oleh wali sanga. Wali sanga artinya Sembilan wali yang menjadi pelopor dan pejuang pengembangan agama Islam. Kesembilan wali tersebut adalah Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Banang, Sunan Drajat, Sunan Gunung Jati, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, dan Sunan Muria.

MASA HINDU BUDHA DI INDONESIA

 MASA HINDU BUDHA DI INDONESIA

MATA KULIAH-SEJARAH INDONESIA

A. Kepercayaan Animisme Dinamisme Hindu Buddha 

     Pengertian dari Animisme cukup banyak. Kata animisme berasal dari bahasa Latin “anima” yang berarti “roh”. Animisme adalah suatu kepercayaan terhadap makhluk halus dan roh, serta keyakinan seperti ini sudah banyak dianut oleh bangsabangsa yang belum bersentuhan ataupun belum pernah menerima ajaran yang berdasarkan daripada agama samawi (wahyu).

     Adapun karakteristik masyarakat yang menganut paham ini, antara lain adalah mereka selalu memohon perlindungan dan permintaan sesuatu kepada roh-roh, misalnya untuk penyembuhan penyakit, sukses dalam bercocok tanam, terhindar dari gangguan hama tanaman, hidup rukun, berhasil dalam berburu, selamat dalam perjalanan jauh dan berperang, terhindar dari gangguan bencana alam seperti banjir, gunung meletus, gempa bumi, kebakaran, dan gangguan cuaca; mudah dalam melahirkan, masuk surga setelah melahirkan, selamat saat membangun dan masuk rumah baru, serta mencapai kedudukan.

    Ciri utama kepercayaan animisme adalah percaya kepada kewujudan roh. Di antaranya adalah penganut kepercayaan ini meyakini bahwa roh seseorang yang telah mati akan bergentayangan ibarat tanpa tuan, menganggu mereka, bahkan kembali datang mengunjungi mereka juga. Selain itu, mereka percaya bahwa tumbuh tumbuhan dan binatang memiliki kekuatan gaib. Dalam hal ini, penganut animisme melakukan pemujaan terhadap kekuatan roh tersebut yang dipimpin oleh pawang. Tujuannya adalah untuk memeroleh kebaikan dan terhindar dari bencana alam.

    Istilah Dinamisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu dunamos. Dalam bahasa Inggris disebut dynamic, artinya adalah kekuatan, daya, kekuatan atau khasiat. Dalam hal ini, dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda di sekitar manusia karena diyakini memiliki kekuatan yang gaib. Dengan kata lain, dinamisme adalah keyakinan terhadap kekuatan yang berada dalam zat suatu benda dan diyakini mampu memberikan suatu manfaat dan marabahaya. Kesaktian itu bisa berasal dari api, batu-batuan, air, pohon, binatang, bahkan manusia. Unsur dinamisme lahir dari rasa ketergantungan manusia terhadap daya dan kekuatan lain yang berada di luar dirinya. Setiap manusia akan selalu merasa butuh dan berharap kepada zat lain yang dianggapnya mampu memberikan berbagai pertolongan dengan kekuatan yang dimilikinya. Manusia tersebut mencari zat lain yang akan ia sembah, karena ia merasa tenang dan nyaman jika ia selalu berada dekat zat tersebut.

B. Sejarah dan Teori Masuknya agama Hindu Buddha 

    Sejarah Nusantara pada masa Kerajaan Hindu-Budha tercipta sejak adanya hubungan pertukaran perdagangan antara Nusantara dengan negara-negara luar, seperti India, Cina, dan kawasan Timur Tengah. Agama Hindu dibawa oleh pengelana dari India bernama Maha Resi Agastya. Maha Resi Agastya di Jawa ini dikenal sebagai Batara Master atau Dwipayana. Pelajaran agama Hindu yang lahir di beberapa tempat di Nusantara disebut aliran Waiṣṇawa, yang merupakan ajaran yang memuja Guru Wiṣṇu sebagai dewa tertinggi. Edukasi ini diterima oleh tandan masyarakat di Lokasi Kota Kapur, Bangka, Lokasi Cibuaya, Lokasi Karawang dan Lokasi Muarakaman, Kutai (sekitar abad ke-5-7 Masehi). Bukti keberadaan agama Hindu dapat dilihat pada ukiran Tuk Mas yang terdapat di Kota Lebak, Daerah Grabag, Magelang, Jawa Tengah, di lereng Gunung Merbabu yang diperkirakan berasal dari pertengahan abad ke-7. Proses masuknya agama Hindu di Indonesia sampai sekarang belum diketahui dengan jelas karena di kalangan para sejarawan belum ada kesepakatan yang bulat. 

Macam-macam teori tentang masuknya agama Hindu ke Indonesia, yaitu sebagai berikut : 

1. Teori Waisya (N. J. Krom) 

Menyatakan bahwa kaum pedagang dari India, di samping berdagang, juga membawa adat kebiasaan, seperti melakukan upacara keagamaan.

2. Teori Ksatria (F. D. K.Bosch) 

Menyatakan Adanya raja-raja dari India yang datang menaklukkan daerah tertentu di Indonesia dan menghindukan penduduknya.

3. Teori Brahmana (J.C.van Leur) 

Kaum brahmanalah yang menyebarkan agama Hindu di Nusantara, Hal ini disebabkan karena kaum brahmana merupakan golongan yang menguasai soal keagamaan, ia mengusulkan istilah guna menggambarkan proses yang terjadi antara budaya Indonesia dengan India melalui penyuburan. 

Masyarakat Hindu terbagi atas empat kasta, yaitu sebagai berikut : 

a. Brahmana (pendeta). 

b. Ksatria (raja, bangsawan, dan prajurit). 

c. Waisya (petani, dan pedagang). 

d. Sudra (pekerja kasar dan budak). 

4. Teori Sudra 

Menyatakan bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kasta sudra. Mereka yang datang ke Indonesia bertujuan untuk mengubah kehidupan karena di India hanya hidup sebagai budak.

5. Teori Gabungan 

Teori ini beranggapan bahwa kaum brahmana, bangsawan, dan pan pedagang bersama-sama menyebarkan agama Hindu sesuai denga peranan masing-masing. 

C. Kerajaan-Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia 

1. Kerajaan Kutai 

Kerajaan Kutai berdiri pada tahun 400 M merupakan Kerajaan Hindu tertua yang terletak di daerah Kutai, Kalimantan Timur. Pusat pemerintahannya diperkirakan berada di Murakaman di tepi Sungai Mahakam.

a. Sumber sejarah 

    Sumber-sumber sejarah Kerajaan Kutai adalah beberapa patung yang ditemukan dalam gua di Gunung kombang dan 7 buah prasasti yang disebut Yupa. Ditemukan pada tahun 1879 sebanyak 4 yupa dan 3 yupa lainnya pada tahun 1940 didaerah aliran Sungai Mahakam. Diperkirakan berasal dari abad ke-4 Masehi. Huruf yang dipakai dalam penulisan yupa adalah huruf Pallawa. Bahasa yang digunakan Sanskerta dan disusun dalam bentuk syair. Isinya menyatakan bahwa Maharaja Kudungga mempunyai seorang putra yang bernama Asmawarman yang disamakan dengan Dewa Ansuman (Dewa Matahari). Asmawarna mempunyai 3 putra, salah satunya yaitu Mulawarman. 

b. Sumber politik 

    Raja pertama di Kerajaan Kutai adalah Raja Kudungga. Pemimpin suku asli yang belum banyak terpengaruh budaya India. Namun, raja-raja berikutnya berbudaya India dan memakai nama sanskerta, yaitu Asmawarman dan Mulawarman. Raja Aswawarman adalah orang Indonesia asli yang telah menerima pengaruh Hindu, kemudian memeluk agama Hindu dan mendirikan dinasti atau keluarga Kutai. Raja kudungga tidak dianggap sebagai pendiri dinasti karena pengertian keluarga raja terbatas kepada keluarga kerajaan yang telah menyerap kebudayaan India dalam kehidupan sehari-hari. 

    Raja mulawarman telah menciptakan stabilitas politik karena salah satu prasasti yupa menyebutkan bahwa Raja Mulawarman adalah raja bijaksana, kuat dan bijaksana. Selain itu, raja dapat menjalain hubungan baik dengan kaum brahmana, terbukti dari sikap raja yang memberikan sedekah sebanayak 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.

c. Sumber sosial 

    Berdasarkan prasasti-prasasti yupa di Kutai telah berkembang suatu masyarakat yang memiliki kebudayaan hasil perpaduan antara unsur budaya India dan lokal. Golongan brahmana merupakan golongan masyarakat yang menguasai bahasa Sanskerta dan dapat menulis huruf Pallawa. Golongan lainnya adalah golongan kstaria yang terdiri dari kerabat Raja Mulawarman. Di luar kedua golongan brahmana dan ksatria terdapat golongan lain yang pada umumnya adalah rakyat Kutai purba. Golongan itu merupakan penduduk setempatyang masih memegang teguh agama asli leluhur mereka. 

    Bukti kenyataan lainnya pada setiap prasasti yupa yang mengagungkan nama yang didirikan oleh kaum brahmana sebagai pernyataan terimakasih atas kehormatan kepada sang raja atas kebaikan raja skepada kaum brahmana. Agama yang dianut Raja Mulawarman adalah agama Hindu aliran Syiwa yang disebut tempat dalam tanah yang suci untuk memuja Dewa Syiwa yang diberi nama Waprakeswara. 

d. Sumber ekonomi 

    Kehidupan ekonomi diperkirakan sudah maju, karena terbukti adanya kesanggupan pihak kerajaan membari sedekah berupa 20.000 ekor sapi kepada para brahmana. Kemampuan ini menunjukkan bahwa mata pencaharian masyarakat Kutai adalah beterenak terutama sapi, bertani dan berdagang.

2. Kerajaan Tarumanegara 

Kerajaan Hindu tertua kedua yang terletak di Lembah Sungai Citarum, Jawa Barat. Berdasarkan isi prasasti Tugu, Poerbatjaraka memperkirakan pusat pemerintahan di Bekasi. 

a. Sumber sejarah 

    Sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara terdiri dari Prasasti, berita atau kronik cina, dan arca-arca. 

1) Prasasti prasasti Tarumanegara Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yaitu Prasasti Ciaruteun (Citarum) , Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, prasasti pasir koleangkak, Prasasti Tugu, prasasti cidanghiang, dan prasasti Awi atau Prasasti Muara Cianten. 

2) Kronik Dinasti Tang Dinasti Tang bersumber dari seorang musafir Cina, FaHsiein, yang datang ke Jawa Barat pada tahun 414 dan kerajaan tolomo menyatakan bahwa di tempat itu sudah ada tiga agama yaitu agama Hindu , agama Buddha dan agama kotor(animisme dan dinamisme. 

3) Arca Peninggalan Arca Rajasi atau biasa disebut Prasasti Tugu diperkirakan berasal dari Jakarta dan 2 buah patung Wisnu dan Cibuaya yang diperkirakan berasal dari abad ke-7 beragam seni pahlawan di India Selatan. 

b. Sumber politik 

    Dari Berita Cina menyebutkan bahwa kerajaan Tarumanegara sering mengirimkan utusan ke Cina untuk menunjukkan bahwa kerajaan Tarumanegara telah menjalin hubungan persahabatan dengan negara lain, termasuk India. Kemajuan di India dalam bidang pemikiran terutama di pemikiran agama menyebabkan unsur-unsur budaya India diambil oleh Tarumanegara tindakan ini menyerap kebudayaan India berhasil dan Kerajaan Tarumanegara berpotensi dengan budaya India potensi ini berupa kemajuan teknologi Taraf pemikiran keagamaan kesenian dan kekuatan struktur masyarakat. 

c. Sumber sosial 

    Pada masa pemerintahan raja Purnawarman kehidupan masyarakat mulai teratur dengan baik hal itu dapat dilihat dari Prasasti tugu yang menyebutkan bahwa Raja Purnawarman telah memerintahkan penggalian sungai Gomati untuk mencegah terjadinya banjir dan pemberian sedekah 1000 ekor sapi kepada para Brahmana. Hubungan antara raja dan Brahmana serta rakyat diduga sudah terjalin dengan baik sebagai bukti penghormatan rakyat dan para Brahmana kepada raja adalah dengan membuat prasasti Lebak di dalam prasasti itu disebutkan bahwa Raja Purnawarman adalah raja yang bijaksana mulia dan pemberani. 

d. Sumber ekonomi 

    Penduduk Kerajaan Tarumanegara mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian, peternakan, pelayaran, perburuan, pertambangan, perikanan dan Perdagangan. Berdasarkan Prasasti Tugu dapat diperkirakan bahwa bidang pertanian sudah relatif maju dalam prasasti ini disebutkan adanya usaha untuk menggali sungai Gomati. Sungai Gomati ini adalah sungai yang digali dari terusan untuk mengaliran air sungai Bekasi di musim hujan tujuannya untuk menanggulangi bahaya banjir dan irigasi bagi sawah-sawah sekitarnya. Peternakan diperkirakan sudah berkembang ternak sapi hal ini dibuktikan dari Pemberian hadiah 1000 ekor sapi kepada para Brahmana. Perdagangan sudah berkembang melalui jalur darat dan air hubungan jalur darat memanfaatkan hewan lembu untuk hubungan dari tempat satu ke tempat lainnya.

3. Kerajaan Mataram Kuno 

a. Sumber sejarah 

Berdirinya Kerajaan Mataram di Jawa Tengah adalah prasasti Canggal yang ditemukan di desa Canggal. Prasasti yang ditulis memakai huruf Pallawa dan Sansekerta itu mempunyai keistimewaan yaitu angka tahun candrasangkala yang berbunyi crutindriyarasa, yang artinya sama dengan tahun 654 Saka atau 732. 

b. Sumber politik 

1) Raja Sanjaya Prasasti Canggal menyebutkan tentang pendirian sebuah lingga du bukit stirangga, daerah kunjarakunja. Menurut Prasasti Canggal Jawa Dwipa yang kaya akan padi dan emas mula-mula diperintah oleh sana setelah rajasana meninggal negaranya menjadi kacau kemudian tampilah Raja Sanjaya anak dari saudara perempuan rajasana yang bernama sanaha. 

    Raja Sanjaya berhasil menaklukkan daerah sekitar dan mampu mewujudkan kemakmuran bagi masyarakat. Pada masa pemerintahan Rakai panangkaran diduga muncul Dinasti Syailendra yang beragama Buddha Dinasti Syailendra diperkirakan menggeser kedudukan Dinasti Sanjaya sehingga Dinasti Sanjaya mengalihkan pemerintahannya ke Jawa Tengah bagian utara perkiraan pergeseran pemerintahan Dinasti Sanjaya itu diperkuat dengan adanya peninggalan Kompleks candi Hindu di Gedong Songo (Ungaran ) dan di Dieng. 

2) Dinasti Syailendra Pada pertengahan abad ke-8 di Jawa Tengah terdapat beberapa prasasti yang berasal dari dinasti Wangsa atau Syailendra. Ditemukannya prasasti sojomerto di daerah sojomerto Pekalongan membuka tapir dengan asal-usul Dinasti Syailendra. Isi prasasti ini menyebutkan tentang nama seorang pejabat tinggi yang bernama dapunta Syailendra berdasarkan keterangan prasasti sojomerto dapat disimpulkan bahwa Dinasti Syailendra berasal dari Jawa Tengah. Prasasti ini juga menyebutkan tentang raja panangkaran yang mendirikan bangunan suci untuk para pendeta dengan menghadiahkan Desa kalaca kepada Sanggha( penganut agama Budha). 

     Wilayah kekuasaan dinasti Syailendra diperkirakan meliputi dari sekitar Magelang dan Yogyakarta sesuai dengan lokasi candi peninggalan dinasti Syailendra secara politis Dinasti Syailendra tidak memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan sejarah peninggalan karya seni bangunan. 

3) Pemindahan kekuasaan ke Jawa Timur Gejala Untuk memindahkan pusat pemerintahan ke daerah Jawa Timur mulai tampak sejak Raja tuladha memerintah tahun 919 - 927 Masehi. Sejak terjadi perpindahan pusat pemerintahan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur Mataram diperintah oleh raja keturunan dinasti Isyana yang lamanya sekitar 300 tahun. Nama isana diambil dari gelar resmi Raja sindok. 

   Pengganti Mpu Sindok adalah putrinya yang bernama Sri Isyanatunggawijaya. Sri isanu tunggal Wijaya menikah dengan lokapala dan lahirlah makutawangsaWardhana yang kemudian menggantikan ibunya sebagai raja di Medang. Raja Darmawangsa pada tahun 1990-1992 masehi telah melakukan serangan menguasai jalur lintas perdagangan antara Cina dan India di perairan nusantara yang dikuasai oleh kerajaan Sriwijaya dan berhasil menduduki beberapa daerah pantai Sriwijaya dan memutuskan hubungan Sriwijaya dengan luar negeri. 

