Rabu, 21 September 2022

MASA HINDU BUDHA DI INDONESIA

 MASA HINDU BUDHA DI INDONESIA

MATA KULIAH-SEJARAH INDONESIA

A. Kepercayaan Animisme Dinamisme Hindu Buddha 

     Pengertian dari Animisme cukup banyak. Kata animisme berasal dari bahasa Latin “anima” yang berarti “roh”. Animisme adalah suatu kepercayaan terhadap makhluk halus dan roh, serta keyakinan seperti ini sudah banyak dianut oleh bangsabangsa yang belum bersentuhan ataupun belum pernah menerima ajaran yang berdasarkan daripada agama samawi (wahyu).

     Adapun karakteristik masyarakat yang menganut paham ini, antara lain adalah mereka selalu memohon perlindungan dan permintaan sesuatu kepada roh-roh, misalnya untuk penyembuhan penyakit, sukses dalam bercocok tanam, terhindar dari gangguan hama tanaman, hidup rukun, berhasil dalam berburu, selamat dalam perjalanan jauh dan berperang, terhindar dari gangguan bencana alam seperti banjir, gunung meletus, gempa bumi, kebakaran, dan gangguan cuaca; mudah dalam melahirkan, masuk surga setelah melahirkan, selamat saat membangun dan masuk rumah baru, serta mencapai kedudukan.

    Ciri utama kepercayaan animisme adalah percaya kepada kewujudan roh. Di antaranya adalah penganut kepercayaan ini meyakini bahwa roh seseorang yang telah mati akan bergentayangan ibarat tanpa tuan, menganggu mereka, bahkan kembali datang mengunjungi mereka juga. Selain itu, mereka percaya bahwa tumbuh tumbuhan dan binatang memiliki kekuatan gaib. Dalam hal ini, penganut animisme melakukan pemujaan terhadap kekuatan roh tersebut yang dipimpin oleh pawang. Tujuannya adalah untuk memeroleh kebaikan dan terhindar dari bencana alam.

    Istilah Dinamisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu dunamos. Dalam bahasa Inggris disebut dynamic, artinya adalah kekuatan, daya, kekuatan atau khasiat. Dalam hal ini, dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda di sekitar manusia karena diyakini memiliki kekuatan yang gaib. Dengan kata lain, dinamisme adalah keyakinan terhadap kekuatan yang berada dalam zat suatu benda dan diyakini mampu memberikan suatu manfaat dan marabahaya. Kesaktian itu bisa berasal dari api, batu-batuan, air, pohon, binatang, bahkan manusia. Unsur dinamisme lahir dari rasa ketergantungan manusia terhadap daya dan kekuatan lain yang berada di luar dirinya. Setiap manusia akan selalu merasa butuh dan berharap kepada zat lain yang dianggapnya mampu memberikan berbagai pertolongan dengan kekuatan yang dimilikinya. Manusia tersebut mencari zat lain yang akan ia sembah, karena ia merasa tenang dan nyaman jika ia selalu berada dekat zat tersebut.

B. Sejarah dan Teori Masuknya agama Hindu Buddha 

    Sejarah Nusantara pada masa Kerajaan Hindu-Budha tercipta sejak adanya hubungan pertukaran perdagangan antara Nusantara dengan negara-negara luar, seperti India, Cina, dan kawasan Timur Tengah. Agama Hindu dibawa oleh pengelana dari India bernama Maha Resi Agastya. Maha Resi Agastya di Jawa ini dikenal sebagai Batara Master atau Dwipayana. Pelajaran agama Hindu yang lahir di beberapa tempat di Nusantara disebut aliran Waiṣṇawa, yang merupakan ajaran yang memuja Guru Wiṣṇu sebagai dewa tertinggi. Edukasi ini diterima oleh tandan masyarakat di Lokasi Kota Kapur, Bangka, Lokasi Cibuaya, Lokasi Karawang dan Lokasi Muarakaman, Kutai (sekitar abad ke-5-7 Masehi). Bukti keberadaan agama Hindu dapat dilihat pada ukiran Tuk Mas yang terdapat di Kota Lebak, Daerah Grabag, Magelang, Jawa Tengah, di lereng Gunung Merbabu yang diperkirakan berasal dari pertengahan abad ke-7. Proses masuknya agama Hindu di Indonesia sampai sekarang belum diketahui dengan jelas karena di kalangan para sejarawan belum ada kesepakatan yang bulat. 

Macam-macam teori tentang masuknya agama Hindu ke Indonesia, yaitu sebagai berikut : 

1. Teori Waisya (N. J. Krom) 

Menyatakan bahwa kaum pedagang dari India, di samping berdagang, juga membawa adat kebiasaan, seperti melakukan upacara keagamaan.

2. Teori Ksatria (F. D. K.Bosch) 

Menyatakan Adanya raja-raja dari India yang datang menaklukkan daerah tertentu di Indonesia dan menghindukan penduduknya.

3. Teori Brahmana (J.C.van Leur) 

Kaum brahmanalah yang menyebarkan agama Hindu di Nusantara, Hal ini disebabkan karena kaum brahmana merupakan golongan yang menguasai soal keagamaan, ia mengusulkan istilah guna menggambarkan proses yang terjadi antara budaya Indonesia dengan India melalui penyuburan. 

Masyarakat Hindu terbagi atas empat kasta, yaitu sebagai berikut : 

a. Brahmana (pendeta). 

b. Ksatria (raja, bangsawan, dan prajurit). 

c. Waisya (petani, dan pedagang). 

d. Sudra (pekerja kasar dan budak). 

4. Teori Sudra 

Menyatakan bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kasta sudra. Mereka yang datang ke Indonesia bertujuan untuk mengubah kehidupan karena di India hanya hidup sebagai budak.

5. Teori Gabungan 

Teori ini beranggapan bahwa kaum brahmana, bangsawan, dan pan pedagang bersama-sama menyebarkan agama Hindu sesuai denga peranan masing-masing. 

C. Kerajaan-Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia 

1. Kerajaan Kutai 

Kerajaan Kutai berdiri pada tahun 400 M merupakan Kerajaan Hindu tertua yang terletak di daerah Kutai, Kalimantan Timur. Pusat pemerintahannya diperkirakan berada di Murakaman di tepi Sungai Mahakam.

a. Sumber sejarah 

    Sumber-sumber sejarah Kerajaan Kutai adalah beberapa patung yang ditemukan dalam gua di Gunung kombang dan 7 buah prasasti yang disebut Yupa. Ditemukan pada tahun 1879 sebanyak 4 yupa dan 3 yupa lainnya pada tahun 1940 didaerah aliran Sungai Mahakam. Diperkirakan berasal dari abad ke-4 Masehi. Huruf yang dipakai dalam penulisan yupa adalah huruf Pallawa. Bahasa yang digunakan Sanskerta dan disusun dalam bentuk syair. Isinya menyatakan bahwa Maharaja Kudungga mempunyai seorang putra yang bernama Asmawarman yang disamakan dengan Dewa Ansuman (Dewa Matahari). Asmawarna mempunyai 3 putra, salah satunya yaitu Mulawarman. 

b. Sumber politik 

    Raja pertama di Kerajaan Kutai adalah Raja Kudungga. Pemimpin suku asli yang belum banyak terpengaruh budaya India. Namun, raja-raja berikutnya berbudaya India dan memakai nama sanskerta, yaitu Asmawarman dan Mulawarman. Raja Aswawarman adalah orang Indonesia asli yang telah menerima pengaruh Hindu, kemudian memeluk agama Hindu dan mendirikan dinasti atau keluarga Kutai. Raja kudungga tidak dianggap sebagai pendiri dinasti karena pengertian keluarga raja terbatas kepada keluarga kerajaan yang telah menyerap kebudayaan India dalam kehidupan sehari-hari. 

    Raja mulawarman telah menciptakan stabilitas politik karena salah satu prasasti yupa menyebutkan bahwa Raja Mulawarman adalah raja bijaksana, kuat dan bijaksana. Selain itu, raja dapat menjalain hubungan baik dengan kaum brahmana, terbukti dari sikap raja yang memberikan sedekah sebanayak 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.

c. Sumber sosial 

    Berdasarkan prasasti-prasasti yupa di Kutai telah berkembang suatu masyarakat yang memiliki kebudayaan hasil perpaduan antara unsur budaya India dan lokal. Golongan brahmana merupakan golongan masyarakat yang menguasai bahasa Sanskerta dan dapat menulis huruf Pallawa. Golongan lainnya adalah golongan kstaria yang terdiri dari kerabat Raja Mulawarman. Di luar kedua golongan brahmana dan ksatria terdapat golongan lain yang pada umumnya adalah rakyat Kutai purba. Golongan itu merupakan penduduk setempatyang masih memegang teguh agama asli leluhur mereka. 

    Bukti kenyataan lainnya pada setiap prasasti yupa yang mengagungkan nama yang didirikan oleh kaum brahmana sebagai pernyataan terimakasih atas kehormatan kepada sang raja atas kebaikan raja skepada kaum brahmana. Agama yang dianut Raja Mulawarman adalah agama Hindu aliran Syiwa yang disebut tempat dalam tanah yang suci untuk memuja Dewa Syiwa yang diberi nama Waprakeswara. 

d. Sumber ekonomi 

    Kehidupan ekonomi diperkirakan sudah maju, karena terbukti adanya kesanggupan pihak kerajaan membari sedekah berupa 20.000 ekor sapi kepada para brahmana. Kemampuan ini menunjukkan bahwa mata pencaharian masyarakat Kutai adalah beterenak terutama sapi, bertani dan berdagang.

2. Kerajaan Tarumanegara 

Kerajaan Hindu tertua kedua yang terletak di Lembah Sungai Citarum, Jawa Barat. Berdasarkan isi prasasti Tugu, Poerbatjaraka memperkirakan pusat pemerintahan di Bekasi. 

a. Sumber sejarah 

    Sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara terdiri dari Prasasti, berita atau kronik cina, dan arca-arca. 

1) Prasasti prasasti Tarumanegara Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yaitu Prasasti Ciaruteun (Citarum) , Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, prasasti pasir koleangkak, Prasasti Tugu, prasasti cidanghiang, dan prasasti Awi atau Prasasti Muara Cianten. 

2) Kronik Dinasti Tang Dinasti Tang bersumber dari seorang musafir Cina, FaHsiein, yang datang ke Jawa Barat pada tahun 414 dan kerajaan tolomo menyatakan bahwa di tempat itu sudah ada tiga agama yaitu agama Hindu , agama Buddha dan agama kotor(animisme dan dinamisme. 

3) Arca Peninggalan Arca Rajasi atau biasa disebut Prasasti Tugu diperkirakan berasal dari Jakarta dan 2 buah patung Wisnu dan Cibuaya yang diperkirakan berasal dari abad ke-7 beragam seni pahlawan di India Selatan. 

b. Sumber politik 

    Dari Berita Cina menyebutkan bahwa kerajaan Tarumanegara sering mengirimkan utusan ke Cina untuk menunjukkan bahwa kerajaan Tarumanegara telah menjalin hubungan persahabatan dengan negara lain, termasuk India. Kemajuan di India dalam bidang pemikiran terutama di pemikiran agama menyebabkan unsur-unsur budaya India diambil oleh Tarumanegara tindakan ini menyerap kebudayaan India berhasil dan Kerajaan Tarumanegara berpotensi dengan budaya India potensi ini berupa kemajuan teknologi Taraf pemikiran keagamaan kesenian dan kekuatan struktur masyarakat. 

c. Sumber sosial 

    Pada masa pemerintahan raja Purnawarman kehidupan masyarakat mulai teratur dengan baik hal itu dapat dilihat dari Prasasti tugu yang menyebutkan bahwa Raja Purnawarman telah memerintahkan penggalian sungai Gomati untuk mencegah terjadinya banjir dan pemberian sedekah 1000 ekor sapi kepada para Brahmana. Hubungan antara raja dan Brahmana serta rakyat diduga sudah terjalin dengan baik sebagai bukti penghormatan rakyat dan para Brahmana kepada raja adalah dengan membuat prasasti Lebak di dalam prasasti itu disebutkan bahwa Raja Purnawarman adalah raja yang bijaksana mulia dan pemberani. 

d. Sumber ekonomi 

    Penduduk Kerajaan Tarumanegara mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian, peternakan, pelayaran, perburuan, pertambangan, perikanan dan Perdagangan. Berdasarkan Prasasti Tugu dapat diperkirakan bahwa bidang pertanian sudah relatif maju dalam prasasti ini disebutkan adanya usaha untuk menggali sungai Gomati. Sungai Gomati ini adalah sungai yang digali dari terusan untuk mengaliran air sungai Bekasi di musim hujan tujuannya untuk menanggulangi bahaya banjir dan irigasi bagi sawah-sawah sekitarnya. Peternakan diperkirakan sudah berkembang ternak sapi hal ini dibuktikan dari Pemberian hadiah 1000 ekor sapi kepada para Brahmana. Perdagangan sudah berkembang melalui jalur darat dan air hubungan jalur darat memanfaatkan hewan lembu untuk hubungan dari tempat satu ke tempat lainnya.

3. Kerajaan Mataram Kuno 

a. Sumber sejarah 

Berdirinya Kerajaan Mataram di Jawa Tengah adalah prasasti Canggal yang ditemukan di desa Canggal. Prasasti yang ditulis memakai huruf Pallawa dan Sansekerta itu mempunyai keistimewaan yaitu angka tahun candrasangkala yang berbunyi crutindriyarasa, yang artinya sama dengan tahun 654 Saka atau 732. 

b. Sumber politik 

1) Raja Sanjaya Prasasti Canggal menyebutkan tentang pendirian sebuah lingga du bukit stirangga, daerah kunjarakunja. Menurut Prasasti Canggal Jawa Dwipa yang kaya akan padi dan emas mula-mula diperintah oleh sana setelah rajasana meninggal negaranya menjadi kacau kemudian tampilah Raja Sanjaya anak dari saudara perempuan rajasana yang bernama sanaha. 

    Raja Sanjaya berhasil menaklukkan daerah sekitar dan mampu mewujudkan kemakmuran bagi masyarakat. Pada masa pemerintahan Rakai panangkaran diduga muncul Dinasti Syailendra yang beragama Buddha Dinasti Syailendra diperkirakan menggeser kedudukan Dinasti Sanjaya sehingga Dinasti Sanjaya mengalihkan pemerintahannya ke Jawa Tengah bagian utara perkiraan pergeseran pemerintahan Dinasti Sanjaya itu diperkuat dengan adanya peninggalan Kompleks candi Hindu di Gedong Songo (Ungaran ) dan di Dieng. 

2) Dinasti Syailendra Pada pertengahan abad ke-8 di Jawa Tengah terdapat beberapa prasasti yang berasal dari dinasti Wangsa atau Syailendra. Ditemukannya prasasti sojomerto di daerah sojomerto Pekalongan membuka tapir dengan asal-usul Dinasti Syailendra. Isi prasasti ini menyebutkan tentang nama seorang pejabat tinggi yang bernama dapunta Syailendra berdasarkan keterangan prasasti sojomerto dapat disimpulkan bahwa Dinasti Syailendra berasal dari Jawa Tengah. Prasasti ini juga menyebutkan tentang raja panangkaran yang mendirikan bangunan suci untuk para pendeta dengan menghadiahkan Desa kalaca kepada Sanggha( penganut agama Budha). 

     Wilayah kekuasaan dinasti Syailendra diperkirakan meliputi dari sekitar Magelang dan Yogyakarta sesuai dengan lokasi candi peninggalan dinasti Syailendra secara politis Dinasti Syailendra tidak memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan sejarah peninggalan karya seni bangunan. 

3) Pemindahan kekuasaan ke Jawa Timur Gejala Untuk memindahkan pusat pemerintahan ke daerah Jawa Timur mulai tampak sejak Raja tuladha memerintah tahun 919 - 927 Masehi. Sejak terjadi perpindahan pusat pemerintahan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur Mataram diperintah oleh raja keturunan dinasti Isyana yang lamanya sekitar 300 tahun. Nama isana diambil dari gelar resmi Raja sindok. 

   Pengganti Mpu Sindok adalah putrinya yang bernama Sri Isyanatunggawijaya. Sri isanu tunggal Wijaya menikah dengan lokapala dan lahirlah makutawangsaWardhana yang kemudian menggantikan ibunya sebagai raja di Medang. Raja Darmawangsa pada tahun 1990-1992 masehi telah melakukan serangan menguasai jalur lintas perdagangan antara Cina dan India di perairan nusantara yang dikuasai oleh kerajaan Sriwijaya dan berhasil menduduki beberapa daerah pantai Sriwijaya dan memutuskan hubungan Sriwijaya dengan luar negeri. 

    Pada tahun 1016 kerajaan Dharmawangsa diperkirakan mengalami keruntuhan akibat Serangan kerajaan wurari. Menurut prasasti calcutta serangan wurari itu didukung oleh kerajaan Sriwijaya sebagai wujud balas dendam terhadap Dhamawangsa. 

c. Sumber sosial 

    Hubungan antara raja dan rakyat secara langsung sulit terlaksana sedangkan hubungan antara raja dan para pejabat tinggi hanya terjadi secara formal. Setiap hari Raja mengadakan pertemuan dengan putra mahkota para pangeran para petinggi dan para penasehat raja dalam pertemuan semacam itu pemerintahan raja diturunkan melalui putra mahkota yang kemudian meneruskannya kepada para pejabat tinggi kerajaan. Para pejabat itu menyampaikan pemerintah Raja kepada utusan daerah yang datang Menghadap dan mengajukan permohonan kepada raja. 

d. Sumber ekonomi 

Pada masa kerajaan Mataram penarikan pajak di desa-desa dilakukan oleh pejabat di tingkat daerah yang membawahinya para penguasa daerah Kemudian mempersembahkan kepada raja setiap kali panen. Masalah perekonomian mendapat perhatian besar pada zaman bahitung pada prasasti Purworejo menyebutkan tentang pendirian suatu pusat perdagangan. 

    Pada prasasti Wonogiri menyebutkan tentang pembebasan pajak bagi desa-desa yang berada di tangan dan di kiri Sungai Bengawan Solo tujuannya adalah agar penduduk desa setempat dapat menjamin kelancaran hubungan lalu lintas untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo Berdasarkan pernyataan itulah menyebabkan pada masa pemerintahan raja brainly disebut sebagai masa stabilitas di bidang ekonomi. Beberapa prasasti memberikan penjelasan sekilas bahwa ekonomi pedesaan digambarkan dengan adanya kerjasama yaitu menjual beras dari suatu desa ke pasar desa lain. Barang-barang berupa perdagangan hasil bumi, hasil industri, binatang ternak.

4. Kerajaan Sriwijaya 

Kerajaan Sriwijaya berada di kawasan Selat Malaka. Sejak awal abad ke-1 M sudah terjalin hubungan dagang anatar Indonesia dan India yang melewati jalur Selat Malaka.

a. Sumber sejarah 

 • Prasasti Kedukan Buku brangka tahun 605C (saka) atau tahun 683 M di tepi Sungai Tatang, dekat Palembang. 

• Prasasti Talang Tuwo brangka tahun 606C (684 M) di Desa Gandus, sebelah barat Palembang. 

• Prasasti Kota Kapur berangka tahun 608C (686 M) di Pulau Bangka. 

• Prasasti Karang Brahon berangka tahun 608C (686 M) di Jambi. 

• Prasasti Ligor berangka tahun 697C (775 M) di Tanah Genting Kra. Selain peninggalan prasasti berupa berita Asing dari Cina, India, Arab, serta benda-benda purbakala. Contohnya candi-candi, yang emliputi Candi Muara Takus, Candi Koto Mahligai dan candi lainnya. 

b. Sumber politik 

    Zaman keemasan pada tahun 850 M atau abad ke-8 dan ke-9 diperintah oleh Raja Balaputradewa. Prasasti Nalanda menyebut bahwa Balaputradewa adalah cucu dari raja Jawa yang berasal dari keluarga Sailendra. Karena Dinasti Syailendra terdesak oleh Dinasti Sanjaya, Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya lalu diangkat menjadi raja. Faktor pendorong perkembangannya yaitu mempunyai letak yang strategis, kemajuan kegiatan perdagangan antara India dan Cina dan Keruntuhan Kerajaan Fu-Nan. 

c. Sumber sosial 

    Sejak abad ke-7 dikenal sebagai pusat pendidikan agama Buddha Mahayana. Dalam perkembanganagama Buddha Mahayana yang terpenting di Asia Tenggara dan Asia Timur. Sebagai buktinya kedatangan seorang pendeta dari Tibet bernama Attisa ke Sriwijaya pada tahun 1011-1023 M. tujuannya untuk belajar agama Buddha ke Guru Besar yang terkenal masa itu yaitu Dharmakirti. 

d. Sumber ekonomi 

    Ramainya perdagangan India dan Cina melalui Selat Malaka sangat menguntungkan Sriwijaya. Selain membayar bea masuk, mereka juga melakukan transaksi jual beli dangan pedaganng Sriwijaya berupa emas, perak, gading, penyu, kemenyan, kapulaga, kapur barus dan ditukar dengan aneka porselin, kain katun atau sutera. Sebagai usaha diplomatik Sriwijaya untuk menjamin agar Cina tidak membuka perdagangan langsung dengan negara di Asia tenggara yang dapat merugikan perdagangannya. 

5. Kerajaan Kediri 

a. Sumber politik 

    Setelah 58 tahun mengalami masa kegelapan akhirnya Kerajaan Kediri terdengar lagi sekitar tahun 1116. Rencana kerajaan yang dipakai adalah Narasinggah atau narashima. pada Prasasti Talang disebutkan pemakaian rencana Garuda muka. Dalam prasasti Antang yang berangka tahun 1057 dan 1135 masehi tercantum pangjalu Jayati yang akhirnya Panjalu menang. Kata itu sekaligus untuk menaklukkan bahwa Jayabaya adalah pewaris tahta kerajaan yang sah dari air Lingga. 

    Pada masa pemerintahan Kameswara, seni sastra berkembang pesat kemajuan bidang kesusastraan pada zaman Kediri disebabkan oleh faktor: 

1) Adanya Pujangga pujangga yang pandai 

2) Adanya perlindungan terhadap para pujangga 

3) Penghormatan kepada raja melalui hasil sastra 

4) Adanya kebebasan berpikir dalam mengembangkan kesusastraan. Pengganti kamiswara adalah Raja Kertajaya atau Srengga yang memerintah dari tahun 1185 sampai tahun 1222 Raja Kertajaya dikalahkan Ken Arok dan Singosari pada 222 dalam perang ganter di Pujon Malang. 

b. Sumber sosial 

    Kondisi masyarakat Kediri sudah teratur penduduknya sudah memakai kain sampai di bawah lutut, rambutnya diurai, rumahnya bersih dan rapi serta ubinnya berwarna hijau atau kuning. Orang yang sakit tidak perlu mencari obat tetapi cukup memohon kesembuhan kepada dewa dan Buddha. hukum badan atau fisik bagi yang bersalah tidak ada. Dalam perkawinan keluarga pengantin wanita menerima mas kawin berupa emas. Hukum yang berlaku pada sistem denda dengan membayar emas bagi yang bersalah tetapi pencuri dan perampokndihukum mati rakyat membayar pajak dengan hasil bumi. 

c. Sumber ekonomi 

    Kediri merupakan negara agraris dan maritim masyarakat hidup di pedalaman dengan mata pencaharian sebagai petani sebagian masyarakat juga mempunyai kemampuan memelihara ulat sutra dan kapas yang menunjukkan bahwa kegiatan penenunan kain sudah berjalan dengan baik. Masyarakat pesisir juga melakukan perdagangan dan pelayaran perdagangan dan pelayaran. Pada masa itu sudah berkembang maju barang dagangan yang penting dan berharga. pada waktu itu adalah emas dan perak terbukti adanya ketentuan hukuman denda yang harus dibayar dengan emas. 

6. Kerajaan Singosari 

a. Sumber politik 

 1) Potitik dalam negeri 

    Politik dalam negeri Kertanegara ditunjukkan untuk memperlancar dan mempertahankan pemerintahan untuk mencapai tujuan itu Kertanegara melakukan berbagai tindakan sebagai berikut: 

a. Memecat malah Patih raganatha karena di bidang kurang mendukung gagasan raja dan menggantikannya dengan kebo Tengah. 

b. Mengangkat banyak wide sebagai Bupati Sumenep yang dianggap masih punya hubungan erat dengan Kediri. 

c. Mengangkat jayakatwang sebagai raja kecil di Kediri guna menghindarkan perselisihan. 

d. Mengambil arharaja Putra jayakatwang dan Raden Wijaya sebagai menantu. 

e. Memperkuat Angkatan perang. 

2) Politik luar negeri 

    Dalam menjalankan politik luar negerinya Kertanegara mempunyai dua tujuan yaitu sebagai berikut: 

a. Stabilisasi daerah-daerah di nusantara dalam arti mempersatukan seluruh nusantara yang dipimpin oleh kerajaan Singosari.

b. Mengurangi pengaruh dan Dua kerajaan besar yang merupakan lawan lawan politik Kertanegara yang kerajaan Sriwijaya dan Cina Mongol. 

