KEDATANGAN BANGSA SPANYOL DAN KOLONIALISASI DI INDONESIA
MATA KULIAH-SEJARAH INDONESIA
A. kedatangan Spanyol dan kolonialisasi
Ferdinand Magelhaens tokoh inilah, yang memimpin armada yang pertama kali mengelilingi dunia dan membuktikan bahwa bumi bulat, saat itu itu dikenal oleh orang Eropa bumi datar. Dimulainya Kolonisasi berabad-abad oleh Spanyol bersama bangsa Eropa lain, terutama Portugis,Inggris dan Belanda. Dari Spanyol ke Samudra Pasifik itulah armada Portugis mengarungi Samudra Pasifik, melewati Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka. Dari sini penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah, komoditas yang setara emas kala itu. ”Pada abad 16 saat petualangan itu dimulai biasanya para pelaut negeri Katolik itu diberkati oleh pastor dan raja sebelum berlayar melalui samudera.
Peperangan di Filipina Selatan turut memengaruhi perekonomian Spanyol. Penyebab utama kekalahan Spanyol juga akibat aksi pemberontakan pendayung yang melayani kapalkapal Spanyol. Sistem perkapalan Spanyol bertumpu pada pendayung yang umumnya terdiri dari budak-budak Spanyol. Biasanya kapal Spanyol dilayani sekitar 500 - 600 pendayung yang umumnya diambil dari penduduk wilayah yang dikuasai Spanyol. Umumnya pemberontakan para pendayung terjadi bila ransum makanan menipis dan terlalu dibatasi dalam pelayaran panjang, untuk mengatasinya Spanyol menyebarkan penanaman palawija termasuk aneka ragam cabai (rica), jahe (goraka), kunyit dll. Kesemuanya di tanam pada setiap wilayah yang dikuasai untuk persediaan logistik makanan awak kapal dan ratusan pendayung. Pergerakan Mengusir Penjajahan lawan Spanyol Minahasa juga pernah berperang dengan Spanyol yang dimulai tahun 1617 dan berakhir tahun 1645. Perang ini dipicu oleh ketidakadilan Spanyol terhadap orang-orang Minahasa, terutama dalam hal perdagangan beras, sebagai komoditi utama waktu itu. Perang terbuka terjadi nanti pada tahun 1644-1646. Akhir dari perang itu adalah kekalahan total Spanyol, sehingga berhasil diusir oleh para waranei (ksatria-ksatria Minahasa).
B. Tujuan Kedatangan Bangsa Spanyol ke Indonesia.
1. Mencari Kekayaan Rempah-Rempah (GOLD)
Motivasi awal keberangkatan para pelaut Spanyol adalah mencari kekayaan rempahrempah langsung dari sumbernya. Sejak awal, kawasan Asia Tenggara dikenal sebagai sumber rempah-rempah yang mengisi pasar Eropa. Bangsa-bangsa yang mendiami Asia Tenggara diketahui sebagai penghasil rempah-rempah terbaik dunia. Setelah mendengar keberhasilan Portugis menemukan jalur pelayaran rempah-rempah, Spanyol tertarik untuk ikut mencoba. Mereka menugaskan para pelaut terbaiknya mengarungi Samudra untuk mencari jalur pelayaran baru, seperti yang dilakukan oleh Portugis. Rombongan ekspedisi tersebut dipimpin oleh Magellan's. Pada tahun 1521, sisa-sisa armada Magellan yang dipimpin oleh Sebastian del Cano tiba di Tidore. Mereka diterima dengan baik oleh masyarakat dan pihak kerajaan. Spanyol dianggap bisa dijadikan sebagai sekutu untuk menghadapi Kerajaan Ternate yang bersekutu dengan Portugis. Sebagai balasannya, Spanyol diberikan hak untuk melakukan aktivitas perdagangan rempah-rempah di Tidore..
2.Menyebaran Agama Katolik (GOSPEL)
Menurut catatan sejarawan, masuk dan berkembangnya agama katolik bersamaan dengan masuk dan berkembangnya penjelajahan dan pelayaran dunia yang dilakukan oleh bangsa Portugis, Spanyol dan Belanda di Indonesia. Sembari melaksanakan aktivitas perdagangan rempah-rempahnya, bangsa Spanyol juga melakukan kegiatan penyebaran agama katolik. Memang, sejak awal di dalam rombongan bangsa Spanyol, ikut pula para pastor serta misionaris lainnya untuk menyebarkan agama Katolik pada penduduk yang disinggahi para pelayar.
