Rabu, 12 Oktober 2022

PORTUGIS DAN KOLONIALISASI

PORTUGIS DAN KOLONIALISASI

MATA KULIAH-SEJARAH INDONESIA

A. Awal Kedatangan 

    Sebelum merasakan kemerdekaan seperti saat ini, nenek moyang rakyat Indonesia zaman dahulu hidup di bawah pemerintahan bangsa Eropa. Dahulu, pada awalnya Bangsa Eropa datang ke Tanah Air dengan tujuan untuk berdagang dan menjadikan negara Indonesia sebagai koloni atau negara jajahan. Meskipun paling lama berada di wilayah Nusantara, Belanda bukanlah bangsa pertama yang datang ke Indonesia. Bangsa Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang mencapai daerah Kepulauan Nusantara. Tujuan mereka saat itu datang ialah untuk mendominasi ataupun ingin menguasai sumber perdagangan rempah-rempah yang pada saat itu hasilnya bisa menguntungkan pada awal abad ke-16 . a. Kedatangan Portugis ke Nusantara Portugis merupakan sebuah negara yang berada di benua biru atau Eropa. Bangsa yang cukup memiliki pengaruh di Asia Tenggara. Seperti yang diketahui secara umum bahwasannya Portugis adalah bangsa barat pertama yang datang ke Indonesia. Dalam pelayaran yang dilakukan oleh Portugis adalah dengan menyewa jasa pelaut asing dan peta navigasi didapat dari Lisbon. Kedatangan awal Portugis ke Indonesia pada mulanya bertujuan untuk mendapatkan rempah-rempah dan membawanya kembali ke Eropa. Seiring dengan berjalannya waktu tujuan Portugis berubah yang awalnya hanya mencari rempah-rempah menjadi memonopoli perdagangan di Indonesia. Portugis sendiri datang ke Indonesia pada abad XVI.

    Pada abad ke-XVI, Portugis datang pada awal abad ini yaitu pada tahun 1511. Kedatangannya ke Indonesia didengar oleh negara-negara lain di Eropa, seperti Belanda, Spanyol dan Inggris. Negara-negara di Eropa sangat kagum dengan Portugis yang berhasil datang ke Indonesia dan mendapatkan banyak rempah-rempah. Dalam petualangannya di Indonesia Portugis mengalami beberapa hambatan yang terjadi. Hal ini dikarenakan perlakuan Portugis disetiap kunjungannya di beberapa wilayah di Indonesia. Perlakuan Portugis yang semena-mena dan tidak memiliki strategi khusus dalam menghadapi masyarakat setempat yang membuat seringnya kegagalan yang dialami oleh Portugis. Perjalanan Portugis di pulau Jawa juga mendapatkan hambatan. Portugis yang menganggap bahwasannya perang internal yang ada di Jawa adalah perang antar agama. Padahal didalam kenyataannya sebagian besar masyarakat Jawa menganggap bahwa agama yang dianut hanyalah tujuan untuk mencapai tujuan, dan untuk waktu yang lama. Sebagian dari mereka bahkan enggan memahami Islam seperti yang seharusnya, yakni menganggap bahwa agama yang berbeda dari semua agama lainnya. Inilah yang menjadi kesalahan Portugis yang kurang memahami situasi yang ada di Indonesia. Mereka sangat berbeda dengan Belanda yang lebih sangat kompleks sebelum melakukan pendekatan dengan masyarakat di Indonesia. Dalam hal pengenalan dan pendekatan sangat buruk bahkan sering mendapatkan penolakan dari beberapa kerajaan di Indonesia karna sikapnya yang sangat keras dan sangat berambisi tanpa berfikir cara-cara yang harus ditempuh dengan matang-matang. Adapun wilayah yang melawan Portugis karena tindakan mereka yaitu : 

1) Kepulauan Banda 

Ketika portugis masuk ke wilayah ini mereka menemukan hambatan yang besar. Penolakan oleh masyarakat Banda terhadap masuknya Portugis sangatlah mengganggu Portugis didalam pemonopolian perdagangan yang direncanakannya. Kepulauan Banda dikenal sebagai pusat perdagangan Pala. Hal ini memunculkan nafsu serakah Portugis didalam menguasai daerah tersebut. Masyarakat daerah ini dikenal memiliki harga diri dan perkerja keras. Masyarakat disini juga memiliki andil besar dalam perdagangan laut yang ada diantara Maluku dan Jawa. 

2) Malaka 

Nafsu yang besar Portugis untuk mendapat keuntungan sebanyakbanyaknya di Indonesia mengalami perlawanan dari Malaka. Walau sempat menjalin hubungan dengan Malaka, namun dalam menjalin hubungannya hampir sama dengan kepulauan Banda.

3) Jepara 

Perjalanan Portugis di pulau Indonesia yang menjadi salahsatu lawan terkuat mereka adalah Jepara. Mengapa dikatakan demikian hal ini seiring dengan berhasilnya Jepara dalam mengambil kekuasaan Demak yang telah dikalahkan Hindu dari Jawa Timur 6 tahun setelah mencapai puncaknya yaitu pada tahun 1540. Jepara menjadi lawan berbahaya bagi Portugis selama tigaperempat abad ke-16. Jepara dua kali melakukan penyerangan terhadap Portugis. Yang pertama pada tahun 1550M mengepung Malaka dengan bantuan sekutu yaitu Johor. Penyerangan kedua yaitu dengan bersekutu dengan Aceh walau pada dasarnya Aceh tidak sepenuh hati bersekutu dengan Jepara. Penyerangan kedua ini dilakukan pada tahun 1574. Walau usaha yang dilakukannya gagal dalam menggusur Portugis dari benteng utama yaitu di Malaka, namun kemanapun berlayar, Islam mendapatkan keunggulan 

B. Hubungan Portugis dan Spanyol 

Pada abad ke 15 dan 16 perdagangan di Eropa didominasi oleh bangsa Portugis dan spanyol. Keduanya bersaing dalam memupuk kekayaan dan menaklukkan bangsa lain. Mereka adalah bangsa pertama yang menaklukkan dunia dengan menjelajah samudra. Portugis dan Spanyol bahkan pernah membagi dunia menjadi dua bagian untuk masing-masing. Pembagian itu dikenal sebagai Perjanjian Tordesillas. Pada akhir abad 15, Portugis dan Spanyol mengirim para pelautnya untuk berlayar menemukan tanah baru.Spanyol mengirim penjelajah terbaiknya, Christopher Columbus. Columbus berhasil menemukan benua Amerika. Pada 1493, setelah kabar keberhasilan Columbus tersebar, pemimpin Kerajaan Spanyol, Ferdinand dan Isabella, meminta Paus untuk mengakui kekuasaan Spanyol atas 'Dunia Baru' yang mereka temukan. Spanyol juga meminta agar Portugis dan saingan mereka yang lain dilarang ikut ambil bagian dari benua yang baru ditemukan ini.3 a) Isi Perjanjian Tordesillas Untuk mengakomodasi permintaan ini, Paus Alexander VI yang merupakan keturunan Spanyol, membagi dunia lewat garis demarkasi.Garis lurus ditarik dari Kutub Utara ke Kutub Selatan sekitar 100 league (setara 320 mil) dari barat Kepulauan Tanjung Verde. Spanyol diberi hak eksklusif menguasai tanah di sisi barat garis. Sementara Portugis di sisi timur. Keduanya tidak boleh menjajah wilayah yang dipimpin penganut kristen.Raja Portugal John II tidak puas dengan perjanjian ini. Sebab wilayah Portugis menjadi terbatas.Portugis bahkan hanya mendapat sedikit wilayah Afrika. Ruang gerak Portugis di laut juga sangat terbatas.Peta dunia yang diketahui saat itu baru terdiri dari benua Eropa, Amerika, dan Afrika. Bangsa Eropa belum menemukan posisi benua Asia dari laut.Maka pada 7 Juni 1494, kedua perwakilan kerajaan bertemu di Tordesillas, wilayah di barat laut Spanyol.Garis demarkasi yang digambar Paus, digeser sekitar 370 league (1.185 mil) ke kiri, ke barat Kepulauan Tanjung Verde.Perubahan kesepakatan ini baru disetujui Paus Julius II pada 1506.Kerajaan dan kekuasaan lain tak mengakui Perjanjian Tordesillas. Hanya Portugis dan Spanyol yang mengikuti perjanjian ini. b) Dampak Perjanjian Tordesillas Lewat Perjanjian Tordesillas dan perubahannya, Portugis menguasai sisi timur benua Amerika Selatan.Selama hampir 300 tahun berikutnya, Portugis berkuasa atas Brazil.Selain itu, Perjanjian Tordesillas juga membuat pelaut Portugis berlayar ke timur, mengitari pantai barat Afrika.Pada 1487, pelayar Bartolomeus Dias mengitari Tanjung Harapan di Afrika dan memasuki Samudra Hindia.Kemudian pada 1497, pelayar Vasco de Gama sampai di India.Pendaratan di India akhirnya mengantarkan Portugis ke Nusantara.

