Rabu, 12 Oktober 2022

PORTUGIS DAN KOLONIALISASI

PORTUGIS DAN KOLONIALISASI

MATA KULIAH-SEJARAH INDONESIA

A. Awal Kedatangan 

    Sebelum merasakan kemerdekaan seperti saat ini, nenek moyang rakyat Indonesia zaman dahulu hidup di bawah pemerintahan bangsa Eropa. Dahulu, pada awalnya Bangsa Eropa datang ke Tanah Air dengan tujuan untuk berdagang dan menjadikan negara Indonesia sebagai koloni atau negara jajahan. Meskipun paling lama berada di wilayah Nusantara, Belanda bukanlah bangsa pertama yang datang ke Indonesia. Bangsa Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang mencapai daerah Kepulauan Nusantara. Tujuan mereka saat itu datang ialah untuk mendominasi ataupun ingin menguasai sumber perdagangan rempah-rempah yang pada saat itu hasilnya bisa menguntungkan pada awal abad ke-16 . a. Kedatangan Portugis ke Nusantara Portugis merupakan sebuah negara yang berada di benua biru atau Eropa. Bangsa yang cukup memiliki pengaruh di Asia Tenggara. Seperti yang diketahui secara umum bahwasannya Portugis adalah bangsa barat pertama yang datang ke Indonesia. Dalam pelayaran yang dilakukan oleh Portugis adalah dengan menyewa jasa pelaut asing dan peta navigasi didapat dari Lisbon. Kedatangan awal Portugis ke Indonesia pada mulanya bertujuan untuk mendapatkan rempah-rempah dan membawanya kembali ke Eropa. Seiring dengan berjalannya waktu tujuan Portugis berubah yang awalnya hanya mencari rempah-rempah menjadi memonopoli perdagangan di Indonesia. Portugis sendiri datang ke Indonesia pada abad XVI.

    Pada abad ke-XVI, Portugis datang pada awal abad ini yaitu pada tahun 1511. Kedatangannya ke Indonesia didengar oleh negara-negara lain di Eropa, seperti Belanda, Spanyol dan Inggris. Negara-negara di Eropa sangat kagum dengan Portugis yang berhasil datang ke Indonesia dan mendapatkan banyak rempah-rempah. Dalam petualangannya di Indonesia Portugis mengalami beberapa hambatan yang terjadi. Hal ini dikarenakan perlakuan Portugis disetiap kunjungannya di beberapa wilayah di Indonesia. Perlakuan Portugis yang semena-mena dan tidak memiliki strategi khusus dalam menghadapi masyarakat setempat yang membuat seringnya kegagalan yang dialami oleh Portugis. Perjalanan Portugis di pulau Jawa juga mendapatkan hambatan. Portugis yang menganggap bahwasannya perang internal yang ada di Jawa adalah perang antar agama. Padahal didalam kenyataannya sebagian besar masyarakat Jawa menganggap bahwa agama yang dianut hanyalah tujuan untuk mencapai tujuan, dan untuk waktu yang lama. Sebagian dari mereka bahkan enggan memahami Islam seperti yang seharusnya, yakni menganggap bahwa agama yang berbeda dari semua agama lainnya. Inilah yang menjadi kesalahan Portugis yang kurang memahami situasi yang ada di Indonesia. Mereka sangat berbeda dengan Belanda yang lebih sangat kompleks sebelum melakukan pendekatan dengan masyarakat di Indonesia. Dalam hal pengenalan dan pendekatan sangat buruk bahkan sering mendapatkan penolakan dari beberapa kerajaan di Indonesia karna sikapnya yang sangat keras dan sangat berambisi tanpa berfikir cara-cara yang harus ditempuh dengan matang-matang. Adapun wilayah yang melawan Portugis karena tindakan mereka yaitu : 

1) Kepulauan Banda 

Ketika portugis masuk ke wilayah ini mereka menemukan hambatan yang besar. Penolakan oleh masyarakat Banda terhadap masuknya Portugis sangatlah mengganggu Portugis didalam pemonopolian perdagangan yang direncanakannya. Kepulauan Banda dikenal sebagai pusat perdagangan Pala. Hal ini memunculkan nafsu serakah Portugis didalam menguasai daerah tersebut. Masyarakat daerah ini dikenal memiliki harga diri dan perkerja keras. Masyarakat disini juga memiliki andil besar dalam perdagangan laut yang ada diantara Maluku dan Jawa. 