3.Mencari Kebangaan dan Kejayaan (GLORY).
Dalam kurun waktu Abad ke-16, bangsa-bangsa Eropa saling bersaing untuk menjadi bangsa paling unggul. Keunggulan tersebut diukur dari seberapa banyak wilayah yang berhasil ditaklukkan. Mereka berlomba untuk mencari daerah-daerah baru untuk menancapkan kekuasaan. Keberhasilan mendapatkan wilayah baru dianggap sebagai sebuah kebanggaan dan kejayaan (glory). Ini pula yang dilakukan oleh bangsa Spanyol di Indonesia. Mereka melihat peluang untuk menjalin hubungan dengan Kerajaan Tidore setelah mengetahui bahwa kerajaan tersebut sedang terlibat perang dengan Kerajaan Ternate. Mereka menjadikan hubungan ini sebagai pembuka jalan untuk menguasai seluruh Kerajaan Tidore.
4. Menyebarkan Kebudayaan.
Meskipun, keberadaan bangsa Spanyol di Indonesia dianggap relatif singkat (1521-1529), namun mereka berhasil menyebarkan beberapa kebudayaannya yang peninggalannya masih bisa kita saksikan sekarang ini. Peninggalan-peninggalan budaya Spanyol di Indonesia antara lain sebagai berikut: Malaga, suatu merk minuman campuran beralkohol, konon nama Malaga tersebut mengambil nama suatu tempat di kota Spanyol, yaitu kota di pesisir pantai selatan Spanyol. Nama marga di Minahasa, yaitu apabila seorang perempuan menikah, nama keluarga suami disisipkan. Misalnya, pria bermarga Assa, menikah dengan marga Damongilala, keluarga itu disebut keluarga Assa-Damongilala. Kuliner Panda, makanan ringan khas Manado. Konon kue pastel berisi ikan cakalang ini merupakan modifikasi makanan khas Amerika Selatan "empanada" yang dipopulerkan orang Spanyol di tanah Minahasa. Vihuela (semacam gitar klasik) yang digunakan hingga saat ini. Orang Spanyol suka menanam cabai, jahe, dan kunyit di wilayah logistik mereka, seperti di Minahasa. Kosakata dalam bahasa Spanyol masih kita jumpai saat ini, misalnya tornado, bonanza, matador, patio, grand supreme, dan lainnya.
C. Keadaan Masyarakat Pada Saat Itu
Perjalanannya melewati daerah Cagayan dan Mindanao yang akhirnya sampai di daerah Maluku tepat pada tahun 1521. Kedatangan bangsa Spanyol diterima dengan ramah oleh Sultan Tidore yang sedang bersekutu dengan Portugis. Namun perspektif dari bangsa Portugis tentang Spanyol tiba di Maluku merupakan pelanggaran hak monopoli. Penyebab dari peristiwa tersebut maka menimbulkan persaingan antara Portugis dengan Spanyol. Untuk mengantisipasi terjadinya keberlanjutan perang, maka diadakannya Perjanjian Saragosa yang dibuat pada tanggal 22 April 1529 yang berisi; (1) Spanyol harus memusatkan kegiatannya di Filipina kemudian meninggalkan Maluku; (2) Perdagangan di Maluku tetap dilakukan oleh Portugis. Kemudian muncul perjanjian saragosa pada tahun 1529. Perjanjian tersebut membagi wilayah dengan melakukan batas garis tujuh belas derajat lintang timur di perairan Maluku Utara. Namun dalam perjanjian tersebut, Spanyol merasa dirugikan karena tidak meraih lintasniaga dengan gugusan kepulauan penghasil rempah-rempah. Untuk itu mengirimkan ekspedisi menuju Pasifik Barat pada 1542. Pada bulan Februari tahun itu lima kapal Spanyol dengan 370 awak kapal pimpinan Ruy Lopez deVillalobos menuju gugusan Pasifik Barat dari Mexico . Tujuannya untuk melakukan perluasan wilayah dansekaligus memperoleh konsesi perdagangan rempah-rempah di Maluku Utara.Dari pelayaran ini Villalobos mendarat digugusan kepulauan Utara disebut Filipina, di ambil dari nama putera Raja Carlos V, yakni Pangeran Philip, ahli waris kerajaan Spanyol. Sekalipun Filipina