C. Penjajahan Portugis 

Bangsa Eropa dikenal dengan bangsa yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih. Bangsa Eropa juga mengalami masa yang sulit sebelum menjadi bangsa yang maju seperti saat ini. Karena menginginkan perubahan, maka bangsa ini harus mendapatkan pencapaian yang besar agar dapat setara dengan bangsa lain. Hal ini lah yang membuat bangsa Eropa masuk ke Indonesia. Bangsa Portugis yang datang ke Indonesia dipimpin oleh Alfonso d’ Albuquerque. Ia pada tahun 1511 berhasil menguasai Kerajaan Malaka. Kekuasaan Portugis mengalami perkembangan yang pesat setelah menguasai Malaka. Mereka selanjutnya memperluas kekuasaan ke daerah-daerah lainnya di Indonesia. Selain itu orang Portugis biasanya mampu berbaur dengan masyarakat setempat seperti menikahi perempuan pribumi. Potugis pada waktu terjadi perselisihan di Maluku antara Hitu dan Seram, yang dilakukannya adalah memihak Hitu sehingga Portugis diterima di sana. Cara yang dilakukan Portugis di Hitu juga diterapkan ketika datang ke Ternate, mereka diterima baik oleh kerajaan Ternate untuk menghadapi Tidore. Ketika berhasil mengalahkan Tidore yang dibantu pihak Spanyol, Portugis meminta imbalan untuk memonopoli perdagangan cengkeh Keadaan itu menyebabkan rakyat Ternate tidak menyukai orang orang Portugis. Mereka berusaha untuk membebaskan diri dari kekuasaan Portugis. 

D. Keadaan Masyarakat Pada Masa Portugis 

Setelah berhasil menguasai Malaka pada 1511, Bangsa Portugis melanjutkan perjalanan ke Maluku. Tujuan utamanya menguasai rempah-rempah di Ternate atau Maluku. Awalnya kedatangan Bangsa Portugis disambut hangat oleh raja serta rakyat Ternate. Bahkan Portugis diberi kesempatan mendirikan benteng dan hak monopoli perdagangan cengkeh. Keserakahan Portugis dan ketentuan harga cengkeh yang terlalu rendah, membuat rakyat Ternate atau Maluku sengsara. Permusuhan antar keduanya pun tidak dapat dihindarkan. Akibatnya Portugis harus memindahkan kegiatan dagang mereka ke Nusa Tenggara. Perlawanan terhadap Bangsa Portugis didasari oleh keserakahan bangsa Portugis, dan tindakan monopoli perdagangan yang terjadi di beberapa daerah, seperti Aceh dan Maluku. Perlawanan ini juga disebabkan oleh beberapa hal lainnya, yaitu: 1. Portugis berusaha memperluas daerah kekuasaannya. Caranya dengan menaklukkan banyak kerajaan di Indonesia, seperti Kerajaan Demak, Kerajaan Ternate dan Tidore serta Kerajaan Aceh. 2. Portugis melarang Bangsa Indonesia untuk berlayar ke laut merah dan berdagang rempah-rempah. Hal ini merupakan salah satu contoh monopoli perdagangan Portugis. 3. Portugis menangkap kapal dagang milik masyarakat Indonesia, tujuannya untuk memonopoli perdagangan.

E. Kejayaan dan Kemunduran Portugis 

Bangsa Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang mencapai daerah Kepulauan di Nusantara. Tujuan mereka pada saat itu yaitu untuk mendominasi berbagai sumber perdagangan rempah-rempah di Indonesia yang tentunya akan sangat menguntungkan. Pada awal abad ke-16 Portugis mengendalikan berbagai perdagangan di Asia Tenggara di yang di pimpinan Alfonso de Albuquerque. Portugis kembali bergerak untuk menuju negara yang kaya akan hasil laut serta rempah-rempah. Pada tahun 1511, bangsa Portugis pertama kali datang di Indonesia, yang bertepatan di daerah Malaka. Pada saat itu tidak ada pusat perdagangan yang besarnya melebihi dari Malaka. Kerajaan Malaka diperintahkan oleh Sultan Ahmad Syah (1488-1511). Dengan dikuasainya Malaka, Portugis memperoleh dua keuntungan yaitu: 1) Portugis akan menguasai jalur perdagangan penting yang ada di Asia, termasuk juga perdagangan rempah-rempah. 2) Malaka dapat dijadikan batu loncatan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku. Oleh karena itu, kemudian Portugis mambangun basis militer yang kuat di Malaka. Pada tahun 1512 terjadi perlawanan yang dilancarkan oleh seorang pemuka masyarakat yang bernama Pare Kadir (karir), namun karna senjata Portugis lebih lengkap, Pare Kader dapat dipukul mundur dan kemudian meloloskan diri sampai Jepara dan Demak. Tindakan Portugis memonopoli perdagangan juga mendapatkan perlawanan dari penguasa Demak. Malaka juga menjadi tempat komoditas utama dari seluruh dunia timur dan barat. Tome Pires mengatakan bahwa tidak ada tempat lain yang memperdagangkan komoditas dengan halus dan mahal. Pada tahun 1512, Alfonso de Albuquerque mengirimkan armadanya ke Maluku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMERINTAHAN ORDE BARU

  Latar Belakang Lahirnya Orde Baru Mata kuliah - Sejarah Indonesia       Setelah Gerakan 30 September dapat ditumpas, berdasarkan berbagai ...