2) Malaka 

Nafsu yang besar Portugis untuk mendapat keuntungan sebanyakbanyaknya di Indonesia mengalami perlawanan dari Malaka. Walau sempat menjalin hubungan dengan Malaka, namun dalam menjalin hubungannya hampir sama dengan kepulauan Banda.

3) Jepara 

Perjalanan Portugis di pulau Indonesia yang menjadi salahsatu lawan terkuat mereka adalah Jepara. Mengapa dikatakan demikian hal ini seiring dengan berhasilnya Jepara dalam mengambil kekuasaan Demak yang telah dikalahkan Hindu dari Jawa Timur 6 tahun setelah mencapai puncaknya yaitu pada tahun 1540. Jepara menjadi lawan berbahaya bagi Portugis selama tigaperempat abad ke-16. Jepara dua kali melakukan penyerangan terhadap Portugis. Yang pertama pada tahun 1550M mengepung Malaka dengan bantuan sekutu yaitu Johor. Penyerangan kedua yaitu dengan bersekutu dengan Aceh walau pada dasarnya Aceh tidak sepenuh hati bersekutu dengan Jepara. Penyerangan kedua ini dilakukan pada tahun 1574. Walau usaha yang dilakukannya gagal dalam menggusur Portugis dari benteng utama yaitu di Malaka, namun kemanapun berlayar, Islam mendapatkan keunggulan 

B. Hubungan Portugis dan Spanyol 

Pada abad ke 15 dan 16 perdagangan di Eropa didominasi oleh bangsa Portugis dan spanyol. Keduanya bersaing dalam memupuk kekayaan dan menaklukkan bangsa lain. Mereka adalah bangsa pertama yang menaklukkan dunia dengan menjelajah samudra. Portugis dan Spanyol bahkan pernah membagi dunia menjadi dua bagian untuk masing-masing. Pembagian itu dikenal sebagai Perjanjian Tordesillas. Pada akhir abad 15, Portugis dan Spanyol mengirim para pelautnya untuk berlayar menemukan tanah baru.Spanyol mengirim penjelajah terbaiknya, Christopher Columbus. Columbus berhasil menemukan benua Amerika. Pada 1493, setelah kabar keberhasilan Columbus tersebar, pemimpin Kerajaan Spanyol, Ferdinand dan Isabella, meminta Paus untuk mengakui kekuasaan Spanyol atas 'Dunia Baru' yang mereka temukan. Spanyol juga meminta agar Portugis dan saingan mereka yang lain dilarang ikut ambil bagian dari benua yang baru ditemukan ini.3 a) Isi Perjanjian Tordesillas Untuk mengakomodasi permintaan ini, Paus Alexander VI yang merupakan keturunan Spanyol, membagi dunia lewat garis demarkasi.Garis lurus ditarik dari Kutub Utara ke Kutub Selatan sekitar 100 league (setara 320 mil) dari barat Kepulauan Tanjung Verde. Spanyol diberi hak eksklusif menguasai tanah di sisi barat garis. Sementara Portugis di sisi timur. Keduanya tidak boleh menjajah wilayah yang dipimpin penganut kristen.Raja Portugal John II tidak puas dengan perjanjian ini. Sebab wilayah Portugis menjadi terbatas.Portugis bahkan hanya mendapat sedikit wilayah Afrika. Ruang gerak Portugis di laut juga sangat terbatas.Peta dunia yang diketahui saat itu baru terdiri dari benua Eropa, Amerika, dan Afrika. Bangsa Eropa belum menemukan posisi benua Asia dari laut.Maka pada 7 Juni 1494, kedua perwakilan kerajaan bertemu di Tordesillas, wilayah di barat laut Spanyol.Garis demarkasi yang digambar Paus, digeser sekitar 370 league (1.185 mil) ke kiri, ke barat Kepulauan Tanjung Verde.Perubahan kesepakatan ini baru disetujui Paus Julius II pada 1506.Kerajaan dan kekuasaan lain tak mengakui Perjanjian Tordesillas. Hanya Portugis dan Spanyol yang mengikuti perjanjian ini. b) Dampak Perjanjian Tordesillas Lewat Perjanjian Tordesillas dan perubahannya, Portugis menguasai sisi timur benua Amerika Selatan.Selama hampir 300 tahun berikutnya, Portugis berkuasa atas Brazil.Selain itu, Perjanjian Tordesillas juga membuat pelaut Portugis berlayar ke timur, mengitari pantai barat Afrika.Pada 1487, pelayar Bartolomeus Dias mengitari Tanjung Harapan di Afrika dan memasuki Samudra Hindia.Kemudian pada 1497, pelayar Vasco de Gama sampai di India.Pendaratan di India akhirnya mengantarkan Portugis ke Nusantara.

C. Penjajahan Portugis 

Bangsa Eropa dikenal dengan bangsa yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih. Bangsa Eropa juga mengalami masa yang sulit sebelum menjadi bangsa yang maju seperti saat ini. Karena menginginkan perubahan, maka bangsa ini harus mendapatkan pencapaian yang besar agar dapat setara dengan bangsa lain. Hal ini lah yang membuat bangsa Eropa masuk ke Indonesia. Bangsa Portugis yang datang ke Indonesia dipimpin oleh Alfonso d’ Albuquerque. Ia pada tahun 1511 berhasil menguasai Kerajaan Malaka. Kekuasaan Portugis mengalami perkembangan yang pesat setelah menguasai Malaka. Mereka selanjutnya memperluas kekuasaan ke daerah-daerah lainnya di Indonesia. Selain itu orang Portugis biasanya mampu berbaur dengan masyarakat setempat seperti menikahi perempuan pribumi. Potugis pada waktu terjadi perselisihan di Maluku antara Hitu dan Seram, yang dilakukannya adalah memihak Hitu sehingga Portugis diterima di sana. Cara yang dilakukan Portugis di Hitu juga diterapkan ketika datang ke Ternate, mereka diterima baik oleh kerajaan Ternate untuk menghadapi Tidore. Ketika berhasil mengalahkan Tidore yang dibantu pihak Spanyol, Portugis meminta imbalan untuk memonopoli perdagangan cengkeh Keadaan itu menyebabkan rakyat Ternate tidak menyukai orang orang Portugis. Mereka berusaha untuk membebaskan diri dari kekuasaan Portugis. 

D. Keadaan Masyarakat Pada Masa Portugis 

Setelah berhasil menguasai Malaka pada 1511, Bangsa Portugis melanjutkan perjalanan ke Maluku. Tujuan utamanya menguasai rempah-rempah di Ternate atau Maluku. Awalnya kedatangan Bangsa Portugis disambut hangat oleh raja serta rakyat Ternate. Bahkan Portugis diberi kesempatan mendirikan benteng dan hak monopoli perdagangan cengkeh. Keserakahan Portugis dan ketentuan harga cengkeh yang terlalu rendah, membuat rakyat Ternate atau Maluku sengsara. Permusuhan antar keduanya pun tidak dapat dihindarkan. Akibatnya Portugis harus memindahkan kegiatan dagang mereka ke Nusa Tenggara. Perlawanan terhadap Bangsa Portugis didasari oleh keserakahan bangsa Portugis, dan tindakan monopoli perdagangan yang terjadi di beberapa daerah, seperti Aceh dan Maluku. Perlawanan ini juga disebabkan oleh beberapa hal lainnya, yaitu: 1. Portugis berusaha memperluas daerah kekuasaannya. Caranya dengan menaklukkan banyak kerajaan di Indonesia, seperti Kerajaan Demak, Kerajaan Ternate dan Tidore serta Kerajaan Aceh. 2. Portugis melarang Bangsa Indonesia untuk berlayar ke laut merah dan berdagang rempah-rempah. Hal ini merupakan salah satu contoh monopoli perdagangan Portugis. 3. Portugis menangkap kapal dagang milik masyarakat Indonesia, tujuannya untuk memonopoli perdagangan.