tidak menghasilkanrempah-rempah, tetapi kedatangan Spanyol digugusan kepulauan tersebut menimbulkan protes keras dari Portugis.Alasannya karena gugusan kepulauan itu berada di bagian Barat, di lingkungan wilayahnya. Walau mengkonsentrasikan perhatiannya di Amerika-Tengah, Spanyol tetap menghendaki konsesi niaga rempah-rempahMaluku-Utara yang juga ingin didominasi Portugis. Tetapi Spanyol terdesak oleh Portugis hingga harus mundur ke Filipina. Akibatnya Spanyol kehilangan pengaruh di Sulawesi Utara yang sebelumnya menjadi kantong ekonomidan menjalin hubungan dengan masyarakat Minahasa. Peperangan di Filipina Selatan turut memengaruhi perekonomian Spanyol. Penyebab utama kekalahan Spanyol juga akibat aksi pemberontakan pendayung yang melayani kapal-kapal Spanyol. Sistem perkapalan Spanyol bertumpu pada pendayung yang umumnya terdiri dari budak-budak Spanyol. Biasanya kapal Spanyol dilayanisekitar 500 - 600 pendayung yang umumnya diambil dari penduduk wilayah yang dikuasai Spanyol. Umumnya pemberontakan para pendayung terjadi bila ransum makanan menipis dan terlalu dibatasi dalam pelayaran panjang,untuk mengatasinya Spanyol menyebarkan penanaman palawija termasuk aneka ragam cabai (rica), jahe (goraka),kunyit dll. Kesemuanya di tanam pada setiap wilayah yang dikuasai untuk persediaan logistik makanan awak kapal dan ratusan pendayung. Pergerakan Mengusir Penjajahan lawan Spanyol Minahasa dimulai tahun 1617 dan berakhir tahun 1645. Perang ini dipicu oleh ketidakadilan Spanyol terhadap orang-orang Minahasa, terutama dalam hal perdagangan beras, sebagai komoditi utama waktu itu. Perang terbuka terjadi nanti pada tahun 1644-1646. Akhir dari perang itu adalah kekalahan total Spanyol, sehingga berhasil diusiroleh para waranei (ksatria-ksatria Minahasa).
D. Kejayaan Dan Kemunduran Bangsa Spanyol
Bangsa spanyol datang ke Indonesia untuk menguasai perdagangan rempah-rempah, menyebarkan kotholik, mendapatkan kekuasaaan dan mengharumkan nama hal ini merupakan kejayaan Spanyol. Selain itu kuliner budaya Panada menjadi kegemaraan masyarakat Minahasa. Kuliner tersebut ialah kue yang berisi daging domba atau pun ikan. Pada tahun 1535, Bangsa Spanyol tersisihkan dari persaingan antara portugis yang merebut dominasi perdagangan rempah-rempah di Indonesia. penyebab utama pengunduran diri Bangsa Spanyol dari Indonesia adalah Perjanjian Saragosa tahun 1535.
Pada awalnya Bangsa Spanyol di Maluku ditentang oleh Bangsa Portugis yang telah datang terlebih dahulu di kepulauan. Portugis menuding Spanyol melanggar Perjanjian Tordesillas. Untuk memenangkan persaingan dalam perdagangan rempah, orang-orang Spanyol mendekati Kesultanan Tidore, Kesultanan Ternate sebelumnya menjalin kerja sama dengan Portugis. Sehingga adanya permusuhan anatara Ternate dan Tidore, karena telah dihasyut oleh kepentingan Spanyol dan Portugis di belakangnya. akhirnya terjadilah peperangan antara mereka yang mana pertempuran itu, Ternate yang dibantu Bangsa Portugis keluar sebagai pemenang. Akibatnya munculah perjanjian saragosa yang berisi kesepakatan antara Kerajaan Portugis dan Kerajaan Spanyol dalam pembagian wilayah operasi perdagangan di timur jauh. Berdasar perjanjian Saragosa, Bangsa Spanyol berhak beroperasi kembali di Filipina, sementara Bangsa Portugis di Kepulauan Maluku. Perjanjian Saragosa sekaligus menandai berakhirnya masa pendudukan Bangsa Spanyol di Indonesia yang terbilang singkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar