Jumat, 10 Juni 2022

SEJARAH SOSIAL

Sejarah Sosial
Mata Kuliah-Ilmu Sejarah
Pengertian Sejarah Sosial
Sejarah sosial merupakan sejarah tanpa politik”. Namun, definisi ini sering dikutip secara tidak benar, sebab yang sebenarnya dituliskan oleh Trevelyan adalah : “ sejarah sosial bisa didefinisikan secara negatif sebagai sejarah dari sekelompok masyarakat tanpa mengikutsertakan politiknya”. Dia mengakui bahwa definisi itu masih belum cukup, tetapi dia mengatakan bahwa ini karena, pada saat itu, para sejarawan sedang mengembangkan studi politik tanpa menunjukkan seluruh tokoh masyarakat; akibatnya, ada dorongan besar untuk menyeimbangkan.
Walaupun sejarah sosial sudah merupakan bahasan baru dalam penulisan sejarah sebelum perang dunia ke II, tetapi sebagai sebuah gerakan yang penting baru mendapatkan sebuah tempat di tahun 1950-an. Di Perancis aliran penulisan sejarah dipelopori Febre dan Bloch yang menjadi sebuah metode atau paradigma bagi penulis sejarah sosial yang semakin kuat kedudukannya.Muncul juga di dalam Negara Amerika dan Inggris sebagai inspirasi dalam penulisan sejarah di luar daratan eropa.Terna lain yang dapat digarap oleh sejarah sosial ialah tentang peristiwaperistiwa sejarah. Tulisan-tulisan di indonesia tentang pemberontakan petani adalah salah satu contohnya. Demikian pula tulisan Sartono Kartodirjo, Pemberontakan Petani Banten 1888,barangkali merupakan suatu sejarah sosial pertama yang ditulis dalam historiografi Indonesia.Dalam penulisan tersebut pada umumnya “sejarah baru”, telah digunakan pendekatan yangmemanfaatkan teori dan konsep ilmu sosial.  
Akhirnya, sejarah sosial dapat mengambil fakta sosial sebagai bahan kajian, tema seperti kemiskinan, perbanditan, kekerasan, kriminalitas dapat menjadi sebuah sejarah, model penulisan sejarah ada dua yaitu sinkronis dan diakronis, dalam sebuah konsep sinkronis masyarakat digambarkan sebagai sebuah sistem yang terdiri atas struktur dan bagiannya, misalnya pendekatan fungsional dan struktural dalam ilmu sosial pada model sinkronis melihat keadaan masyarakat daalam keadan waktu nol, model sinkronis kebanyakan digunakan oleh ilmu sosial seperti sosiolog, ekonomi, antropologi dan politik.
1. Model Evolusi  
Model pertama ini disebut model evolusi untuk menunjukkan jenis penulisan yang menggambarkan perkembangan sebuah masyarakat yang kompleks.Model ini hanya diterapkan pada bahan kajian yang memang mencoba mengkaji masyarakat dari permulaan berdirinya.
2. Model Lingkaran Sentral 
Model Lingkaran Sentral tidak menulis mengenai kota atau masyarakat dari awal, tetapi dari titik yang sudah menjadi.11 Setiap penulisan yang bertolak dari titik sejarah di tengah tengah demikian biasanya selalu mulai dengan lukisan sinkronis tentang masyarakat itu, 4baru kemudiansecara diakronis ditunjukkan perubahan - perubahan. Contoh Model Lingkaran Sentral ini diambil dari telaah tulisan LeRoy Ladurie, The Peasants Of Languedoc yang melukiskan masyarakat petani di Languedoc, Prancis, Pada abad ke -16 dan 17. 
3. Model Interval 
 Model ini merupakan kumpulan dari Iukisan sinkronis yang diurutkan dalam kronologi sehingga nampak perkembangannya, sekalipun tidak nampak benar hubungan  sebabakibat.Model ini terpikirkan- misalnya ketika kita mendapatkan keterangan dari suatu zaman pada periode tertentu mengenai suatu masyarakat tertentu. 
4. Model Tingkat Perkembangan 
Model ini adalah penerangan dari teori perkembangan masyarakat yang diangkat dari sosiologi. Model-model yang banyak dipakai dalam menerangkan perkembangan sejarah ialah Marx atau Rostow. Di sini akan dikemukakan tulisan Neil J. Smelser tentang Revolusi lndustri sebagai contoh, yaitu Sociological History : The Industrial Revolution and the British WorkingClass Family.  Tulisannya yang dengan tegas dinyatakan sebagai sejarah sosiologis itu, sosiolog Smelse memakai model differensiasi struktural untuk melukiskan tahap-tahap perkembangan Revolusi Industri dan masyarakat lnggris, deskriptif dan bercorak unik. Smelser dengan sengaja mendekat Revolusi lndustri eksplisit yang diambil dari pemikiran sosiologis. Modifikasi diperlukan mengingat misalnya adanya struktur sosial ekonomi yang dualistis, atau plural, dalam masyarakat Indonesia, sehingga industrialisasi yang menimpa satu sektor sosial ekonomi dapat mempunyai implikasi lain bagi sektor yang Iain. 
5. Model Jangka Panjang - Menengah – Pendek 
Model ini diambil dari  Femand Braudel menangani sejarah sosial. Bukunya yang merupakan karya utama, yaitu The Medite"anean and the Medite"anean World in the Age of Philip II yang terbit dalam dua jilid tebal dan merupakan hasil kerja selama 20 tahun, Braudel membagi sejarah dalam tiga macam keberlangsungan.14 Pertama, ialah sejarah jangka panjang yang perubahannya sangat lamban, merupakan perulangan yang konstan dan perkembangan waktu yang tak dapat dilihat. Sejarah ini terutama mengenai hubungan manusia dengan lingkungannya, atau apa yang disebutnya sebagai geografical time . Kedua, ialah perkembangan yang lamban, tetapi dapat dirasakan ritmenya. Di sinilah letak sejarah dari kelompok sosial atau pengelompokan sosial,atau sejarah sosial itu sendiri. Braudel menyebutnya sebagai sejarah jangka menengah yang menempati sebuah "Social time". Ketiga, ialah sejarahjangka pendek, yaitu sejarah dari kejadiankejadian, l'historie evenementielle. Sejarah Indonesia banyak sekali kemungkinan untuk menggarap sejarah sosial dengan model ini. Sebagai contoh misalnya disertasi Soetjipto Tjiptoatmodjo (1983) mengenai Selat Madura nampak sedikit banyak usaha ke arah penulisan sejarah yang demikian. 
6. Model Sistematis  
Model ini terutama sangat sesuai untuk menelusuri sejarah sosial dalam arti perubahansocial. Model ini diambil dari membaca buku Thomas C. Cochran, Social Change in America,yang mencoba membuat pendekatan yang sistematis terhadap perubahan sosial di Amerika dalam abad ke-20.  
C. Tema Historiografi Sejarah Sosial 
Sebelum sejarah sosial dikenal oleh masyarakat seperti yang dijelaskan bahwa sejarah politik lebih dahulu dikenal, dan sejak lama pula pandangan sejarah hanya bertumpu pada politik( sejarah yang perhatianya pada masalah negara dan berhubungan dengan petinggi negara ).  Ini juga terjadi di Indonesia bisa dicontohkan dengan di jawa dengan penulisan babad oleh pujangga keraton. Dimana mereka menulis sejarah mengagungkan kebesaran dan kemashuran raja,dibanding menceritakan rakyatnya. Pada akhir abad ke 18 munculah perthatian terhadap gejala ekonomi dan tumbuhlah sejarah ekonomi pada abad ke-19, timbulnya spesialisasi ini disatu pihak telah menyebabkan sejarahwan berkenalan dengan bidang yang semula ada di luar wawasan sejarahwan, dan menambah lingkup bidang sejarah yang luas diluar sejarah politik konvensional. 