E. Kejayaan dan Kemunduran Portugis 

Bangsa Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang mencapai daerah Kepulauan di Nusantara. Tujuan mereka pada saat itu yaitu untuk mendominasi berbagai sumber perdagangan rempah-rempah di Indonesia yang tentunya akan sangat menguntungkan. Pada awal abad ke-16 Portugis mengendalikan berbagai perdagangan di Asia Tenggara di yang di pimpinan Alfonso de Albuquerque. Portugis kembali bergerak untuk menuju negara yang kaya akan hasil laut serta rempah-rempah. Pada tahun 1511, bangsa Portugis pertama kali datang di Indonesia, yang bertepatan di daerah Malaka. Pada saat itu tidak ada pusat perdagangan yang besarnya melebihi dari Malaka. Kerajaan Malaka diperintahkan oleh Sultan Ahmad Syah (1488-1511). Dengan dikuasainya Malaka, Portugis memperoleh dua keuntungan yaitu: 1) Portugis akan menguasai jalur perdagangan penting yang ada di Asia, termasuk juga perdagangan rempah-rempah. 2) Malaka dapat dijadikan batu loncatan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku. Oleh karena itu, kemudian Portugis mambangun basis militer yang kuat di Malaka. Pada tahun 1512 terjadi perlawanan yang dilancarkan oleh seorang pemuka masyarakat yang bernama Pare Kadir (karir), namun karna senjata Portugis lebih lengkap, Pare Kader dapat dipukul mundur dan kemudian meloloskan diri sampai Jepara dan Demak. Tindakan Portugis memonopoli perdagangan juga mendapatkan perlawanan dari penguasa Demak. Malaka juga menjadi tempat komoditas utama dari seluruh dunia timur dan barat. Tome Pires mengatakan bahwa tidak ada tempat lain yang memperdagangkan komoditas dengan halus dan mahal. Pada tahun 1512, Alfonso de Albuquerque mengirimkan armadanya ke Maluku.

KEDATANGAN BANGSA SPANYOL DAN KOLONIALISASI DI INDONESIA

KEDATANGAN BANGSA SPANYOL DAN KOLONIALISASI DI INDONESIA 

MATA KULIAH-SEJARAH INDONESIA


A. kedatangan Spanyol dan kolonialisasi

    Ferdinand Magelhaens tokoh inilah, yang memimpin armada yang pertama kali mengelilingi dunia dan membuktikan bahwa bumi bulat, saat itu itu dikenal oleh orang Eropa bumi datar. Dimulainya Kolonisasi berabad-abad oleh Spanyol bersama bangsa Eropa lain, terutama Portugis,Inggris dan Belanda. Dari Spanyol ke Samudra Pasifik itulah armada Portugis mengarungi Samudra Pasifik, melewati Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka. Dari sini penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah, komoditas yang setara emas kala itu. ”Pada abad 16 saat petualangan itu dimulai biasanya para pelaut negeri Katolik itu diberkati oleh pastor dan raja sebelum berlayar melalui samudera.

    Peperangan di Filipina Selatan turut memengaruhi perekonomian Spanyol. Penyebab utama kekalahan Spanyol juga akibat aksi pemberontakan pendayung yang melayani kapalkapal Spanyol. Sistem perkapalan Spanyol bertumpu pada pendayung yang umumnya terdiri dari budak-budak Spanyol. Biasanya kapal Spanyol dilayani sekitar 500 - 600 pendayung yang umumnya diambil dari penduduk wilayah yang dikuasai Spanyol. Umumnya pemberontakan para pendayung terjadi bila ransum makanan menipis dan terlalu dibatasi dalam pelayaran panjang, untuk mengatasinya Spanyol menyebarkan penanaman palawija termasuk aneka ragam cabai (rica), jahe (goraka), kunyit dll. Kesemuanya di tanam pada setiap wilayah yang dikuasai untuk persediaan logistik makanan awak kapal dan ratusan pendayung. Pergerakan Mengusir Penjajahan lawan Spanyol Minahasa juga pernah berperang dengan Spanyol yang dimulai tahun 1617 dan berakhir tahun 1645. Perang ini dipicu oleh ketidakadilan Spanyol terhadap orang-orang Minahasa, terutama dalam hal perdagangan beras, sebagai komoditi utama waktu itu. Perang terbuka terjadi nanti pada tahun 1644-1646. Akhir dari perang itu adalah kekalahan total Spanyol, sehingga berhasil diusir oleh para waranei (ksatria-ksatria Minahasa).

B. Tujuan Kedatangan Bangsa Spanyol ke Indonesia. 

1. Mencari Kekayaan Rempah-Rempah (GOLD) 

    Motivasi awal keberangkatan para pelaut Spanyol adalah mencari kekayaan rempahrempah langsung dari sumbernya. Sejak awal, kawasan Asia Tenggara dikenal sebagai sumber rempah-rempah yang mengisi pasar Eropa. Bangsa-bangsa yang mendiami Asia Tenggara diketahui sebagai penghasil rempah-rempah terbaik dunia. Setelah mendengar keberhasilan Portugis menemukan jalur pelayaran rempah-rempah, Spanyol tertarik untuk ikut mencoba. Mereka menugaskan para pelaut terbaiknya mengarungi Samudra untuk mencari jalur pelayaran baru, seperti yang dilakukan oleh Portugis. Rombongan ekspedisi tersebut dipimpin oleh Magellan's. Pada tahun 1521, sisa-sisa armada Magellan yang dipimpin oleh Sebastian del Cano tiba di Tidore. Mereka diterima dengan baik oleh masyarakat dan pihak kerajaan. Spanyol dianggap bisa dijadikan sebagai sekutu untuk menghadapi Kerajaan Ternate yang bersekutu dengan Portugis. Sebagai balasannya, Spanyol diberikan hak untuk melakukan aktivitas perdagangan rempah-rempah di Tidore.. 

2.Menyebaran Agama Katolik (GOSPEL) 

    Menurut catatan sejarawan, masuk dan berkembangnya agama katolik bersamaan dengan masuk dan berkembangnya penjelajahan dan pelayaran dunia yang dilakukan oleh bangsa Portugis, Spanyol dan Belanda di Indonesia. Sembari melaksanakan aktivitas perdagangan rempah-rempahnya, bangsa Spanyol juga melakukan kegiatan penyebaran agama katolik. Memang, sejak awal di dalam rombongan bangsa Spanyol, ikut pula para pastor serta misionaris lainnya untuk menyebarkan agama Katolik pada penduduk yang disinggahi para pelayar. 

3.Mencari Kebangaan dan Kejayaan (GLORY). 

    Dalam kurun waktu Abad ke-16, bangsa-bangsa Eropa saling bersaing untuk menjadi bangsa paling unggul. Keunggulan tersebut diukur dari seberapa banyak wilayah yang berhasil ditaklukkan. Mereka berlomba untuk mencari daerah-daerah baru untuk menancapkan kekuasaan. Keberhasilan mendapatkan wilayah baru dianggap sebagai sebuah kebanggaan dan kejayaan (glory). Ini pula yang dilakukan oleh bangsa Spanyol di Indonesia. Mereka melihat peluang untuk menjalin hubungan dengan Kerajaan Tidore setelah mengetahui bahwa kerajaan tersebut sedang terlibat perang dengan Kerajaan Ternate. Mereka menjadikan hubungan ini sebagai pembuka jalan untuk menguasai seluruh Kerajaan Tidore. 