    Pada tahun 1292 jaya katwang yang diangkat menjadi raja kecil di kerajaan Kediri oleh raja Kertanegara melakukan pemberontakan dan menyerang Singosari serangan itu berhasil menghancurkan Kerajaan Singasari dan menewaskan Raja Kertanegara. kematian Kartawijaya menyebabkan Kerajaan Singasari dapat dikuasai oleh jayakatwang sehingga dengan agama Kertanegara di damarkan di Candi Jawi sebagai Siwa Budha sebagai wariota di segala dan bairawa di Candi Singosari.

7. Kerajaan Majapahit 

    Kerajaan Majapahit berada di dekat Trowulan yang letaknya kurang lebih 10 km sebelah barat daya Kota Mojokerto. Banyaknya penemuan di lokasi berupa pondasi bangunan, gapura, candi, saluran air dan umpak-umpak rumah. Termasuk suatu kerajaan besar yang disegani oleh mancanegara dan membawa keharuman nama Inodenisa sampai jauh ke luar wilayah Indonesia. 

a. Sumber sejarah 

• Prasasti : Prasasti Gunung Butek, Brumbung, Kudadu, gajah Mada dan Jiu. 

• Karya sastra : Negarakertagama, Pararaton, Sutasoma dan Kidung Sundayana. 

• Candi : Candi Penataran, Tikus, Tegalwangi, Bajangratu, Jabung dan Kedaton. 

• Berita asing dari Cina, India dan Arab. • Arca, mata uang dan keramik. 

b. Sumber politik 

    Raden Wijaya menghimpun orang-orang tua dan Madura menjadi pasukan dalam rangka persiapan merebut kembali kekuasaan dari tangan jayakatwang. Cara persiapan perebutan kekuasaan sudah selesai datanglah Balai seseorang dari Sejarah Cina dan Mongol dikirim oleh kaisar ke Bali lengkap untuk menghukum Raja Jawa yaitu Kertanegara yang pernah menghina utusan ubhilakham. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk membalas dendam kepada jayakatwang. Raden Wijaya bersedia tunduk kepada kekuasaan kubalilkan dan membantu tentara tartar untuk menghukum Raja Jawa di Kediri. Tentara Raden Wijaya dan pasukan Arya Wira raja di Kediri tentang organisasi Madura lalu bergabung bersama tentara untuk menghancurkan kediri. Pada waktu tentara tartar hendak kembali ke pelabuhan karena tugasnya selesai Raden Wijaya berbalik menyerang lebih dari 3000 tentara tartar dapat dibinasakan oleh pasukan Raden Wijaya dan sisanya kembali ke negeri setelah berhasil mengusir tentara Sriwijaya dinobatkan sebagai Majapahit dengan gelar Sri kertarajasajayawardhana pada tahun 1293. 

c. Sumber sosial

    Tata masyarakat Singosari dan Majapahit berdasarkan hinduisme ciri khusus penerapan konsep hinduisme adalah pembagian anggota masyarakat ke dalam tempat golongan kasta yaitu Brahmana ksatria Waisya dan Sudra. Di samping keempat kasar tersebut terdapat tiga golongan terbawah dalam masyarakat yang tidak termasuk dalam kasta-kasta atas yaitu : 

1) Candala Orang-orang yang lahir dari perkawinan atas kasta yang berbeda.

2) Mleccha Para pedagang asing dari India Kamboja tanpa Syam dan Cina yang tidak memeluk agama Hindu dan tinggal di kota-kota pelabuhan. 

3) Tuccha Para penjahat atau orang-orang yang tidak berguna bahkan merugikan masyarakat . 

d. Sumber ekonomi

    Perdagangan pada masa zaman Majapahit sudah ramai dibuktikan dengan banyaknya para pedagang asing di Majapahit. Ma Huan juga menyebutkan bahwa Pelabuhan Tuban merupakan pelabuhan ekspor hasil bumi dari Jawa atau pulau-pulau lainnya. Barang dagangan terdiri dari beras, lada, garam ,rempah-rempah, mutiara kulit penyu dsb. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMERINTAHAN ORDE BARU

  Latar Belakang Lahirnya Orde Baru Mata kuliah - Sejarah Indonesia       Setelah Gerakan 30 September dapat ditumpas, berdasarkan berbagai ...