    Pada tahun 1016 kerajaan Dharmawangsa diperkirakan mengalami keruntuhan akibat Serangan kerajaan wurari. Menurut prasasti calcutta serangan wurari itu didukung oleh kerajaan Sriwijaya sebagai wujud balas dendam terhadap Dhamawangsa. 

c. Sumber sosial 

    Hubungan antara raja dan rakyat secara langsung sulit terlaksana sedangkan hubungan antara raja dan para pejabat tinggi hanya terjadi secara formal. Setiap hari Raja mengadakan pertemuan dengan putra mahkota para pangeran para petinggi dan para penasehat raja dalam pertemuan semacam itu pemerintahan raja diturunkan melalui putra mahkota yang kemudian meneruskannya kepada para pejabat tinggi kerajaan. Para pejabat itu menyampaikan pemerintah Raja kepada utusan daerah yang datang Menghadap dan mengajukan permohonan kepada raja. 

d. Sumber ekonomi 

Pada masa kerajaan Mataram penarikan pajak di desa-desa dilakukan oleh pejabat di tingkat daerah yang membawahinya para penguasa daerah Kemudian mempersembahkan kepada raja setiap kali panen. Masalah perekonomian mendapat perhatian besar pada zaman bahitung pada prasasti Purworejo menyebutkan tentang pendirian suatu pusat perdagangan. 

    Pada prasasti Wonogiri menyebutkan tentang pembebasan pajak bagi desa-desa yang berada di tangan dan di kiri Sungai Bengawan Solo tujuannya adalah agar penduduk desa setempat dapat menjamin kelancaran hubungan lalu lintas untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo Berdasarkan pernyataan itulah menyebabkan pada masa pemerintahan raja brainly disebut sebagai masa stabilitas di bidang ekonomi. Beberapa prasasti memberikan penjelasan sekilas bahwa ekonomi pedesaan digambarkan dengan adanya kerjasama yaitu menjual beras dari suatu desa ke pasar desa lain. Barang-barang berupa perdagangan hasil bumi, hasil industri, binatang ternak.

4. Kerajaan Sriwijaya 

Kerajaan Sriwijaya berada di kawasan Selat Malaka. Sejak awal abad ke-1 M sudah terjalin hubungan dagang anatar Indonesia dan India yang melewati jalur Selat Malaka.

a. Sumber sejarah 

 • Prasasti Kedukan Buku brangka tahun 605C (saka) atau tahun 683 M di tepi Sungai Tatang, dekat Palembang. 

• Prasasti Talang Tuwo brangka tahun 606C (684 M) di Desa Gandus, sebelah barat Palembang. 

• Prasasti Kota Kapur berangka tahun 608C (686 M) di Pulau Bangka. 

• Prasasti Karang Brahon berangka tahun 608C (686 M) di Jambi. 

• Prasasti Ligor berangka tahun 697C (775 M) di Tanah Genting Kra. Selain peninggalan prasasti berupa berita Asing dari Cina, India, Arab, serta benda-benda purbakala. Contohnya candi-candi, yang emliputi Candi Muara Takus, Candi Koto Mahligai dan candi lainnya. 

b. Sumber politik 

    Zaman keemasan pada tahun 850 M atau abad ke-8 dan ke-9 diperintah oleh Raja Balaputradewa. Prasasti Nalanda menyebut bahwa Balaputradewa adalah cucu dari raja Jawa yang berasal dari keluarga Sailendra. Karena Dinasti Syailendra terdesak oleh Dinasti Sanjaya, Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya lalu diangkat menjadi raja. Faktor pendorong perkembangannya yaitu mempunyai letak yang strategis, kemajuan kegiatan perdagangan antara India dan Cina dan Keruntuhan Kerajaan Fu-Nan. 

c. Sumber sosial 

    Sejak abad ke-7 dikenal sebagai pusat pendidikan agama Buddha Mahayana. Dalam perkembanganagama Buddha Mahayana yang terpenting di Asia Tenggara dan Asia Timur. Sebagai buktinya kedatangan seorang pendeta dari Tibet bernama Attisa ke Sriwijaya pada tahun 1011-1023 M. tujuannya untuk belajar agama Buddha ke Guru Besar yang terkenal masa itu yaitu Dharmakirti. 

d. Sumber ekonomi 

    Ramainya perdagangan India dan Cina melalui Selat Malaka sangat menguntungkan Sriwijaya. Selain membayar bea masuk, mereka juga melakukan transaksi jual beli dangan pedaganng Sriwijaya berupa emas, perak, gading, penyu, kemenyan, kapulaga, kapur barus dan ditukar dengan aneka porselin, kain katun atau sutera. Sebagai usaha diplomatik Sriwijaya untuk menjamin agar Cina tidak membuka perdagangan langsung dengan negara di Asia tenggara yang dapat merugikan perdagangannya. 