4. Menyebarkan Kebudayaan. 

    Meskipun, keberadaan bangsa Spanyol di Indonesia dianggap relatif singkat (1521-1529), namun mereka berhasil menyebarkan beberapa kebudayaannya yang peninggalannya masih bisa kita saksikan sekarang ini. Peninggalan-peninggalan budaya Spanyol di Indonesia antara lain sebagai berikut: Malaga, suatu merk minuman campuran beralkohol, konon nama Malaga tersebut mengambil nama suatu tempat di kota Spanyol, yaitu kota di pesisir pantai selatan Spanyol. Nama marga di Minahasa, yaitu apabila seorang perempuan menikah, nama keluarga suami disisipkan. Misalnya, pria bermarga Assa, menikah dengan marga Damongilala, keluarga itu disebut keluarga Assa-Damongilala. Kuliner Panda, makanan ringan khas Manado. Konon kue pastel berisi ikan cakalang ini merupakan modifikasi makanan khas Amerika Selatan "empanada" yang dipopulerkan orang Spanyol di tanah Minahasa. Vihuela (semacam gitar klasik) yang digunakan hingga saat ini. Orang Spanyol suka menanam cabai, jahe, dan kunyit di wilayah logistik mereka, seperti di Minahasa. Kosakata dalam bahasa Spanyol masih kita jumpai saat ini, misalnya tornado, bonanza, matador, patio, grand supreme, dan lainnya.

C. Keadaan Masyarakat Pada Saat Itu 

    Perjalanannya melewati daerah Cagayan dan Mindanao yang akhirnya sampai di daerah Maluku tepat pada tahun 1521. Kedatangan bangsa Spanyol diterima dengan ramah oleh Sultan Tidore yang sedang bersekutu dengan Portugis. Namun perspektif dari bangsa Portugis tentang Spanyol tiba di Maluku merupakan pelanggaran hak monopoli. Penyebab dari peristiwa tersebut maka menimbulkan persaingan antara Portugis dengan Spanyol. Untuk mengantisipasi terjadinya keberlanjutan perang, maka diadakannya Perjanjian Saragosa yang dibuat pada tanggal 22 April 1529 yang berisi; (1) Spanyol harus memusatkan kegiatannya di Filipina kemudian meninggalkan Maluku; (2) Perdagangan di Maluku tetap dilakukan oleh Portugis. Kemudian muncul perjanjian saragosa pada tahun 1529. Perjanjian tersebut membagi wilayah dengan melakukan batas garis tujuh belas derajat lintang timur di perairan Maluku Utara. Namun dalam perjanjian tersebut, Spanyol merasa dirugikan karena tidak meraih lintasniaga dengan gugusan kepulauan penghasil rempah-rempah. Untuk itu mengirimkan ekspedisi menuju Pasifik Barat pada 1542. Pada bulan Februari tahun itu lima kapal Spanyol dengan 370 awak kapal pimpinan Ruy Lopez deVillalobos menuju gugusan Pasifik Barat dari Mexico . Tujuannya untuk melakukan perluasan wilayah dansekaligus memperoleh konsesi perdagangan rempah-rempah di Maluku Utara.Dari pelayaran ini Villalobos mendarat digugusan kepulauan Utara disebut Filipina, di ambil dari nama putera Raja Carlos V, yakni Pangeran Philip, ahli waris kerajaan Spanyol. Sekalipun Filipina tidak menghasilkanrempah-rempah, tetapi kedatangan Spanyol digugusan kepulauan tersebut menimbulkan protes keras dari Portugis.Alasannya karena gugusan kepulauan itu berada di bagian Barat, di lingkungan wilayahnya. Walau mengkonsentrasikan perhatiannya di Amerika-Tengah, Spanyol tetap menghendaki konsesi niaga rempah-rempahMaluku-Utara yang juga ingin didominasi Portugis. Tetapi Spanyol terdesak oleh Portugis hingga harus mundur ke Filipina. Akibatnya Spanyol kehilangan pengaruh di Sulawesi Utara yang sebelumnya menjadi kantong ekonomidan menjalin hubungan dengan masyarakat Minahasa. Peperangan di Filipina Selatan turut memengaruhi perekonomian Spanyol. Penyebab utama kekalahan Spanyol juga akibat aksi pemberontakan pendayung yang melayani kapal-kapal Spanyol. Sistem perkapalan Spanyol bertumpu pada pendayung yang umumnya terdiri dari budak-budak Spanyol. Biasanya kapal Spanyol dilayanisekitar 500 - 600 pendayung yang umumnya diambil dari penduduk wilayah yang dikuasai Spanyol. Umumnya pemberontakan para pendayung terjadi bila ransum makanan menipis dan terlalu dibatasi dalam pelayaran panjang,untuk mengatasinya Spanyol menyebarkan penanaman palawija termasuk aneka ragam cabai (rica), jahe (goraka),kunyit dll. Kesemuanya di tanam pada setiap wilayah yang dikuasai untuk persediaan logistik makanan awak kapal dan ratusan pendayung. Pergerakan Mengusir Penjajahan lawan Spanyol Minahasa dimulai tahun 1617 dan berakhir tahun 1645. Perang ini dipicu oleh ketidakadilan Spanyol terhadap orang-orang Minahasa, terutama dalam hal perdagangan beras, sebagai komoditi utama waktu itu. Perang terbuka terjadi nanti pada tahun 1644-1646. Akhir dari perang itu adalah kekalahan total Spanyol, sehingga berhasil diusiroleh para waranei (ksatria-ksatria Minahasa).