a. Aspek sejarah sosial dalam historiografi 
Aspek sejarah sosial dalam historiografi tidak berbeda dengan sejarah ekonomi, sejarah sosial dalam perkembangan menjadi lawan bagi sejarah politik yang menitik beratkan pada kaum elit. Keterbatasan sejarah politik dalam menjelaskan proses akan dilengkapi dengan sejarah sosial yang mempunyai tema berbeda yang akan mengungkap sisi lain dari suatu kehidupan masyarakat yang akan memperlengkap dalam kajian ilmu sejarah yang akan menjadikan sejarah lebih peka terhadap masalah masalah sosial dalam penelitiannya. Aspek sejarah sosial historiografi dalam arti yang luas sering hubungan dengan sejarah lainnya sehingga sulit dibedakan secara tegas, beberapa yang bisa dimaksukan dalam kategori ini antara lain sejarah kota, sejarah pedessaan, sejarah kelembagaan, sejarah kelompok sosial. Secara sempit sering perhatian sejarah sosial lebih dipusatkan dalam membahas permasalahan sosial mislanya kemiskinan, kelaparan, kebodohan, keterbelakangan dan kemerosotan moral. Masalah-masalah yang berhubungan dengan kepincangan dalam pengadaan pangan, sandang, perumahan,kesehatan dan pendidikan (basic need) pada dasarnya merupakan sumber pertama bagi timbulnya problem sosial. 
Tiga teori yang memengaruhi historiografi sejarah sosial meliputi: 
1. Teori evolusi dengan tokoh utamanya Herbert Spencer.  
Menurut teori evolusi manusia berkembang secara evolusioner dari keadaan homogen yang tidak koheren menjadi keadaan heterogen yang koheren. 
2. Teori struktural.  
Teori struktural menyatakan bahwa masyarakat dilihat dari totalitas yang berhubungan satu sama lain dan memiliki suatu dinamika dalam dirinya. Sejarah struktur adalah sejarah yang umumnya mengkaji struktur sosial dan perubahan sosial. 
3. Teori marxisme.  
Teori Marx mengenai historis materialisme menekankan kepada determinisme ekonomi. Proses sejarah berlangsung dialektis dan ditentukan oleh satusatunya penggerak yaitu kepentinan ekonomi. 
b.  Gerakan sosial sebagai tema sejarah sosial 
Gerakan ini muncul tahun 1950-an dengan penggagas pertamanya ialah Eric Hosbawn dalam bukunya Primitive Rebels (pemberontak primitiv) beberapa gerakan ini digambarkan sebagai aktif, berinisiatif mengejar sebuah tujuan spesial, seperti kemedekaan nasional, penghapusan pebudakan, atau suara dari kewanitaan (emansipasi). Sejarah gerakan ini bisa dicontohkan dalam kasus perang petani jerman tahun 1525, sebagai reaksi naiknya tuntutan yang dibuat para tuan tanah.  
Untuk mempelajari ini akan memunculkan suatu pertanyaan yang lazim muncul dalam mempelajari gerakan sosial yaitu : 
1. Siapa yang bergerak ? ( meliputi siapa yang memimpin gerakan dan anggota yang mengikuti )  
2. Hal apa yang diadopsi untuk mencapai tujuan bersama ? ( meliputi bagaimana cara seorang atau kelompok dalam untuk mencapai tujuan ) 
3. Apa yang membuat gerakan lebih sukses dari pada gerakan lainya ? ( konsep keberhasilan ). 
Selain itu masih banyak tema dalam sejarah sosial antara lain : 
• Masyarakat Pedesaan 
Merupakan tulisan sejarah yang menunjukan suatu permasalahan suatu kawasan pedesaan baik berupa perubahan atau perkembangan.Contoh: 1.  Sejarah Sosial Pedesaan Onderafdelling Aceh Tengah (1904-1942) 
2. Sejarah Sosial Pedesaan Karesidenan Semarang (1830-1900) Oleh Djoko Suryo 
3. Apanage dan Bekel: Perubahan Sosial Pedesaan Surakarta. Oleh Suhartono W.P 
• Perbanditan, dan Kriminalitas 
Tema sejarah sosial yang di dalamnya mengulas tentang kejadian tindak kejahatan atau Pencurian.Bandit sendiri merupakan lawan elit yang bergerak di bawah tanah sehingga menjadi ancaman bagi kaum elit yang sedang berkuasa.Contoh:  1. Perbanditan Pedesaan di Jawa (1850-1942) Oleh Suhartono W.P 
2. Bandit dan Pejuang di Aceh Masa Pendudukan Jepang (1942-1945) 
• Gaya Hidup 
Tema sejarah sosial yang menelaah mengenai proses gaya hidup yang bersifa sosial yang berada di suatu daerah.Contoh: 1. Kehidupan Keraton Surakarta (1830-1930) 
• Arsitektur 
Tema sejarah sosial yang terfokus pada suatu ranah kebudayaan dalam bentuk aksitektur atau bangunan baik berupa perubahan atau perkembangan.
Kedudukan sejarah sosial dalam historiografi Indonesia 
Penggarapan sejarah sosial merupakan langkah untuk menuju Dekolonoisasi Historiografi Indonesia, karena historiografi kolonial sudah diangkap tidak cocok lagi dengan sejarah nasional bangsa indonesia sendiri.  Secara segi dan bentuk dapat dipenuhi dengan sejarah sosial, dengan melalui penggarapan ini kekurangaan atau kepincangaan yang terdapat pada di dalam historiografi kolonial dapat diatasi dengan tepat tidak saja melalui perubahan aspek dinamis bangsa Indonesia dari peran pasif menjadi ke pelaku utama dalam sejarahnya.Pengungkapan berbagai segi kehidupan masyaarakat yang bersifat sosial dari berbagai kelompok akan tambah memperjelas gambaran sejarah pengungkapan berbagai segi kehidupan masyaarakat yang bersifat sosial dari berbagai kelompok akan tambah memperjelas gembaran sejarah masyarakat Indonesia dari masala lampau yang terlah terabaikan dalam penulisan historiografi kolonial, penelitian sejarah dalam lingkungan masyarakat kota maupun masyarakat desa ikut menyumbangkan perkembangan historiografi Indonesia modern serta memperluas cakrawala sejarah nasional Indonesia. 
D. Kebangkitan Sejarah Sosial 
Cukup ironis bahwa para Antropolog dan Sosiolog kehilangan minat terhadap masa lampau (sejarah ) justru ketika sejarahwan mulai menghasilkan suatu karya yang bersifat suatu jawaban dari topik permasalahan akan “ sejarah alamiah masyarakat ”. pada abad akhir ke-19, sejumlah tokoh sejarah professional kecewa dengan sejarah aliran Neo Ranke ( sejarah politik ). Yang di pimpin oleh Karl Lamprecth yang merupakan salah satu pengkritik yang paling vokal, ia mengecam lembaga sejarah Jerman yang banyak mengembangkan atau menitik beratkan pada sejarah politik yang di dalamnya hanya berisi tokoh-tokoh yang terkenal.  Sekitar tahun 1900 cara pikir kebanyakan sejarahwan Jerman masih belum meninggalkan paradigma atau metode dari Ranke, dimana ketika max weber mengadakan studi tentang Protestanisme dan Kapitlisme ia berhasil meramu karya-karya para teman kerja yang tertarik pada masalah tersebut.
. Contoh Kajian Sejarah Sosial 
1.      Masyarakat Pedesaan 
- Sejarah Sosial Pedesaan Onderafdelling Aceh Tengah (1904-1942) 
- Sejarah Sosial Pedesaan Karesidenan Semarang (1830-1900) Oleh Djoko Suryo 
- Apanage dan Bekel: Perubahan Sosial Pedesaan Surakarta. Oleh Suhartono W.P 
2.      Patologi, Perbanditan, dan Kriminalitas 
- Perbanditan Pedesaan di Jawa (1850-1942) Oleh Suhartono W.P 
- Bandit dan Pejuang di Aceh Masa Pendudukan Jepang (1942-1945) 
3.      Gerakan Sosial 
-          Pemberontakan Petani Banten 1888, Oleh Sartono Kartodirdjo 
4.      Protes Gerakan Agama 
-          Perlawanan Pangeran Diponogoro 
5.      Gaya Hidup 
-          Kehidupan Keraton Surakarta (1830-1930) 
6.      Arsitektur 
-          Kebudayaan Indis di Aceh 
7.      Seni 
-         Seni dalam Kehidupan Masyarakat Gayo dan Perubahannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMERINTAHAN ORDE BARU

  Latar Belakang Lahirnya Orde Baru Mata kuliah - Sejarah Indonesia       Setelah Gerakan 30 September dapat ditumpas, berdasarkan berbagai ...