5. Kerajaan Kediri 

a. Sumber politik 

    Setelah 58 tahun mengalami masa kegelapan akhirnya Kerajaan Kediri terdengar lagi sekitar tahun 1116. Rencana kerajaan yang dipakai adalah Narasinggah atau narashima. pada Prasasti Talang disebutkan pemakaian rencana Garuda muka. Dalam prasasti Antang yang berangka tahun 1057 dan 1135 masehi tercantum pangjalu Jayati yang akhirnya Panjalu menang. Kata itu sekaligus untuk menaklukkan bahwa Jayabaya adalah pewaris tahta kerajaan yang sah dari air Lingga. 

    Pada masa pemerintahan Kameswara, seni sastra berkembang pesat kemajuan bidang kesusastraan pada zaman Kediri disebabkan oleh faktor: 

1) Adanya Pujangga pujangga yang pandai 

2) Adanya perlindungan terhadap para pujangga 

3) Penghormatan kepada raja melalui hasil sastra 

4) Adanya kebebasan berpikir dalam mengembangkan kesusastraan. Pengganti kamiswara adalah Raja Kertajaya atau Srengga yang memerintah dari tahun 1185 sampai tahun 1222 Raja Kertajaya dikalahkan Ken Arok dan Singosari pada 222 dalam perang ganter di Pujon Malang. 

b. Sumber sosial 

    Kondisi masyarakat Kediri sudah teratur penduduknya sudah memakai kain sampai di bawah lutut, rambutnya diurai, rumahnya bersih dan rapi serta ubinnya berwarna hijau atau kuning. Orang yang sakit tidak perlu mencari obat tetapi cukup memohon kesembuhan kepada dewa dan Buddha. hukum badan atau fisik bagi yang bersalah tidak ada. Dalam perkawinan keluarga pengantin wanita menerima mas kawin berupa emas. Hukum yang berlaku pada sistem denda dengan membayar emas bagi yang bersalah tetapi pencuri dan perampokndihukum mati rakyat membayar pajak dengan hasil bumi. 

c. Sumber ekonomi 

    Kediri merupakan negara agraris dan maritim masyarakat hidup di pedalaman dengan mata pencaharian sebagai petani sebagian masyarakat juga mempunyai kemampuan memelihara ulat sutra dan kapas yang menunjukkan bahwa kegiatan penenunan kain sudah berjalan dengan baik. Masyarakat pesisir juga melakukan perdagangan dan pelayaran perdagangan dan pelayaran. Pada masa itu sudah berkembang maju barang dagangan yang penting dan berharga. pada waktu itu adalah emas dan perak terbukti adanya ketentuan hukuman denda yang harus dibayar dengan emas. 

6. Kerajaan Singosari 

a. Sumber politik 

 1) Potitik dalam negeri 

    Politik dalam negeri Kertanegara ditunjukkan untuk memperlancar dan mempertahankan pemerintahan untuk mencapai tujuan itu Kertanegara melakukan berbagai tindakan sebagai berikut: 

a. Memecat malah Patih raganatha karena di bidang kurang mendukung gagasan raja dan menggantikannya dengan kebo Tengah. 

b. Mengangkat banyak wide sebagai Bupati Sumenep yang dianggap masih punya hubungan erat dengan Kediri. 

c. Mengangkat jayakatwang sebagai raja kecil di Kediri guna menghindarkan perselisihan. 

d. Mengambil arharaja Putra jayakatwang dan Raden Wijaya sebagai menantu. 

e. Memperkuat Angkatan perang. 

2) Politik luar negeri 

    Dalam menjalankan politik luar negerinya Kertanegara mempunyai dua tujuan yaitu sebagai berikut: 

a. Stabilisasi daerah-daerah di nusantara dalam arti mempersatukan seluruh nusantara yang dipimpin oleh kerajaan Singosari.

b. Mengurangi pengaruh dan Dua kerajaan besar yang merupakan lawan lawan politik Kertanegara yang kerajaan Sriwijaya dan Cina Mongol. 

    Pada tahun 1292 jaya katwang yang diangkat menjadi raja kecil di kerajaan Kediri oleh raja Kertanegara melakukan pemberontakan dan menyerang Singosari serangan itu berhasil menghancurkan Kerajaan Singasari dan menewaskan Raja Kertanegara. kematian Kartawijaya menyebabkan Kerajaan Singasari dapat dikuasai oleh jayakatwang sehingga dengan agama Kertanegara di damarkan di Candi Jawi sebagai Siwa Budha sebagai wariota di segala dan bairawa di Candi Singosari.

7. Kerajaan Majapahit 

    Kerajaan Majapahit berada di dekat Trowulan yang letaknya kurang lebih 10 km sebelah barat daya Kota Mojokerto. Banyaknya penemuan di lokasi berupa pondasi bangunan, gapura, candi, saluran air dan umpak-umpak rumah. Termasuk suatu kerajaan besar yang disegani oleh mancanegara dan membawa keharuman nama Inodenisa sampai jauh ke luar wilayah Indonesia. 

a. Sumber sejarah 

• Prasasti : Prasasti Gunung Butek, Brumbung, Kudadu, gajah Mada dan Jiu. 

• Karya sastra : Negarakertagama, Pararaton, Sutasoma dan Kidung Sundayana. 

• Candi : Candi Penataran, Tikus, Tegalwangi, Bajangratu, Jabung dan Kedaton. 

• Berita asing dari Cina, India dan Arab. • Arca, mata uang dan keramik. 

b. Sumber politik 

    Raden Wijaya menghimpun orang-orang tua dan Madura menjadi pasukan dalam rangka persiapan merebut kembali kekuasaan dari tangan jayakatwang. Cara persiapan perebutan kekuasaan sudah selesai datanglah Balai seseorang dari Sejarah Cina dan Mongol dikirim oleh kaisar ke Bali lengkap untuk menghukum Raja Jawa yaitu Kertanegara yang pernah menghina utusan ubhilakham. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk membalas dendam kepada jayakatwang. Raden Wijaya bersedia tunduk kepada kekuasaan kubalilkan dan membantu tentara tartar untuk menghukum Raja Jawa di Kediri. Tentara Raden Wijaya dan pasukan Arya Wira raja di Kediri tentang organisasi Madura lalu bergabung bersama tentara untuk menghancurkan kediri. Pada waktu tentara tartar hendak kembali ke pelabuhan karena tugasnya selesai Raden Wijaya berbalik menyerang lebih dari 3000 tentara tartar dapat dibinasakan oleh pasukan Raden Wijaya dan sisanya kembali ke negeri setelah berhasil mengusir tentara Sriwijaya dinobatkan sebagai Majapahit dengan gelar Sri kertarajasajayawardhana pada tahun 1293. 

c. Sumber sosial

    Tata masyarakat Singosari dan Majapahit berdasarkan hinduisme ciri khusus penerapan konsep hinduisme adalah pembagian anggota masyarakat ke dalam tempat golongan kasta yaitu Brahmana ksatria Waisya dan Sudra. Di samping keempat kasar tersebut terdapat tiga golongan terbawah dalam masyarakat yang tidak termasuk dalam kasta-kasta atas yaitu : 

1) Candala Orang-orang yang lahir dari perkawinan atas kasta yang berbeda.

2) Mleccha Para pedagang asing dari India Kamboja tanpa Syam dan Cina yang tidak memeluk agama Hindu dan tinggal di kota-kota pelabuhan. 

3) Tuccha Para penjahat atau orang-orang yang tidak berguna bahkan merugikan masyarakat . 

d. Sumber ekonomi

    Perdagangan pada masa zaman Majapahit sudah ramai dibuktikan dengan banyaknya para pedagang asing di Majapahit. Ma Huan juga menyebutkan bahwa Pelabuhan Tuban merupakan pelabuhan ekspor hasil bumi dari Jawa atau pulau-pulau lainnya. Barang dagangan terdiri dari beras, lada, garam ,rempah-rempah, mutiara kulit penyu dsb. 

PEMERINTAHAN ORDE BARU

  Latar Belakang Lahirnya Orde Baru Mata kuliah - Sejarah Indonesia       Setelah Gerakan 30 September dapat ditumpas, berdasarkan berbagai ...