D. Kejayaan Dan Kemunduran Bangsa Spanyol 

    Bangsa spanyol datang ke Indonesia untuk menguasai perdagangan rempah-rempah, menyebarkan kotholik, mendapatkan kekuasaaan dan mengharumkan nama hal ini merupakan kejayaan Spanyol. Selain itu kuliner budaya Panada menjadi kegemaraan masyarakat Minahasa. Kuliner tersebut ialah kue yang berisi daging domba atau pun ikan. Pada tahun 1535, Bangsa Spanyol tersisihkan dari persaingan antara portugis yang merebut dominasi perdagangan rempah-rempah di Indonesia. penyebab utama pengunduran diri Bangsa Spanyol dari Indonesia adalah Perjanjian Saragosa tahun 1535.

    Pada awalnya Bangsa Spanyol di Maluku ditentang oleh Bangsa Portugis yang telah datang terlebih dahulu di kepulauan. Portugis menuding Spanyol melanggar Perjanjian Tordesillas. Untuk memenangkan persaingan dalam perdagangan rempah, orang-orang Spanyol mendekati Kesultanan Tidore, Kesultanan Ternate sebelumnya menjalin kerja sama dengan Portugis. Sehingga adanya permusuhan anatara Ternate dan Tidore, karena telah dihasyut oleh kepentingan Spanyol dan Portugis di belakangnya. akhirnya terjadilah peperangan antara mereka yang mana pertempuran itu, Ternate yang dibantu Bangsa Portugis keluar sebagai pemenang. Akibatnya munculah perjanjian saragosa yang berisi  kesepakatan antara Kerajaan Portugis dan Kerajaan Spanyol dalam pembagian wilayah operasi perdagangan di timur jauh. Berdasar perjanjian Saragosa, Bangsa Spanyol berhak beroperasi kembali di Filipina, sementara Bangsa Portugis di Kepulauan Maluku. Perjanjian Saragosa sekaligus menandai berakhirnya masa pendudukan Bangsa Spanyol di Indonesia yang terbilang singkat.

PEMERINTAHAN ORDE BARU

  Latar Belakang Lahirnya Orde Baru Mata kuliah - Sejarah Indonesia       Setelah Gerakan 30 September dapat ditumpas, berdasarkan berbagai ...