SEJARAH INTELEKTUAL
MATA KULIAH-ILMU SEJARAH
Pengertian Sejarah Intelektual
Merupakan sejarah yang lebih menekankan pada pemikiran, ide-ide, atau nilai-nilai yang berpengaruh dalam kehidupan umat manusia dari masa kuno hingga dewasa ini. Sejarah intelektual dalam bahasa Sartono Kartodirdjo adalah mencoba mengungkapkan latar belakang sosio-kultural para pemikir, agar dapat mengekstrapolasikan faktor-faktor sosio[1]kultural yang mempengaruhinya. Dengan demikian, kita tidak mudah jatuh ke suatu absolutisme atau determinisme.
B. Ruang Lingkup Sejarah Intelektual
1. Pemikiran Mitologis
Pemikiran ini secara positif dipahami sebagai awal dari perkembangan pemikiran manusia. Pemikiran mitis yaitu suatu pola pikir yang menyatakan bahwa diri manusia berada di dalam kungkungan kepercayaaan-kepecayaan kekuatan gaib alam (hukum-hukum alam) dan para dewa. Pemikiran mistis secara jelas tampak pada kebudayaan masyarakat primitif, di dalam mana tingkah laku manusia secara langsung melibatkan diri dengan para dewa sebagai sumber kekuatan alam yang serba misterius.
2. Pemikiran Filosofis
a. Pemikiran Filosofis Parmenides dan Heracleitos
Parmenides berpendapat bahwa “arche” (materi terdalam) adalah sesuatu yang bersifat tetap tidak berubah, dan hanya ada satu.
b. Idealisme Plato Versus Realisme Aristoteles
1. Idealisme Plato (427-347 SM)
Manusia, bagi Plato berada di dalam dua dunia, yaitu dunia ide dan dunia jasmani. Diri manusia merupakan gabungan dari dua dunia yang sama sekali berbeda, yaitu jiwa dan raga.
2. Realisme Aristoteles
Aristoteles menerima baik permacam-macaman maupun idea-idea kesamaan itu keduanya realistik adanya. Sedangkan Plato menolak permacam-macaman itu sebagai kebenaran dan menerima dunia idea sebagai kebenaran satu-satunya.
c. Kaum Intelektual
Kaum intelektual adalah kaum yang menempatkan nalar (pertimbangan akal) sebagai kemampuan pertama yang diutamakan, yang melihat tujuan akhir upaya manusia dalam memahami kebenarannya dengan penalarannya.
d. Pemikiran Fungsional
1. Rasionalisme
Berasal dari kata bahasa Inggris rationalism. Kata ini berakar dari kata bahasa Latin ratio yang berarti “akal”. Rasionalisme atau gerakan rasionalis adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama.
2. Empirisme
Suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan. Rasionalisme berlawanan dengan Empirisme.
3. Kritisme
Menurut Kant, kritisisme adalah filsafat yang memulai perjalanan dengan terlebih dahulu menyelidiki kemampuan dan batas-batas rasio. Kritisisme Kant merupakan buah usaha raksasa untuk menjembatani Rasionalisme dan Empirisme. Kritisisme yang diperkenalkan pertama kali oleh Immanuel Kant (1724-1804).
4. Positivisme
Wahyu dan agama ditumbangkan dari kedudukannya dan diganti tradisi sebagai pegangan dan kepastian pikiran. Aliran ini disebut tradisonalisme.
5. Eksistensialisme
Ciri-ciri umum
1. Orang dinilai dan ditempatkan pada kenyataan yang sesungguhnya sebagaimana yang ada (eksis).
2. Orang harus berhubungan dengan dunia yang ada.
3. Manusia merupakan satu kesatuan sebelum ada perpisahan antara jiwa dan badannya
4. Orang berhubungan dengan segala sesuatu yang ada.
C. Pemikiran Pragmatis, Modernisme Ke Postmodernisme, dan Postkolonial
a. Pemikiran Pragmatisme
Berasal dari kata bahasa yunani yaitu pragma yang berarti tindakan, perbuatan. aliran filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Oleh sebab itu kebenaran sifatnya relatif tidak mutlak. Pemikiran tentang Teori Pragmatisme dikembangkan oleh Charles Sander Peierce (1839- 1914), dan Williams James (1824-1910), Williams James (1824-1910) mengajarkan bahwa ukuran kebenaran sesuatu hal ditentukan oleh akibatnya.
b. Pergeseran Era Pramodern Ke Modern
Sebelum kehidupan modern bermula, pemikiran masa pramodern selalu menempatkan Allah sebagai pusat dari segala pemikiran, kebudayaan dan masyarakat. Bermula dari Renaissance dan humanisme yang berhasil membuat perubahan yang radikal, tema yang berpusat pada Tuhan berbelok ke arah manusia.
c. Dari Modernism Ke Postmodernisme
Postmodernisme menggantikan optimisme dengan pesimisme. Harapan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik di masa depan pun dianggap kebohongan. Yang dilakukan kaum postmodernis pada intinya adalah pembongkaran cara pandang dan asumsi-asumsi dasar dibalik segala cita-cita modern yang dilihatnya sebagai akar permasalahan timbulnya berbagai bencana.
d. Perbedaan Modern Dengan Postmodern
Pergeseran modernisme ke postmodernisme memang bukanlah sebuah revolusi yang tiba-tiba, tetapi lebih merupakan sebuah proses yang berlangsung dalam rentang waktu tertentu.
e . Pemikiran Posmodernism
Merupakan suatu ide baru yang menolak atau pun yang termasuk dari pengembangan suatu ide yang telah ada tentang teori pemikiran masa sebelumnya yaitu paham modernisme yang mencoba untuk memberikan kritikan-kritikan terhadap modernisme yang dianggap telah gagal dan bertanggung jawab terhadap kehancuran martabat manusia.
f.Pemikiran Postkolonial
Berorientasi pada terwujudnya tata hubungan dunia yang baru di masa depan. Teori yang berasumsikan dan sekaligus mengeksplor perbedaan fundamental antara negara penjajah dan negara terjajah dalam menyikapi arah perkembangan kebudayaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar